Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN/C/2019

Yes 40:1-5.9-11; Tit 2:11-14; Luk 3:15-16.21-22;

PENGANTAR
    Sesudah pada Hari Minggu yang lalu kita semua telah merayakan penampakan Allah yang tampil sebagai manusia seperti kita, pada Hari Minggu ini kita merayakan Tuhan Yesus yang sebagai manusia dibaptis. Pada saat dibaptis olehYohanes Pemandi di sungai Yordan itulah Yesus diakui oleh Allah sebagai Putera-Nya. Yesus yang dibaptis inilah yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Marilah kita dalam misa kudus ini merenungkan makna baptis Yesus dan makna baptis kita sendiri.

HOMILI
    Dalam merayakan pesta Yesus yang dibaptis inilah sangat penting dan perlu bagi kita untuk berusaha memahami makna baptis yang telah kita terima. Yesus baru mulai tampil dan berkarya di depan umum sesudah Ia dibaptis. Kita hanya sungguh benar mengakui diri sebagai umat kristiani atau sebagai pengikut Kristus, apabila kita mau mengikuti-Nya dengan latar belakang pembaptisan Yesus sendiri.

    Injil Lukas mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis membaptis orang-orang dengan air, tetapi ia juga menegaskan bahwa Yesus membaptis "dengan Roh Kudus dan dengan api" (Luk 3:16). Seperti juga di dalam Kisah Rasul Lukas mengatakan, bahwa api itu dahulu bagi Gereja Perdana atau umat kristiani pertama dimaksudkan sebagai pencurahan Roh yang terjadi pada peristiwa Pentakosta (Kis 2:1-4). Roh dan api secara simbolis dilihat sebagai proses pembersihan dan permurnian hati manusia.

    Ketika Yesus dibaptis, terdengarlah suara dari langit : "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan!" (Luk 3:22). Dalam kata-kata itu terungkaplah pernyataan yang sangat mendasar tentang siapakah sebenarnya Yesus, yang sebagai pribadi dikenal sebagai "orang dari Nasaret itu". Ternyata Yesus adalah ungkapan kasih Allah kepada Israel yang baru, sebagai umat-Nya yang sebenarnya. Kasih Allah itu diungkapkan kepada kepada kita umat manusia, dengan membiarkan diri-Nya dibaptis di sungai Yordan sama seperti orang-orang lain. Dengan demikian Ia menunjukkan, bahwa Ia sungguh rela menerima kondisi kita sebagai manusia seutuhnya. Lahir di Betlehem, dibaptis di sungai Yordan sebagai pengakuan diri sebagai manusia lemah. Tetapi sekaligus di sungai Yordan Yesus juga menerima pengakuan sebagai Putera Allah dan perutusan-Nya sebagai Penyelamat. Ia taat dan setia melaksanakan perutusan-Nya, rela mengalami kesengsaraan, bahkan kematian di salib, di mana Ia dengan demikian akhirnya menyelesaikan perutusan-Nya! Dengan menerima baptis dari Yohanes di Yordan, Yesus menyamakan diri seutuhnya kecuali dalam hal dosa dengan manusia, yang harus diselamatkan-Nya! Itulah pelaksanaan kenabianNya yang sempurna!

    Apa arti baptis yang telah kita terima?

    Kita pun diundang dan diutus Tuhan untuk melaksanakan tugas panggilan kenabian Gereja berdasarkan baptis yang telah kita terima. Kita semua tanpa kekecualian dibaptis dalam Yesus Kristus, artinya kita dibaptis juga di dalam hidup sampai dengan kematian-Nya. Karena baptis kita menerima hidup Gereja dan harus memelihara dan menghayatinya dengan iman.

    Apakah sebenarnya makna hidup menggereja atas dasar iman? Hidup beriman konkretnya berarti ikut sadar seperti Yesus sendiri, yaitu selalu ikut prihatin terhadap orang lain. Iman sejati adalah suatu rasa tanggung jawab seperti Kristus terhadap kepentingan umum. Bukan hanya bersifat perorangan, yaitu tanggungjawab atas diri sendiri saja, tetapi sekaligus hubungan kita dengan sesama. Baptis adalah suatu panggilan untuk ikut melaksanakan tugas kenabian Yesus! Pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kemampuan dan kedudukan kita masing-masing. Pada dasarnya panggilan melaksanakan tugas kenabian berarti kesediaan ikut hidup merasul dan untuk berkorban!

    Pada Pesta Hari Raya Pembaptisan Yesus ini kita semua diundang untuk meninjau kembali dan merenungkan "apa arti baptis bagiku?" Apakah hidupku sebagai orang yang sudah dibaptis selalu dijiwai, dibimbing dan dihayati dengan semangat Yesus? Apakah hidup dan pekerjaanku, apapun bentuk atau macamnya, merupakan penghayatan tugas kenabianku sebagai orang yang sudah baptis? Apakah yang dapat kulakukan sekarang ini, dalam keluarga, di lapangan kerja, di lingkungan Gereja, di tengah masyarakat konkret sekarang ini?

    Semoga Pesta Pembaptisan Yesus ini kita terima sebagai undangan dan harapan, agar kita selalu ingat dan berterimakasih atas pembaptisan kita. Marilah kita makin sadar untuk melaksanakan janji-janji baptis yang telah kita ucapkan, baik secara perorangan atau diwakili oleh orang tua kita. Semoga rahmat yang telah kita terima dalam pembaptisan menolong dan meneguhkan kita, untuk berani tampil sebagai cahaya bagi orang lain di tengah masyarakat kita. Apakah kita yang sudah dibaptis ini sungguh hidup dan berbuat sebagai putera-puteri Allah yang berkenan kepada-Nya?

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/