Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKA I/B/2015

Kej 9:8-15  1 Ptr 3:18-22 Mrk1:12-15


PENGANTAR
     Kitab Suci untuk Minggu Prapaskah I ini menunjukkan kepada kita awal proses penampilan diri Yesus kepada masyarakat. Selama 40 hari Ia berada dipadang gurun, mengalami godaan setan, Yohanes Pemandi ditangkap, pewartaan Kabar Gembira Allah mulai diwartakan. Ada dua hal patut kita perhatikan: 1. Apa yang diwartakanYesus kepada kita. 2. Apa yang juga diminta Yesus kepada kita?

HOMILI
     Sesudah dibaptis di Yordan oleh Yohanes Pemandi, Yesus dibimbing Roh Kudus pergi ke padang gurun, di mana Ia harus mempersiapkan diri 40 hari sebelum melaksanakan perutusan-Nya. Di sana Ia dicobai setan: Ia harus mengubah batu menjadi roti, digoda memiliki suatu kehormatan kedudukan, dan menghadapi tantangan tentang kekuasaan-Nya (lih.Mat 4:1-11; Ul 8:3; 6:13.16). Godaan atau pencobaan adalah kenyataan, yang menghalangi hubungan kita dengan Allah. Yesus pun dicobai! Sama dengan kita, Ia (Yesus) telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa”, demikian kesaksian Kitab Suci(Ibr 4:15).

     Sementara Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjara, Yesus menyiapkan diri-Nya di pandang gurun. Yesus tidak takut, meskipun Yohanes  ditangkap,Yesus justru mau tampil. Ia telah dibaptis dan Ia sadar akan perutusan-Nya. Penangkapan Yohanes justru dilihat-Nya sebagai awal saat kedatangan Kerajaan Allah. Penangkapan Yohanes Pemandi berlatar belakang situasi politik dalam masyarakat di bawah pimpinan Raja Herodes. Hal situasi politik serupa itu kini pun aktual di zaman kita sekarang ini. Situasi politik bisa menghambat pewartaan sabda Allah!Tetapi justru seperti di zaman-Nya, di dalam keadaan politik di dalam masyarakat yang bertentangan dengan kehendak Allah, Yesus justru harus tampil! Sebab hanya sabda Allahlah yang mampu mengisi kebutuhan hati manusia, yang paling dalam! Bukan keinginan manusia sendiri yang mampu melakukannya.

     Intisari pewartaan Kabar Gembira yang diwartakan Yesus ialah:Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!(Mat 1:15). Pewartaan Yesus itu mengandung empat hal: 1. Masa menanti sudah lewat. 2. Kerajaan Allah sudah tiba. 3. Harus ada perubahan hidup. 4. Dituntut percaya akan Kabar Gembira.

     *Waktu penantian sudah lewat. Bagi banyak orang Yahudi, seperti bagi kaum  Farisi, Kerajaan Allah tidak akan tiba sebelum segala perintah Taurat secara lahiriah dipenuhi. Bagi para pengikut Raja Herodes Kerajaan Allah baru tiba bila mereka sudah menguasai seluruh dunia. Tetapi pandangan Yesus total berbeda. Waktu penantian sudah lewat. Masa mulai berganti.

     *Kerajaan Allah sungguh telah tiba! Bagi kaum Farisi dan banyak kaum Yahudi lainnya kedatangan Kerajaan itu tergantung dari usaha mereka sendiri. Yakni bila seluruh Taurat sudah dilaksanakan. Dalam menghadapi pandangan tersebut Yesus menegaskan: “Kerajaan Allah sudah tiba”. Itu bukan berarti sudah berlangsung pada suatu saat tertentu. Artinya, Kerajaan Allah sudah hadir bagi setiap orang yang mengharapkannya, tetapi dengan pandangan dan harapan yang berbeda dengan pandangan kaum Farisi. Kerajaan Allah sudah tiba bagi setiap orang, yang menerima kesejukan sabda-Nya dan merasakan kehangatan kasih-Nya.

Kedatangan Kerajaan Allah ditandai dengan adanya perubahan hidup.
     Pergantian mental dalam hidup itu sering disebut sebagai pertobatan, atau suatu penyesalan mendalam. Pada dasarnya pertobatan berarti suatu perubahan total dalam berpikir dan hidup. Bila kita ingin percaya akan kehadiran Kerajaan Allah yang benar, kita harus mau melihat, berpikir, hidup dan bertindak secara lain. Kita harus mau dan rela mengubah cara pandangan dan pelaksanaan hidup kita dengan cara hidup yang baru. Kita harus berani menyingkirkan egoisme, disamping itu juga meninggalkan legalisme atau “sikap dasar taat hanya demi hukum” seperti diajarankan kaum Farisi. Kita harus sanggup menyiapkan diri untuk menerima, memahami dan melaksanakan sabda Allah dalam hatinurani kita setiap hari.

Percaya akan Kabar Gembira. Dalam kenyataan tidak mudahlah bagi kita untuk percaya akan Kabar Gembira Kristus. Terbukti tidak selalu mudah bagi kita untuk setia hidup menurut ajaran-Nya, walaupun kita resminya sudah menjadi murid-Nya lewat baptis! Bahkan mungkin sudah dibaptis sejak kanak-kanak! Kesulitan itu hanya bisa diatasi dengan iman/kepercayaan yang murni. Bila kita menerima suatu berita, yang tak pernah kita pikirkan dan sukar kita pahami, maka kita hanya mau menerimanya apabila si pembawa berita itu patut kita percayai. Bukankah kita pun berkata kepada sesama kita: “Percayalah akan berita ini, sebab aku menerimanya dari orang yang sungguh  dapat kita percayai dan tidak akan menipu kita”? Bila demikian, bukankah Yesus adalah sungguh seorang Pribadi yang sungguh dapat dan harus kita percayai

      Ketika Yohanes Pemandi masuk penjara, Yesus tampil mewartakan Kabar Gembira namun Ia juga sekaligus melaksanakannya. Ia mengusir setan, orang sakit disumbuhkan-Nya, Ia memperhatikan dan menghormati kaum kecil dan hina, menghibur orang susah, mengampuni orang berdosa, bahkan Ia menghidupkan kembali orang mati. Yesus bukan hanya pewarta namun sekaligus pelaksana apa yang diwartakan-Nya. Apa pesan Injil Markus kepada kita? Bukan hanya petikan Injilnya hari ini, tetapi dari seluruh Injilnya? – Berkali-kali Markus ceritera bahwa Yesus mengajar, tetapi tidak disebut ajaran apa yang diberikannya dengan kata, namun ditunjukkan dengan perbuatan.Yesus mengajar bukan hanya dengan kata-kata, tetapi sekaligus dengan perbuatan-Nya! Kita diingatkan: Tiada kata betapa pun indahnya akan bermakna, apabila tidak disertai perbuatan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/