Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA TUHAN YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM C/2019

2 Sam 5:1-3; Kol 1:12-20; Luk 23:35-43;

PENGANTAR
    Hari ini kita merayakan Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, sekaligus mengakhiri Tahun Liturgi C. Untuk merayakan Tuhan Yesus sebagai Raja Semesta Alam kita akan mendengarkan Injil Lukas (23:35-43). Kita akan menerima pengajaran, bahwa pengertian kita tentang Yesus Kristus sebagai Raja, bahkan Raja Semesta Alam, ternyata lain sama sekali bila dibandingkan dengan pengertian kita menurut pandangan duniawi kita tentang raja dan kerajaan dewasa ini. Lukas menunjukkan kepada kita kekhususan peranan Yesus sebagai Raja Kerajaan Allah sejati.

HOMILI
    Inti pokok ceritera Injil Luk 23:35-42 yang telah kita dengarkan hanya terdapat dalam Injil Lukas saja. Ada dua orang penjahat yang ikut disalib bersama Yesus, tetapi hanya satulah yang mengakui dosanya dan mohon ampun, dan diselamatkan oleh Yesus dalam kematian-Nya! Lukas menunjukkan apa yang disebut pertobatan sejati, seperti diceriterakannya tentang perbedaan sikap dasar orang Farisi dan pemungut cukai (Luk 18:9-14). Yesus bukan hanya memberikan pengampunan, tetapi juga menjanjikan tempat di sisi-Nya di surga! Sementara penjahat yang satu menghina Yesus, penjahat yang lain mengakui kesalahannya, namun juga berseru : "Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Luk 23:42). Dan Yesus menjawab : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (ay. 43).

    Dalam Injilnya Lukas memperlihatkan kepada kita kehinaan dan hilangnya kekuatan Yesus dalam menghadapi kematian, padahal Dia adalah Putera Allah dan Raja orang Yahudi. Yesus justru mengalami penolakan, penderitaan, penghinaan, olok-olok dan penyaliban.Tidak tampak sedikitpun tanda-tanda-Nya sebagai Raja. Mahkota yang ditempatkan di atas kepala-Nya adalah mahkota duri! Dan apa yang didengarkan-Nya bukanlah pujian ataupun nyanyian melainkan penghinaan dan cercaan.

    Yesus ternyata tidak pernah tampil seperti kita andalkan dan harapkan: yakni dalam kemegahan, kebesaran, kemuliaan menurut ukuran raja-raja di dunia ini. Kerajaan Yesus ternyata berbeda dari kerajaan yang dialami Pilatus ataupun Herodes. Pilatus dan Herodes hanya mengenal kerajaan yang nyatanya berupa berkuasa, bertindak menurut kepentingannya sendiri dan membalas dendam. Sebaliknya kerajaan Yesus dibangun dengan kasih, pelayanan, keadilan, rekonsiliasi dan damai. Dalam diri Kristus yang disalib kita diajak memahami mengapa Kristus itu tetapi disebut Raja Semesta Alam, padahal dunia kita ini hidup dalam dunia modern milennial. Kenyataannya Yesus Kristus tidak pernah menundukkan diri! Ia tidak pernah membalas dendam dengan dendam, kekerasan dengan kekerasan. Ia justru selalu mengampuni siapapun sampai akhir, asal orang itu rendah hati dan sungguh mau bertobat.

    Demikianlah Yesus Kristus adalah Raja Sejati, seperti digambarkan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose dalam Bacaan II. "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih. Di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa (Kol 1:13-14).

    Bila demikian, apakah makna sebutan "Yesus Kristus Raja Semesta alam"?

    Kata-kata itu jangan disalahtafsirkan dengan pengertian tentang raja ataupun kerajanan secara profan atau duniawi, melainkan menurut arti/makna rohani. Yesus ada di surga, Ia membawa luka-luka-Nya kesurga, maka kita pun akan membawa luka-luka hidup kita surga. Yesus dengan luka-luka-Nya tergantung di salib, tetapi kedua tangan-Nya terentang untuk merangkul kita, dan mengajak kita naik ke salib bersama Dia, untuk melihat dan menafsirkan hidup kita di dunia ini dengan pandangan yang berlainan. Seperti dilakukan oleh si penjahat yang jujur, kita yang mengakui kelemahan dan dosa-dosa kita, marilah kita berseru: "Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Luk 23:42). Dalam kata-kata yang kita ucapkan itu bergemalah kata-kata Yesus sendiri, yang bersabda: "Ya Bapa, ke dalam tanganmu kuserahkan nyawaku" (Luk 23:46).

    Ternyata sungguh berbeda gambaran atau pengertian kita tentang Raja Yesus Kristus dan kerajaan-Nya, yang kita terima dari Injil Lukas hari ini. Sungguh pentinglah bagi kita memiliki suatu gambaran tentang kerajaan Kristus itu, agar kita dapat memahami dengan benar apakah sebenarnya yang disebut keselamatan dalam Kerajaan Allah!

    pabila kadang-kadang di dalam hidup kita atau di sekeliling kita ada kegelapan, kesedihan, kekerasan,penderitaan bahkan maut, kita harus tetap yakin dan sadar, bahwa kita ini tidak sendirian. Di tengah-tengah semuanya itu Yesus juga hadir tergantung di salib. Kedua belah tangan-Nya terbentang penuh cinta dan belaskasihan dan diarahkan kepada kita untuk memeluk kita! Sebagai penutup marilah kita semua selalu mau dan berani berseru kepada-Nya:

    Ya Tuhan Yesus ingatlah akan kami dalam Kerajaan-Mu. Sebab di situlah terletak jalan emas, jalan rajawi, yaitu salib yang menujukkan Kerajaan-Mu yang abadi.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/