Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XX/C/2013

Yer 38:4-6.8-10  Ibr 12:1-4  Luk 12:49-53

PENGANTAR
    Ketika Yesus lahir di Betlehem, Injil Lukas memberitakan, bahwa malaikat mewartakan kabar gembira: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:14). Tetapi Injil Lukas juga menulis ucapan Yesus ini: “Aku datang melemparkan api ke bumi…Kamu sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! Hari ini kata-kata tentang Yesus dan ucapan-ucapan-Nya disampaikan juga kepada kita. Marilah kita mempersiapkan diri untuk mendengarkan sabda-Nya, agar kita makin siap pula menerima tubuh dan darah-Nya dalam Ekaristsi dengan penuh harapan.

HOMILI
    Sebagai manusia Yesus menyapa kita secara manusiawi juga. Sebagai seorang pendidik  yang sempurna  Ia tahu cara terbaik untuk menampilkan diri serta untuk  menyampaikan ajaran-Nya kepada semua orang yang mau mendengarkan-Nya. Kadang-kadang Yesus menyampaikan  pesan atau ajaran-Nya dengan cara atau bahasa yang sepintas lalu terdengar sebagai  ucapan yang keras, bahkan seolah-olah bertentangan. Salah satu contohnya ialah Injil Lukas hari ini.

    Sebenarnya  apa yang  ingin disampaikan kepada kita dalam Injil Lukas itu pada dasarnya ialah, bahwa kita diajak dan diingatkan supaya kita hidup dengan selalu siap siaga dan bersedia. Bukan bersikap pasif, acuh tak acuh atau hanya pilih-pilih yang mudah dan ringan. Yesus berkata:Aku datang melemparkan api ke bumi”. Api yang bernyala-nyala adalah gambaran tentang terang yang jelas dan menarik perhatian. Tetapi terutama merupakan sesuatu yang tidak dapat dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Perhatikan kebakaran yang kini terjadi di mana-mana! Makna rohani adanya  api Yesus itu ialah, bahwa kedatangan Yesus dengan ajaran-Nya merupakan  sesuatu  yang  harus  mendapat reaksi terhadapnya. Kita ini sebagai orang yang telah dibaptis sebagai orang kristiani, tidak boleh acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap kehadiran Yesus di dunia ini, di dalam masyarakat, di dalam komunitas, di dalam keluarga, bagaikan api yang menyala. Nah,  orang-orang yang suci, baik yang resmi dihormati oleh Gereja sebagai  Santo atau  Santa, maupun  mereka yang  tidak  resmi  diketahui  apalagi  diumumkan oleh Gereja, tetapi hidup, bersikap dan berbuat sebagai orang yang sungguh kristiani terhadap Tuhan dan sesamanya, - mereka ini adalah orang-orang yang  imannya menyala bagaikan nyala api  kasih Yesus di dalam masyarakat. Hati mereka ini tergerak oleh  nyala api Yesus, dan  terbakar  olehnya. Dan mereka sendiri menjadi nyala api yang menerangi hati orang-orang sesamanya.

     Kemudian Yesus berkata: Aku harus menerima pembaptisan, dan betapakah susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung. Kamu sangka Aku datang membawa damai ke bumi?  Bukan damai, melainkan pertentangan! Apa sebenarnya yang dimaksudkan Yesus?

      Bersedia mengkuti Yesus berarti bersedia menempuh jalan hidup yang ditempuh-Nya juga! Di samping baptis simbolis di sungai Yordan, Yesus dibaptis dengan air suci  yang  berupa darah-Nya sendiri!  Pembaptisan-Nya berpuncak pada  kematian-Nya di salib! Gerak hidup, ajaran dan kesediaan-Nya menderita dan mati di salib, - itulah sikap siap siaga dan bersedia yang dimaksudkan Yesus dengan kata-kata-Nya: “Aku datang melemparkan api ke bumi”.

Akhirnya apa arti ucapan Yesus yang berkata: Kamu sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai melainkan pertentangan!”. Artinya: barangsiapa ingin memilih Kristus, maka ia akan menghadapi dan berjuang melawan apa yang tidak dikehendaki Kristus. Orang kristiani sejati tidak boleh  bersikap ganda terhadap apapun,  yang bertentangan dengan ajaran dan sikap Kristus tentang apa yang benar dan yang palsu, yang baik dan yang jahat! Keputusan atau pilihan selalu menuntut suatu pemisahan.

     Perpisahan ini dapat terjadi di mana pun, di dalam lingkungan apapun. Perbedaan pendapat, pertentangan, bahkan permusuhan dapat terjadi juga dalam keluarga. Sebab mendengarkan sabda Kristus dan memilih mengikuti Dia adalah keputusan setiap pribadi. Kristus tidak menghendaki adanya orang-orang yang tidak mengambil keputusan dengan sesungguhnya. Misalnya memilih hanya demi kerukunan, hanya untuk menghindari pertengkaran satu sama lain, tetapi bukan demi kebenaran dan kesungguhan niat untuk mengikuti Kristus.

          Demikianlah Injil Lukas hari ini mengajak kita untuk menjadi orang kristiani sejati, bukan hanya secara sekadarnya, hanya demi ketenteraman, demi hidup lebih nyaman, tetapi sebenarnya dengan demikian  kita  menjadi seorang pribadi yang tidak utuh, tidak berprinsip tegas,  tidak  berperindirian teguh. Hati kita dingin bahkan beku, bahkan tidak mudah terbakar . Injil hari ini mengingatkan kita, agar kita sebagai orang krisitani yang sudah dibaptis, tanpa kekecualian, harus makin menyadari keberadaan kita sebagai  murid Yesus  sejati yang harus merasa diterangi dan dihangatkan, bahkan terbakar oleh kehadiran-Nya sebagai api yang menyala. Kita harus menjadi api yang menyala, agar dapat ikut menyalakan api Kristus dalam hati sesamanya kita.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/