Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

 

 

Apologetik Api Penyucian
berdasarkan
KITAB SUCI

Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku. (1Tes 16:18)

Onesiforus sudah mati tetapi Paulus meminta belas kasihan Tuhan “pada hariNya” Penggunaan kata “hari-Nya” oleh menunjukkan konteks eskatologis (lihat contoh, Ro 2:5,16; 1 Kor 1:8, 3:13, 5:5; 2Kor 1:14; Fil 1:6,10, 2:16; 1Tes 5:2,4-5,8; 2Tes 2:2-3; 2Tim 4:8). Tentu saja, tidak diperlukan belas kasihan di sorga, dan tidak ada belas kasihan diberikan di neraka. Dimana kah Onesforus berada? jawabnnya tidak di Surga dan tidak ni neraka, Dia di "tempat pemurnian" atau Api Pencucian.

 

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibr 12:14).

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Mat 5:48)

Bagaimana kita menjadi Kudus dan harus sempurna? atau karena penebusan yang dilakukan Yesus Kristus, dengan wafat dan kebangkitannya kita; bilamana kita hidup setelah meninggal (bukan kebangkitan pada akhir jaman)? otomasti bisa menjadi Kudus dan sempurna sehingga layak menghadap Bapa di surga? tentu tidak semudah itu bukan,

Mengejar kekudusan, haruslah seperti yang Kristus ajarkan kepada kita, demikianlah menjadi sempurna. Kita percaya memerlukan suatu proses lebih lanjut, bilamana setelah kematian kita terlebih meninggal dengan menyisakan dosa, "tempat pemurnian" atau penyucian akhir ialah tempat dimana untuk mencapai kekudusan dan kesempurnaan yang sebenarnya sebelum berhadapan dengan Tuhan, tempat ini menjadi penyucian diri kita, ketika dosa-dosa masih melekat pada diri kita pada saat kematian. Kita hanya dibuat sempurna melalui pemurnian, dan di dalam ajaran Katolik, pemurnian ini, jika belum diselesaikan di atas bumi semasa hidup, dilanjutkan dalam suatu keadaan transisi yang disebut "tempat pemurnian" atau api pencucian

Sebelumnya <<< >>> Selanjutnya

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16]

Home Api penyucian << klik

Api Penyucian romo M. Purwatma, Pr. << Klik

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id