Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PRAPASKAH IV/A/2020

1 Sam 16:1b.6-7.10-13a; Ef 5:8-14; Yoh 9:1-41; (Atau: Yoh 9:1.6-9.13-17.34-38)

PENGANTAR
    Menurut Injil Yohanes diceriterakan, bahwa dalam suatu perjalanan-Nya Yesus menjumpai seorang buta sejak lahir. Ia menolongnya sehingga si buta itu dapat melihat. Ceritera Injil hari ini mengingatkan kita, bahwa kita ini sebagai manusia yang beriman bukan hanya mempunyai mata untuk dapat melihat secara jasmani, tetapi bahwa kita ini dalam baptis juga dianugerahi Tuhan dengan mata untuk penglihatan rohani.

HOMILI    

    Alam dan bumi kita sebagai ciptaan Tuhan dalam kenyataanya berjuta-juta tahun juga buta sejak awal. Belum ada mata untuk melihat. Mata baru diberikan kepada makhluk yang berupa hewan dan manusia. Mata manusia pun saat mulai berfungsinya tidak berlangsung serba serentak. Seorang bayi yang dilahirkan, matanya belum sekaligus bisa melihat jelas dan membeda-bedakan apa yang dihadapinya. Betapa gembira si bayi itu bila sepekan kemudian ia dapat melihat ibu dan bapanya dan orang-orang lain dengan lebih jelas!

    Dalam ceritera Injil Yesus mau menolong dan membuat si orang buta itu bisa melihat lagi, bukan karena si orang buta itu memintanya, melainkan karena Ia melulu mau menolong dan menyelamatkannya. Mengapa Yesus mau menolong si orang buta sejak lahir itu? Kita diingatkan oleh Yesus, bahwa kata-kata "buta sejak lahir" juga mempunyai arti lain. Di samping mata fisik (jasmani) juga ada mata iman (rohani). Mata iman ini membuat kita mampu melihat apa yang tidak dapat dilihat dengan mata fisik kita. Dengan mata iman kita dapat melihat dunia Injil, dunia Allah, yaitu hidup kekal yang tidak berkesudahan.

    Yesus berkata kepada si buta : "Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam". Apa arti perintah Yesus itu bagi kita? Yesus mau menegaskan, bahwa mata iman kita mulai kita miliki dengan penerimaan baptis. Sebab dalam baptis atau permandian itulah kita menerima anugerah iman. Berkat baptis kita percaya!

    lainnya. Tentang Yesus orang buta itu hanya tahu : "Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya : "Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam"./p>

    Karena penyembuhan mata orang buta itu terjadi pada hari Sabat timbullah pertentangan di kalangan kaum Farisi. Mereka bertanya kepada orang buta itu : "Engkau, karena Ia telah memelekkan matamu, apakah katamu tentang Dia?". Si buta itu menjawab : "Ia adalah seorang nabi!". Dengan demikian orang yang telah disembuhkan matanya itu maju selangkah dalam kepercayaannya. Ia percaya bahwa Yesus bukan "orang biasa", melainkan diutus oleh Allah sebagai nabi, dan berkata dan berbuat atas nama Allah. Dan akhirnya ketika ia berjumpa dengan Yesus sendiri lagi, ia berkata : "Aku percaya, Tuhan!", lalu ia sujud menyembah Yesus. Di depan umum ia mengakui Dia sebagai Tuhan dan Allah.

    Apa pesan Injil Yohanes kepada kita hari ini?

    Yohanes dalam Injilnya bertanya kepada kita sebagai orang beriman : "Sejauh manakah langkahku dalam perjalanan hidupku sebagai seorang kristiani? Siapakah sebenarnya Yesus dari Nasaret bagiku?". Bahwa Yesus adalah manusia tiada orang menyangkalnya. Bahwa Dia adalah nabi yang diutus Allah, pada umumnya diakui orang juga. Bagian terbesar dari masyarakat kita berpendapat demikian. Tetapi iu tidak cukup! Kaum Muslim, sesuai dengan apa yang tertulis dalam Quran, mengakui Yesus sebagai nabi. Tetapi bagi orang kristiani sejati pengakuan itu saja tidak cukup! Setiap orang bila ingin menjadi orang kristiani sejati, harus mengakui dan berkata seperti si orang buta sejak lahir, bahwa Yesus adalah Tuhan dan bersujud kepada-Nya sebagai Allah. Iman kristiani sejati bukanlah sekadar percaya bahwa Allah itu ada, melainkan percaya kepada seorang pribadi. Dalam Injil Yesus bukan sekadar menunjukkan hal-hal yang harus dipercayai, melainkan Ia bersabda : "Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (Yoh 14:1).

    Dengan demikian, bagi umat kristiani sejati percaya berarti percaya kepada Yesus Kristus. Tetapi percaya kepada Kristus berarti juga hidup sesuai dengan ajaran dan teladan-Nya.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/