Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH I/C/2013

Ul 26:4-10  Rom 10:8-13  Luk 4:1-13


PENGANTAR   
      Sejak Rabu Abu kita berada dalam masa pantang dan puasa. Bahwa pantang dan puasa itu penting bagi kita, Kitab Suci menunjukkan kepada kita bahwa Yesus yang kita kenal sebagai Penyelamat kita pun harus berpantang dan berpuasa di padang gurun selama 40 hari. Injil menegaskan, bahwa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun” Ajaran Yesus kepada kita untuk diselamatkan bukan hanya  diberikan dengan khotbah dan perintah-Nya, tetapi juga bahkan terutama dengan pengalaman hidup-Nya sendiri. Injil Lukas hari ini berceritera tentang pencobaan dan godaan setan yang dialami-Nya di padang gurun. Marilah kita mendengarkan pesan Injil, yang disampaikan kepada kita pada Hari Minggu Prapaskah I ini.

HOMILI
      Lewat Kitab Suci kita dapat belajar dari Yesus, yang adalah Putera Allah tetapi menjadi manusia seperti kita. Ia menyebut diri-Nya Putera Manusia, jadi dalam segalanya Ia seperti kita, namun tidak berdosa. Meskipun tidak berdosa, Ia mengalami segala pencobaan. Tetapi dengan mengalami pencobaan itu tampaklah siapakah pribadi Yesus itu sebenarnya dan bagaimanakah ajaran-Nya. Apakah Yesus itu sekadar nabi biasa atau disebut “orang besar”? Ataukah Ia itu seorang tokoh pribadi yang sungguh lain?

      Yesus dalam hidup-Nya sebagai Penyelamat, namun juga sungguh sebagai manusia, menghadapi pencobaan di tiga bidang kehidupan yang mendasar ini.

  1. Manusia dalam hidupnya tidak boleh hanya memperhatikan dan tergantung dari kebutuhan materiil.
  2. Dalam hidup kita, dalam segala hal Allahlah yang harus kita utamakan, kita sembah dan ikuti kehendak-Nya.
  3. Iblis minta bukti bahwa Allah sungguh mengasihi Yesus. Tetapi Yesus menjawab bahwa Ia tidak harus membuktikan bahwa Allah khusus mengasih-Nya.

Apa pesan Injil Lukas hari ini kepada kita?
      Menurut Injil, sesudah sampai tiga kali mencobai Yesus, tetapi tidak berhasil, Iblis “mundur daripada-Nya dan menunggu waktu yang baik”. Iblis mencari kesempatan yang lebih baik untuk mencobai Yesus lagi, yaitu ketika ia masuk ke dalam diri Yudas Iskariot, seorang pengkhianat dari keduabelas murid-Nya (Luk 22:3: “Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas,yang bernama Iskariot”). Bahkan Iblis itu juga masuk ke dalam diri Simon Petrus, yang menyangkal Yesus, meskipun ia kemudian  akan diangkat menjadi Wakil-Nya (Luk 22:31: “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum”.).

      Kenyataan adanya godaan atau pencobaan yang dialami oleh Yesus menyadarkan kita akan keadaan kita sebagai manusia yang sebenarnya. Kita adalah manusia bermartabat tinggi sebagai citra Allah, yang memiliki aneka anugerah Allah yang luhur. Tetapi kita juga sekaligus adalah makhluk yang lemah dan penuh kekurangan. Kita harus bertumbuh dan berkembang menjadi seorang pribadi kristiani sejati yang dewasa. Yesus menjadi teladan bagi kita. Ia pun harus mengalami pencobaan, dan baru sesudah mengatasi pencobaan di padang gurun, Yesus tampil sebagai Penyelamat yang berhadapan dengan aneka pencobaan dan tantangan luar biasa dari masyarakat.

      Kitapun hidup di tengah orang-orang dalam masyarakat, yang lebih banyak mengutamakan ekonomi yang kuat, kebutuhan makan minum yang lebih menyenangkan dan memuaskan daripada menaruh perhatian kepada Allah dan perintah-perintah-Nya terhadap sesama. Hidup kita dalam masyarakat adalah seperti di padang gurun. Pencobaan, godaan, tantangan apakah yang kita alami di padang gurun hidup kita masing-masing? Sejauh manakah kita berani dan berhasil mengubah padang gurun itu menjadi tempat subur yang menhasilkan tanaman yang dapat berbuah baik dan matang?

      Yesus adalah seorang pribadi yang telah mengalami segala pencobaan dan godaan! Ia mengenal kondisi kita, baik dari dalam maupun dari luar. Dengan demikian Ia dapat membantu kita untuk memiliki kemampuan dan kesediaan diri total untuk berbelaskasih kepada orang lain. Memang orang harus mengalami sendiri penderitaan agar dapat  memikirkan penderitaan orang lain! Dengan demi-kian Yesus meyakinkan kita, bahwa Allah selalu hadir dan membantu kita dalam menghadapi pencobaan, tangangan, bahkan juga di tengah dosa-dosa kta!

      Sebagai manusia dan sebagai orang kristiani pun, kita harus berjuang melawan pembawaan kita sebagai manusia yang lemah, berbuat banyak salah, bahkan berdosa. Kita tidak mampu mengatasi pencobaan tanpa rahmat Tuhan. Di samping segala usaha sendiri, kita harus percaya dan mohon pertolongan Tuhan. Bukan pencobaan itu sendirilah yang membuat kita berdosa, melainkan kekurangan atau tidak adanya kesungguhan dan keberanian untuk melawannya dan kepercayaan kepada Tuhan untuk mengatasinya.

      Yesus Kristus menyamakan diri dengan kita dalam perjuangan hidup kita. Yesus adalah sahabat orang-orang pemungut cuikai, teman orang-orang berdosa. Setiap orang yang percaya dan berdoa kepada Yesus, dengan bimbingan Roh-Nya akan mampu mengalahkan pencobaan, dan juga rela dan bahagia sebagai teman untuk menolong sesama mengatasi pencobaannya.  

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/