Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MALAM NATAL 2017

Yes 9:1-6; Tit 2:11-14; Luk 1-14;

PENGANTAR
    Sesudah kita selama empat minggu dengan penuh harapan menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus sebagai Almasih, malam ini kita dapat menyambut kelahiran-Nya di Betlehem. Karena tidak ada tempat penginapan, Ia dibaringkan di palungan di suatu kandang hewan. Marilah kita dengan sepenuh hati merayakan malam Natal ini sesuai dengan pelaksanaan misteri Allah, yang demi keselamatan kita rela menjadi manusia seperti kita. Pada dasarnya kelahiran Yesus itu menunjukkan kepada kita, bahwa hidup kita sekarang ini ada maknanya. Makna hidup kita ialah, bahwa ternyata Allah melibatkan diri di dalam hidup kita. Untuk menyelamatkan umat manusia Ia menjadi manusia!

HOMILI
    Marilah pada malam ini kita dalam hati berlutut di hadapan palungan kandang hewan, di mana Yesus berbaring. Menghadapi kenyataan itu Paus Benediktus XVI pernah berkata, bahwa "misteri Natal tampak begitu indah, sehingga ibaratnya tidak mungkin merupakan suatu kenyataan". Kita semua dalam batin merasa tergugah apabila melihat suasana di tempat di mana Yesus dilahirkan di Betlehem. Kita ini tidak mampu memahami cinta kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Dalam diri Yesus Allah berbuat demikian bukan karena kita ini layak, tetapi melulu karena kasih-Nya yang tak terbatas kepada kita. Allah sungguh menghendaki, agar kita manusia ciptaan-Nya dapat mengambil bagian dalam kebahagiaan-Nya yang abadi.

    Menghadapi peristiwa di Betlehem itu kita hanya dapat bersyukur sebulat hati, dan dengan rendah hati kita harus bertekad untuk makin memperdalam dan meyakini kepercayaan iman kita. Bagi Yesus kelahiran-Nya di Betlehem merupakan tindakan awal atau permulaan kasih-Nya, tetapi yang akan diteruskan-Nya terus menerus sepanjang hidup-Nya yang pendek di dunia ini. Dalam diri Yesus Allah menjadi manusia, dan kita manusia ini dijadikan sahabat-sahabat Yesus putera-Nya. Karena itu marilah kita semua memelihara dan melaksanakan persahabatan Yesus dengan kita ini. Apabila kita memenuhi apa yang diharapkan Allah dari kita ini, maka kita seperti Yesus akan ikut merasakan kebahagiaan Bapa-Nya di surga. Sementara itu, solidaritas di antara manusia yang hidup bersama sebagai saudara dan sahabat di dunia ini, itulah pesan Natal yang harus kita laksanakan selama hidup di dunia, menurut teladan Yesus sendiri.

    Agar dapat merayakan peristiwa Natal yang terjadi di Betlehem secara benar, kita semua perlu bertanya kepada diri kita masing-masing : Apakah aku ini sungguh-sungguh menyediakan tempat untuk menerima Kristus dalam diriku? Apakah diriku terlalu penuh sesak dengan urusan-urusan kepentinganku pribadi? Apakah hatiku terlalu penuh dengan hal-hal keduniaan lain, sehingga tidak ada tempat lagi bagi Tuhan, seperti harus di alami Yesus di Betlehem?

    Sejak peristiwa di Betlehem 20 abad yang lalu, Tuhan selalu mau lahir kembali dan berada di dalam hati kita semua! Apakah kita selalu bersedia menyediakan dan membuka hati kita untuk menerima Dia? Apabila Ia sungguh lahir kembali dalam diri kita, Yesus akan memperkaya kita dengan apa yang ingin diberikan-Nya kepada kita, yaitu damai, kegembiraan dan kesejahteraan dalam hati kita semua tanpa perbedaan. Dapatkah kita sebagai murid Kristus merasakan kebahagiaan dan kegembiraan Natal sejati, apabila sekarang pun, 20 abad sejak kedatangan-Nya, kelahiran miskin Yesus di Betlehem yang menyedihkan masih terulang lagi dan masih terjadi di mana-mana?

    Paus Benediktus XVI berkata : "Mungkin kita kita ini lebih mudah menyerah kepada kekuatan dan kesombongan. Tetapi Kristus tidak memaksa kita menyerahkan diri kepada-Nya. Kristus lebih menyapa hati kita dan mengundang kesediaan kita untuk menerima kasih-Nya. Kristus telah membuat diri-Nya kecil dan sederhana, justru untuk membebaskan kita dari pelbagai pretensi atau ambisi keagungan dan kesombongan kita. Ia, Allah, secara bebas menjadi manusia, untuk membebaskan kita sepenuhnya, agar dapat mencintai Dia sepenuhnya juga".

    Di samping itu Paus Benediktus XVI juga mengajak kita berdoa untuk mohon kepada dua orang tokoh, yang hadir pada saat Yesus dilahirkan di Betlehem, yaitu Maria dan Yusuf. Beliau berkata :

    "Marilah kita mohon Santa Perawan Maria sebagai tabernakel Sabda, yang menjadi daging, dan mohon Santo Yusuf, sebagai saksi peristiwa keselamatan tanpa berbicara, agar supaya mereka meneruskan kepada kita rasa batin mereka, tatkala mereka itu menantikan kelahiran Yesus. Agar dengan demikian kita dapat mempersiapkan diri dan merayakan secara suci kedatangan Kristus dalam Natal, penuh kegembiraan iman dan akhirnya berpuncak pada pertobatan diri yang tulus seutuh-utuhnya".

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/