Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Pesta Pembaptisan Tuhan A/2014

Yes 42:1-4.6-7  Kis 10:34-38  Mat 3:13-17

PENGANTAR
     Pesta Pembaptisan Tuhan ini merupakan akhir masa Natal. Pembaptisan Yesus merupakan awal masa pelaksanaan perutusan-Nya untuk mewartakan kabar gembira keselamatan kepada semua orang. Tentang Yesus sebagai Almasih Yesaya berkata: “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku yang kepadanya Aku berkenan” (Bac.I). Dan Petrus berkata: “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea mulai dari Galilea sesudah pembaptisan yang diberikan oleh Johannes, yaitu tentang Yesus dari Nasaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa” (Bac.II).

     Marilah kita merenungkan makna pembaptisan Yesus yang diurapi menjadi Kristus, dan juga makna serta konsekuensi pembaptisan kita, yang sebagai orang kristiani diurapi menjadi pengikut Kristus.

HOMILI
     Kita percaya kepada Yesus Kristus  sebagai Almasih, atau dalam bahasa Ibrani ‘Messiah., atau dalam bahasa Yunani ‘Christos’, yang berarti ‘dia yang diurapi’. Kita menyebut diri kita Kristen/Kristiani, karena kita diurapi seperti dialami Kristus sebagai ‘Dia Yang Diurapi’ yang sesungguhnya. Dahulu para olahragawan diurapi dengan minyak, agar lebih kuat dan tahan dalam perlombaan. Baik laki-laki maupun terutama perempuan wajahnya juga diurapi, agar tampak lebih bersinar. Dan sekarang pun ini tak terhitung banyaknya minyak yang dipakai untuk aneka tujuan.

     Di Israel para raja, imam dan nabi diurapi dengan minyak sebagai tanda, bahwa mereka dikhususkan untuk tugas keagamaan atau ilahi. Nah, aneka macam pengurapan yang simbolis itu menjadi kenyataan dalam diri Kristus. Dalam pembaptisan-Nya di Yordan Ia diberkati atau dikuduskan menjadi raja, nabi dan imam abadi oleh Allah Bapa. Tetapi peresmian-Nya oleh Allah Bapa itu bukan dengan menggunakan minyak materiel, melainkan dengan minyak spiritual, yakni dengan Roh Kudus.

     Itulah sebabnya mengapa Gereja, sesuai dengan kebiasaan dalam masyarakat  yang baik, menggunakan minyak-minyak suci untuk beberapa pengurapan: pengurapan pada saat pembaptisan, dalam pemberian sakramen penguatan/krisma, pemberian  minyak orang sakit, penggunaan minyak krisma untuk tahbisan imam dan uskup. Melalui aneka pengurapan itulah kita dapat mengambil bagian dalam pengurapan yang diterima oleh Kristus, yaitu kepenuhan Roh Kudus.

     Karena itu harus kita sadari, bahwa dengan demikian kita ini sungguh-sungguh menjadi “orang Kristen” atau “orang kristiani”, artinya menjadi orang yang diurapi, dikuduskan. Dan konsekuensinya ialah, bahwa kita harus bersedia meneruskan dan mencerminkan Kristus kepada semua orang!

     Apa maknanya hal itu bagi kita sekarang ini? Pada dasarnya sama, baik dahulu maupun sekarang. Tetapi patut kita perhatikan, bahwa sekarang ini orang mengenal dan banyak menggunakan ‘aromatherapy atau ‘aromaterapi’, untuk menyingkirkan beberapa gangguan kesehatan. Iklan tentang aromaterapi sangat banyak! Ada minyak wangi atau wangi-wangian untuk mengatasi penyakit fisik, misalnya rasa tekanan. Ada pula ‘wangi-wangian untuk jiwa’, yang tujuannya ialah untuk memperoleh perdamaian batin. – Tidak mudah menilai untuk membenarkan atau menyalahkan sarana-saranan atau obat alternatif semacam itu. Ada ahli-ahli ilmuwan yang lebih tahu tentang baik atau tidaknya kegunaan aromaterapi itu!

     Tetapi yang penting kita ketahui sebagai orang beriman ialah adanya suatu  terapi khusus yang sudah pasti dan tidak diragukan, yaitu pengurapan Roh Kudus! Ibaratnya, aromaterapi Roh Kudus mampu menyembuhkan jiwa kita, dan bila Allah menghendakinya menyembuhkan juga tubuh kita. Nah, inilah makna pembaptisan simbolis dengan air yang diterima Yesus dari Johannes Pembaptis, dan pembaptisan atau pengurapan dengan Roh Kudus, yang diterima dari Allah Bapa-Nya, disertai ucapan-Nya ini: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”.Pembaptisan dengan air dan pengurapan dengan Roh Kudus yang diterima oleh Yesus Kristus merupakan pahala obat, yang dapat menyembuhkan penyakit manusia terbesar, yakni dosa-dosanya. Tetapi manusia sendiri yang dibaptis dan diurapi juga dapat dan harus meneruskan pahala obat ini kepada sesamanya, untuk menghilangkan segala kesulitan, pertentangan dan permusuhan, kebencian yang menghancurkan persaudaraan satu sama lain. Hanya Allahlah yang lewat Yesus Kristus dan Roh Kudus-Nya, yang dapat menyelamatkan dan membuat kita bahagia.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/