Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH IV /B/2015

Kis 4:8-12  1Yoh 3:1-2  Yoh 10:11-18

 

PENGANTAR
     Pada Hari Minggu Paskah IV ini Injil Yohanes mengingatkan kita, bahwa Yesus adalah gembala yang baik (Pastor Bonus) yang memberikan nyawanya bagi domba-domba-nya. Umat manusia membutuhkan seorang pemimpin yang baik. Demikian pula umat Allah membutuhkan seorang gembala yang baik. Pada dasarnya setiap kelompok, termasuk setiap keluarga, membutuhkan seorang pemimpin yang baik. Karena itulah Gereja pada hari ini mengingatkan kita sebagai sebagai warganya, bahwa Hari Minggu ini adalah Hari Panggilan.

HOMILI
     Dalam Perjanjian Lama di daerah Palestina di dalam keadaan alam serta seluruh penghuninya, gembala mempunyai peranan yang sangat penting. Sampai di  dalam Kitab-Kitab para Nabi dan dalam Mazmur Allah disebut sebagai Gembala Israel. Orang-orang Yahudi  hidup di daerah padang pasir, dengan bahaya terhadap binatang buas dan begal padang. Karena itu harus memiliki gembala domba yang melindunginya terhadap perampok. Karena itu seorang gembala harus memiliki rasa tanggung jawab, perhatian, keprihatinan dan kesetiaan akan tugasnya.

     Dalam Perjanjian Baru menurut Injil Johannes, gembala mengenal domba-dombanya (Yoh 10:3).Ia harus bersedia mengorbankan diri untuk melindungi kawanan dombanya (Yoh 10:11-12). Dan menurut Lukas gembala akan mencari domba yang hilang, dan dengan demikian Allah digambarkan sebagai gembala, yang mencari orang berdosa supaya diampuni dan diterima kembali menjadi putera-puteri Allah (Luk 15:4ss; Mat 18:12ss). Dalam Kitab Suci tampaklah betapa besar perbedaan antara kasih Yesus kepada orang-orang berdosa dan sebaliknya betapa besar penghinaan kaum Farisi terhadap mereka itu!

     Apa pesan Injil Yohanes pada hari Minggu Panggilan ini kepada kita?
     Pesan pertama: Injil Yohanes tentang Yesus memberikan kepercayaan kepada kita kepada Allah sebagai kepada seorang Gembala sejati. Dalam diri Yesus kita mengenal-Nya bukan sekadar sebagai seorang gembala yang mempunyai simpati dan empati, melainkan sebagai seorang Gembala yang bersedia mengorbankan nyawa-Nya justru untuk mengembalikan kembali hidup kita. Perhatian dan kasih-Nya kepada kita sungguh tanpa perhitungan, bukan atas dorongan kepentingan diri sendiri. Sebagai gembala Yesus total berlainan bila dibandingkan dengan sikap dan apapun yang dilakukan oleh gembala-gembala sewaan.

     Pesan kedua: Minggu Paskah IV adalah Minggu Panggilan . Baik bacaan pertama (Kis 4:8-12) maupun kedua (1 Yoh3:1-2) mendorong kita umat Allah untuk mohon kepada Tuhan agar mengutus banyak pekerja untuk kebun anggur-Nya. Yesus telah menunjukkan dan membuktikan sendiri, bahwa kasih harus merupakan satu-satunya motivasi untuk dapat melaksanakan tugas penggembalaan sebagai pelayanan. Dan kasih penggembalaan itu tidak boleh eksklusif. Sebab domba yang hilang justru harus dicari dan diketemukan kembali. Dan dalam kenyataan  hanya kasihlah yang mampu menyatukan orang-orang, walaupun berbeda keadaan mereka. – Memang kita semua sebagai kawanan domba tidak ada yang sama. Di antara kita ada perbedaan kelamin, pikiran, pandangan, kedudukan, tingkat ekonomi, pengetahuan, suku, bangsa dan banyak lainnya. Tetapi di hadapan Tuhan kita semua semartabat. Karena itu gembala yang baik tak boleh membeda-bedakan dombanya, tetapi sebaliknya setiap domba harus tahu juga membalas kasih gembalanya.

     Pesan ketiga: Setiap orang yang telah dibaptis adalah warga atau anggota Gereja. Dan tanpa kekecualian setiap warga Gereja harus ikut bertanggung jawab terhadap keadaan dan perkembangan Gerejanya. Pada kesempatan “Minggu Panggilan” ini kiranya sangat perlu setiap warga Gereja bertanya kepada diri sendiri: Sejauh manakah aku sebagai warga Gereja secara nyata ikut bertanggung-jawab kepadanya? Paroki Maria Bunda Karmel (MBK) di Keuskupan Agung Jakarta ini jumlah warga sekitar 18.000 orang. Syukur kepada Tuhan dan kita boleh bangga atas kenyataan ini. Setiap Sabtu sore dan Minggu diselenggarakan 9 Perayaan Ekaristi. Jumlah umatnya terus bertambah. Syukur kepada Tuhan. Namun berapa jumlah putera-puteri keluarga-keluarga umat Paroki MBK, yang atas pendidikan dan keyakinan iman orang tua maupun pilihan anak-anak sendiri, merasa terpanggil oleh Kristus untuk ikut menyediakan diri untuk hidup dan berkarya sebagai imam dan biarawan-biarawati. Bukankah jawaban positif kepada panggilan Yesus, untuk ikut mengambil bagian dalam pelayanan penggembalaan-Nya, merupakan tanda jawaban kasih yang sejati? Kasih sejati kita kepada Kristus, akan terwujud dalam kesediaan kita untuk menerima panggilan-Nya membantu Dia sebagai Gembala Yang Baik. Terutama kepada kaum muda kami serukan: Kristus yang mengasihi kamu sekalian menantikan jawabanmu untuk bersama Dia menjadi gembala-gembala yang baik, yang kini sangat dibutuhkan. Semoga dengan terus bertambahnya jumlah umat di Paroki Maria Bunda Karmel tercinta ini, serentak bertambahlah juga panggilan Kristus menjadi imam, biarawan dan biarawati.

 

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/