Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH II/A/2017

Kej 12:1-4a; 2 Tim 1:8b-10; Mat 17:1-09.

PENGANTAR
    Dalam Minggu Prapaskah II ini kita akan mendengarkan tiga Bacaan Kitab Suci yang pendek, tetapi memperkenalkan dua tokoh, yang oleh Allah diikut-sertakan menentukan nasib dan keselamatan umat manusia. Dalam Perjanjian Lama (Bacaan 1) tokoh itu adalah Abraham, dan dalam Perjanjian Baru (Bacaan 2 dan Injil) tokoh itu adalah Yesus Kristus. Marilah dalam merayakan Ekaristi ini kita merenungkan peranan ke dua tokoh agung tersebut dalam karya keselamatan umat manusia oleh Allah.

HOMILI
    Tokoh pertama adalah Abraham. Tuhan memanggil Abraham untuk diikutsertakan dalam pelaksanaan rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Tanpa mengetahui kehendak Allah seluruhnya, Abraham rela menyediakan dirinya untuk melaksanakan apa yang dikehendaki Allah dari padanya. Ia bersedia meninggalkan tanah airnya ke tanah yang tidak dikenalnya, dan meninggalkan keluarga dan suku bangsanya. Tetapi ia percaya bahwa Allah akan membuat dirinya menjadi bapak suatu bangsa yang besar. Terbukti bahwa Israel dalam Perjanjian Lama adalah bangsa yang terpanggil Allah bukan hanya menyelamatkan keberadaannya sendiri, melainkan juga diutus untuk menyelamatkan bangsa-bangsa lain. Abrahamlah yang pada awal tampil sebagai wakil pelaksanaan tugas panggilan bangsanya, sesuai dengan keadaan dan tuntutan zaman dan kemampuannya. Dan untuk kesediaan dan kesetiannya itulah Tuhan bersabda: "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar. Dan segala kaum di muka bumi akan menerima berkat karena engkau (Kej 12:2-3)".

    Untuk dapat lebih memahami pesan yang disampaikan kepada kita dalam dalam Kitab Kej. 12:1-41a yang tadi telah kita dengarkan, kita harus mengetahui cerita dalam Kitab Kej. 11. Di situ terdapat ceritera tentang pembangunan suatu menara setinggi langit. Latar belakang keinginan mereka itu ialah, bahwa mereka ingin menyamai Allah, untuk memasyhurkan namanya sendiri. Dengan bahasa kita sekarang ini, latar belakang keinginan mereka itu disebut egoisme, bukan hanya dalam hubungan antar sesama, melainkan bahkan juga terhadap Allah. Terjadilah kekacauan, pertentangan dan permusuhan bukan hanya antar Allah dan manusia, melainkan juga antara manusia dan bangsa. Nah, menghadapi sikap dasar manusia melawan Allah dan antar manusia itulah, maka Kitab Kejadian 12 yang kita dengankan hari ini menampilkan seorang tokoh manusia, yaitu Abraham yang dipanggil, untuk membangun persatuan dan persaudaraan. "Aku (Tuhan) akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar. Dan segala kaum di muka bumi akan menerima berkat karena engkau (Kej 12:2-3)".

    Tokoh kedua adalah Yesus. Injil hari ini menerangkan kepada kita siapa dan peranan Yesus, seperti dahulu dilakukan oleh Abraham dalam Perjanjian Lama. Dalam Injil hari ini kita dengarkan berita tentang Yesus, yang naik ke gunung. Dan di gunung itu, seperti sebelumnya juga terjadi di sungai Yordan, ketika Ia dibaptis oleh Yohanes Pemandi, Allah telah bersabda: "Inilah Anak yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia! (Mat 17:5; lih. Mrk 1:11)". Nah, dengan keyakinan inilah Yesus taat melaksanakan kehendak Bapa-Nya, dengan risiko apapun yang akan dihadapi-Nya. Ia tidak akan mundur maupun menyimpang dari jalan, yang harus ditempuh-Nya menuju Yerusalem, untuk ditangkap, dihukum, menerita sengsara dan mati di salib. Tetapi sebagai Messias Ia akan bangkit lagi. Inilah pelajaran yang diberikan Yesus kepada ketiga murid-Nya di gunung Tabor, yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus, dan kemudian juga kepada semua rasul-Nya, dan kepada semua orang yang mau mengikut Dia.

    Melihat Abraham sebagai "Bapak iman" kita dalam Perjanjian Lama, kita bertanya kepada diri kita sendiri: "Apakah aku ini seperti Abraham juga? Sadar dipanggil Tuhan untuk melaksanakan perutusanku sebagai umat kristiani yang diserahkan kepadaku?" Abraham mendengarkan sabda Allah dan setia melaksanakannya. Yesus mendengarkan sabda Allah Bapa-Nya dan setia melaksanakannya. Apakah aku ini juga mendengarkan sabda Allah? Baik seperti Abraham maupun dan terutama seperti Yesus Kristus Putera-Nya?

    Yang diperintahkan Yesus kepada kita adalah tidak lebih dari pada yang diberikan Allah kepada Abraham, apalagi tidak lebih dari pada yang perintah Allah kepada Yesus. Mungkin secara jujur kita harus mengakui, bahwa iman kita belum kokoh dan sungguh mendalam, masih lemah, penuh keragu-raguan. Padahal seperti Abraham, seperti Yesus, kita harus mempunyai keyakinan, bahwa Allah adalah mahakuasa, mahakuat, mahakasih. Seperti dahulu maupun sekarang Allah telah menentukan arah perjalanan hidup, yaitu berani meninggalkan tanah kita sendiri menuju Tanah Terjanji: surga kediaman Allah.

    Berarti: bersedia meninggalkan kekurangan, kelemahan, keterikatan akan kepentingan diri sendiri, agar dapat sungguh siap sedia mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah. Seperti dilakukan oleh Abraham, terutama oleh Yesus sendiri.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/