Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXV/C/2016

 Am 8:4-7 1 Tim2:1-8 Luk16:1-13


PENGANTAR

    Dalam perayaan Ekaristi ini, demi kesatuan kita dengan Yesus Kristus yang lebih erat dan mendalam, Yesus memberi nasihat, bahkan perintah yang sangat fundamental bagi keselamatan kita, yaitu tentang harta. Ia berkata: "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon?" (Luk 16:13).

HOMILI
     Dewasa ini kita menghadapi suatu masyarakat di dunia kita ini yang menghadapi hal-hal, kejadian, peristiwa, perbuatan yang luarbiasa. Perkembangan kemajuan teknologi di aneka bidang, yang patut disyukuri dan dihargai. Juga semangat dan gerakan rohani, seperti misalnya naik haji dan berziarah, yang makin meningkat. Namun sekaligus ikut berkembang pula bertambahnya arus gelombang negatif yang menyertai gerak kemajuan yang positif itu. Salah satu arus negatif tersebut ialah di bidang harta atau keuangan. Setiap hari ada berita tentang korupsi, justru sebagian besar terjadi di kalangan orang-orang besar dan penting dalam masyarakat. Tetapi uang, harta, kekayaan yang sangat diinginkan orang itu, dan memang merupakan pahala yang diberikan oleh Allah, agar manusia ciptaan-Nya itu dapat sungguh mencukupi kebutuhan hidupnya, ternyata tidak diperoleh dan digunakan sesuai dengan kehendak-Nya. Malahan disalahgunakan.

     Dalam Injil Lukas hari ini Yesus berkata sangat tajam tetapi benar tentang seorang bendahara yang tidak jujur: "Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang" (Luk 16:8). Yesus mengingatkan kita akan pengertian yang tepat mengenai hubungan antara hidup kita sekarang di dunia ini dan hidup kita kelak di kemudian hari sesudah kematian! Yesus tahu banyak orang ahli mencari uang, mencari keamanan, kepastian dan jaminan masa depan hidupnya sekarang ini. Mereka itu tidak bersalah, dan mereka berbuat baik. Tetapi dengan kelebihan harta yang dimilikinya, mengapa mereka tidak juga berusaha sekuatnya untuk membantu atau berbuat baik kepada sesamanya. Bukankah dengan menolong sesama, seperti diajarkan dan dilakukan oleh Yesus sendiri, mereka akan dapat memastikan dan menyelamatkan keadaan jiwa mereka di kemudian hari?

     Allah menghendaki agar segenap umat-Nya dapat hidup dengan cukup dan dapat bahagia. Kalau kita sungguh mengasihi Allah, seperti dibuktikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya sampai rela mengorbankan hidup-Nya, apakah kita tidak bersedia sebagai pengikut-Nya untuk membantu sesama kita, agar juga dapat hidup bahagia?

     Setiap orang yang sungguh beriman dan mencintai Allah, pasti akan juga berikhtiar menghayatinya di dalam hidup dan pekerjaannya. Ia harus bekerja tekun, menggunakan waktu dengan tepat dan mencari keuntungan secara wajar. Namun sebagai orang beriman ia juga harus sadar dan ingat akan kebutuhannya yang lain juga, yang harus dan hanya dapat dilaksanakan dan diperoleh atas usahanya sendiri, yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan rohaninya kelak di surga. Hidup kita tidak terbatas sekarang ini. Ada kehidupan lain yang bahkan tak terbatas. Karena itu bukan hanya suatu perhitungan teliti, yang dituntut mutlak untuk memperoleh kekayaan jasmani dan duniawi, melainkan secara mutlak pula dituntut suatu usaha untuk memperoleh kekayaan rohani dan abadi!

     Apakah pesan yang dapat kita terima dalam perumpamaan Yesus hari ini?

Pertama: Sebagai umat beriman, kita harus selalu tabah hati dan memiliki ketekunan, apabila menghadapi tantangan hidup yang berat.

Kedua: Supaya dalam segenap usaha kita untuk mencari, memiliki dan menggunakan harta duniawi, kita harus berusaha untuk menempatkannya dalam hubungan kita dengan sesame, terutama yang berkekurangan.

Ketiga: Siapapun yang memiliki harta/kekayaan harus selalu sadar, bahwa kita bukanlah pemilik mutlak harta kekayaan dunia ini, melainkan diperbolehkan Tuhan untuk mengambil bagian dalam kekayaan dunia milik-Nya, tetapi yang harus juga dapat diterima dan ikut dinikmati seluruh penduduknya.

     Agar kita semua ini mampu melaksanakan semua itu, kita diundang untuk bersikap, hidup dan berbuat menurut teladan Yesus. Seperti seorang businessman harus menggunakan kebijaksaan, untuk dapat sukses dalam usahanya, demikian juga setiap orang kristiani harus bersedia mengikuti teladan hidup Yesus, agar patut diterima atau berkenan kepada Allah. Kita ini bukanlah pemilik harta mutlak. Dan dalam Kerajaan Allah anugerah dan pahala rahmat Tuhan hanya akan diberikan kepada orang-orang, yang membuktikan kesetiaannya di dalam melaksanakan ajaran dan teladan Yesus Kristus. Orang kristiani sejati hanya sungguh bahagia, apabila ia juga tahu menolong sesamanya juga merasa bahagia. Betapa kita bahagia apabila sesama kita tidak berkekurangan.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/