Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MALAM PASKAH /C/ 2019

Rom 6:3-11; Luk 24:1-12;

PENGANTAR
    Beberapa orang perempuan, antara lain Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus, datang di makam Yesus membawa rempah-rempah untuk membalsami jenazah Yesus. Ternyata makam-Nya telah terbuka, kosong dan Yesus sudah tidak ada. Mereka termangu-mangu. Murid-murid Yesus sendiri (para rasul!) juga tercengang, ketika mendengar berita itu. Ternyata mereka semua itu secara psikis tidak siap menghadapi kenyataan itu. Padahal Yesus sudah mengatakan, bahwa Ia akan menderita, mati dan pada hari ketiga akan bangkit kembali. Kata-kata Yesus tidak diingat kembali. Mereka selalu ingin minta bukti. Tetapi iman pada dasarnya bukan diperoleh dan dimiliki atas dasar bukti.

HOMILI
    Jawaban atas ketakutan dan keragu-raguan orang-orang perempuan dan para murid Yesus diberikan oleh dua orang malaikat yang menampakkan diri dan berkata : "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini. Ia telah bangkit" (Luk 24:5-6). Yesus sudah mengatakan beberapa kali, bahwa Ia akan menderita dan mati karena orang-orang berdosa, tetapi akan bangkit kembali.

    Keselamatan umat manusia adalah suatu proses perjalanan sejarah. Dalam Perjanjian Baru sejarah keselamatan kita itu di mulai dengan kelahiran Yesus di Betlehem. Dan arus perjalanan sejarah penyelamatan Yesus itu bermuara dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Dalam teologi kristiani Yesus menjadi Kristus. Artinya Yesus menjadi "Dia Yang Diurapi". Yesus Kristus menjadi Penyelamat, sebagai Penebus kita. Dalam perayaan Natal para malaikat telah memberitahukan kepada gembala-gembala, bahwa Maria melahirkan Yesus sebagai Penyelamat di Betlehem. Sang Penyelamat datang untuk membawa umat manusia kepada kehidupan kekal. Maka secara reflektif kita dalam iman dapat menarik kseimpulan, bahwa Yesus yang datang untuk membawa manusia kepada hidup kekal, tidak mungkin mati dan tidak dapat hidup kembali! Yesus berasal dari Allah. Maka pada hakikatnya Ia sendiri adalah kehidupan. Sebagai Penyelamat Ia mengalahkan dosa dan kematian. Ia adalah pemberi hidup! Karena itu ditegaskan oleh kedua pemuda/malaikat di makam Yesus kepada orang-orang perempuan : "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?

    Apakah pesan Injil Lukas dalam Malam Paskah ini?

    Para murid Yesus, yang akan menjadi rasul-rasul-Nya, selama tiga tahun telah dipanggil Yesus untuk mengkuti-Nya. Mereka telah bergaul dengan Dia, mendengarkan sabda-Nya, melihat apa yang dilakukan-Nya, tetapi juga melihat penderitaan-Nya, bahkan menyaksikan hukuman mati yang dijatuhkan pada diri-Nya. Dan akhirnya pelaksanaan penyaliban-Nya di salib. Dan ketika mendengar berita tentang kebangkitan-Nya mereka tidak percaya. Berita dari orang-orang perempuan, yang menyaksikan makam kosong, dianggapnya sebagai omong kosong. Padahal telah beberapa kali Yesus telah berbicara tentang kebangkitan-Nya sebagai Guru mereka.

    Mengapa? Karena kepercayaan akan kebangkitan bukan kita peroleh dari bawah dan dari luar, atau hanya dari keinginan kita sebagai manusia, melainkan dari atas, yakni dari sabda dan karya Allah sendiri. Kepercayaan akan kebangkitan diberikan atau diwahyukan oleh Allah sendiri. Dan itu terjadi dan diberikan oleh Allah kepada murid-murid Yesus melalui kebangkitan-Nya. Dan melalui berita mengenai keheranan atau keragu-raguan orang-orang perempuan, yang setia kepada Yesus, dan ketidakpercayaan para murid-murid Yesus, termasuk Santo Petrus, yang menjadi wakil-Nya yang pertama, akhirnya dengan keterangan kedua orang malaikat yang tampil di makam Yesus yang berkata : "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?", akhirnya mereka percaya akan kebangkitan-Nya. Iman atau kepercayaan kristiani sejati memang bukan kita peroleh atas dasar bukti-bukti, melainkan akan kepekaan hati terhadap wahyu Allah. Iman bukanlah ilmu, pengetahuan ataupun keahlian, melainkan kepekaan dan kesediaan batin untuk menerima sabda Dia Yang Mahatahu. Kristus hanya akan bangkit dalam diri orang yang terbuka dan rendah hati untuk, baik secara sadar ataupun tidak sadar, bersedia menerima Diri-Kristus seperti adanya akan diselamatkan.

    

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/