Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH VII/A/2017

Kis 1:12-14; 1 Ptr 4:13-16; Yoh 17:1-11;

PENGANTAR
    Hari ini adalah Hari Komunikasi Sedunia. Bagi kita umat kristiani, bukan hanya diingatkan akan pentingnya untuk saling berkomunikasi antar sesama manusia secara lahiriah, melainkan juga untuk saling berkomunikasi secara batin atau rohani dengan Allah dan dengan sesama kita. Dan Kitab Suci hari ini kita akan mendengarkan Injil Yohanes Bab 17:1-11. Seluruh Bab 17 dalam Injil Yohanes merupakan doa Yesus bagi diri-Nya dan murid-murid-Nya.

HOMILI
    Yesus mengucapkan doa-Nya sebagai imam, maka doa Yesus dalam Injil Yohanes hari ini adalah suatu doa imami, atau doa-Nya sebaga imam. Yesus berkomunikasi dengan Allah Bapa-Nya dengan menyampaikan permohonan, baik untuk diri-Nya sendiri namun juga untuk murid-murid-Nya. Doa Yesus diucapkan-Nya sebelum Ia ditangkap dan menderita! Tetapi Ia justru berdoa: "Bapa, telah tiba saatnya : permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memper-muliakan Engkau". Ternyata "kemuliaan Anak-Mu", yaitu diri Yesus sendiri, adalah penderitaan dan kematian-Nya! Dalam doa-Nya itu Yesus mengungkap-kan diri-Nya sebagai Penebus, sebagai seorang putera yang rela menyediakan diri untuk berkorban tanpa batas. Yesus mengasihi Bapa-Nya, yang mengasihi umat manusia. Dan karena kasih-Nya kepada Bapa-Nya Ia juga mengasihi umat manusia, walaupun berdosa. Yesus diutus untuk menyelamatkan manusia, dan Ia taat dan setia tanpa memikirkan diri-Nya sendiri dan tanpa batas.

    Tetapi tugas kasih untuk menyelamatkan umat manusia, yang telah dilaksanakan Yesus itu dipercayakan juga kepada murid-murid-Nya. Doa imami Yesus itu merupakan sumber kepercayaan dan kekuatan segenap murid-Nya, juga berlaku bagi kita sebagai murid-murid Yesus sekarang ini. Doa Yesus kepada Bapa-Nya harus menjadi sumber doa Gereja abad demi abad sampai sekarang. Kita harus selalu belajar dari doa Yesus tersebut.

    Yesus berdoa agar pertama-tama Bapa-Nya dimuliakan. Dan juga agar Diri-Nya sebagai Putera-Nya yan tunggal juga dimuliakan. Tetapi ternyata kemuliaan paling agung bagi Yesus sebagai Putera Allah Bapa adalah pengorbanan diri-Nya dengan kematian di kayu salib.

    Menurut logika atau menurut jalan pikiran kita yang masuk akal, sungguh sukar terpahami, bahwa kemuliaan yang disebut Yesus dalam doa-Nya ialah justru kematian-Nya yang hina di kayu salib! Hanya dengan imanlah kita dapat memahami, bahwa kasih Allah ternyata memang tidak mengenal batas! Kasih Allah tidak akan berkata: "Kasih-Ku adalah terbatas". Yesus yang diutus Bapa-Nya untuk menyelamatkan umat manusia mohon kepada Bapa-Nya: "Bapa, ampunilah mereka itu!". Dari permohonan Yesus itu terungkaplah penegasan ini, yaitu bahw kasih Allah adalah lebih kuat dari pada dosa. Kebangkitan Yesus, yang mati hina di salib membuktikan, bahwa kasih juga lebih kuat daripada kematian.

    Dengan mendengarkan dan memahami doa imami Yesus dalam Injil Yohanes hari ini, kita bertanya kepada diri kita sendiri: "Apakah aku bersedia memikul salib percobaan dalam hidupku melalui jalan yang telah ditempuh Yesus sendiri?". Siap dan berani kita memikul salib, yang tidak kita cari sendiri, tetapi kita hadapi, adalah satu-satunya cara yang benar dan pasti untuk mengasihi Kristus dan memuliakan Allah Bapa-Nya dan Bapa kita!

    Doa imami Yesus kepada Bapa untuk diri-Nya sendiri juga berlaku untuk kita sekarang ini. Di dalam doa imami-Nya itu terdapat dan terungkap suatu unsur hakiki atau fundamental sebagai pegangan hidup-Nya, yakni kepercayaan (trust, confidence) kepada Bapa-Nya. Kepercayaan Yesus kepada Bapa-Nya itu harus juga merupakan kepercayaan kita kepada Yesus, dan bersama Yesus kepada Bapa-Nya.

    Dalam doa imami-Nya terungkaplah kepercayaan Yesus kepada segenap murid-Nya, bukan hanya dahulu kepada para rasul, melainkan juga kepada kita sekarang ini. Maka kita sekarang ini juga sadar dan berani membalas kepercayaan Yesus kepada kita semua sebagai Gereja-Nya. Kita dipanggil untuk ikut mengambil bagian dalam perutusan atau misi-Nya, yaitu menyelamatkan dunia ini.

    Kita ini masing-masing tidak boleh hanya mau menyelamatkan diri kita sendiri, tetapi juga harus ikut menyelamatkan orang lain. Kita mulai dengan mengadakan transformasi diri sendiri. Kemudian transformasi dalam keluarga, selanjutnya dalam komunitas dan masyarakat. Jangan sampai kepercayaan yang diberikan Yesus kepada kita semua, meskipun sesuai dengan kemampuan, keadaan dan kemampuan kita masing-masing, tidak kita tanggapi dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab.

    Akhirnya hari ini adalah Hari Komunikasi Sedunia. Komunikasi tentang hal-hal jasmani-duniawi di dunia ini sangat ditolong dengan adanya sarana komunikasi yang makin canggih. Syukur kepada Tuhan. Namun, semoga sarana komunikasi canggih ini sekaligus juga dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk pelaksanaan komunikasi hal-hal rohani-surgawi, sehingga kesejahteraan dan keselamatan jasmani dan rohani umat manusia yang diinginkan dan dicita-citakan dapat diterima secara utuh.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/