Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXI/C/2016

 Yes 66:18-21 Ibr 12:5-7.11-13 Luk 13:22-30


PENGANTAR

     Dalam Injil Lukas hari ini Yesus menegaskan, bahwa Ia datang untuk menyelamatkan kita. Tetapi untuk dapat diselamatkan, artinya agar kelak dapat hidup bahagia abadi bersama Dia, ada syarat-syarat mutlak yang harus dipenuhi. Marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita merenungkan apakah syarat-syarat yang hatus kita laksanakan agar kita sungguh dapat diselamatkan.

HOMILI
     Allah adalah mahakasih, dan dalam kasih-Nya Ia juga mahaadil. Setiap dan semua orang akan diselamatkan, sebab Allah sungguh mengasihi mereka semua. Tetapi Ia hanya mengasihi siapapun yang mau dikasihi. Dan tanda orang yang mau dikasihi Allah ialah orang yang mau hidup menurut kehendak-Nya, seperti telah diajarkan dan bahkan dilaksanakan sendiri oleh Yesus, Putera-Nya, dalam hidup-Nya. Meskipun manusia itu lemah dan banyak dosanya, namun apabila ia sungguh menyesali dan mau hidup menurut kehendak Allah, seperti diajarkan oleh Kristus, Ia tetap dikasihi dan akan diselamatkan-Nya.

     Timbullah pertanyaan: Apakah sebenarnya maknanya "diselamatkan"? Bagi kita umat kristiani, sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita ini mau hidup sebagai pengikutNya. Apa sebenarnya yang disebut Kerajaan Allah, di mana kita diselamatkan?

     Keselamatan bukanlah suatu kenyataan/fakta yang akan sekaligus terwujud, melainkan suatu perjalanan sepanjang hidup kita masing-masing. Dalam perjalanan hidup kita harus bersikap dan berbuat sebagai sahabat Yesus. Dan bersama Dia kita harus menjadi sahabat sesama manusia, yang juga menempuh perjalanan hidup yang sama. Pelaksanaan perjalanan ini bukanlah asal berjalan menurut selera, keinginan pribadi melulu, terutama mementingkan diri sendiri. Pelaksanaan perjalanan hidup kita sebagai orang, yang sungguh beriman otentik harus bersifat transformatif. Artinya ajaran dan teladan Yesus harus mengubah cara kita berpikir, bersikap dan bertindak, serta terbuka dan peka terhadap sesama. Jangan sampai justru sebagai orang yang merasa dirinya modern atau merasa maju, malahan memiliki pandangan yang sempit atau sangat egosentris.

     Nah, inilah yang dimaksudkan Yesus dalam Injil Lukas hari ini: Makin egoistis membuat kita makin sempit dalam pandangan, makin sempit hati kita, sehingga makin sempitlah juga pintu, yang harus kita lalui untuk diselematkan, atau untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

     Dalam ensikliknya yang berjudul "Redemptionis Missio" atau "Perutusan Penebusan" Paus Santo Yohanes Paulus II menegaskan, bahwa anugerah keselamatan Allah bukan hanya terbatas pada umat kristiani saja, yang percaya kepada Kristus. Keselamatan Allah ditujukan kepada segenap umat manusia, yang secara sadar atau tidak secara sadar, masing-masing menurut keyakinan imannya sesuai dengan hati nuraninya. Tetapi menurut ajaran Gereja, diketahui atau tidak diketahui hanya melalui Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penyelamat. Tetapi Gereja bukan lagi mengatakan: "Extra Ecclesiam nulla salus", artinya "Di luar Gereja tiada keselamatan", melainkan: "Extra Christum nulla salus", yakni: "Di luar Kristus tiada keselamatan".

     Namun bagi kita umat kristiani, harus berani bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah aku ini resmi sebagai pengikut Kristus pasti diselamatkan? Kita harus tahu dan sadar, bahwa keselamatan kita bukanlah otomatisme ataupun formalisme! Bukan otomatis, bukan karena sudah dibaptis, pasti diselamatkan. Secara simbolis, bukan karena sudah dibaptis sudah pastikah juga memasuki dengan mudah pintu sempit Kerajaan Allah.

     Pada dasarnya Kristus telah menyediakan keselamatan kepada kita semua, khususnya umat kristiani. Tetapi sejauh manakah kita menyadari hal ini, apalagi hidup sesuai dengan ajaran Kristus sendiri? Apakah aku ini sungguh mengenal Kristus. Apakah aku sungguh mendengarkan, memahami ajaran dan perintahnya serta sungguh melaksanakannya? Jangan-jangan bila kita datang atau dipanggil kepada-Nya untuk menghadap-Nya Kristus akan mengulangi kata-kata-Nya dalam Injil hari ini: "Aku tidak tahu dari mana kamu datang", bahkan sampai ditambahkan: "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!".

     Pesan Yesus dalam Injil Lukas hari ini merupakan ajakan ini. Marilah kita selalu menyadari secara jujur keberadaan dan kehidupan kita sebagai orang kristiani sejati, masing-masing menurut keadaan atau panggilan hidup pribadinya. Bukan hanya atas dasar baptis kita, resmi sebagai orang kristiani, melainkan lebih dinilai sejauh manakah kita masing-masing berusaha secara jujur dan sungguh-sungguh menghayati hidup menurut ajaran, perintah dan teladan Yesus sendiri.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/