H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm
MINGGU PRAPASKAH III/C/2013
Kel 3:1-8a. 23-15 1 Kor 10:1-6.10-12 Luk 13:1-9
PENGANTAR
Di tengah perjalanan rohani kita selama masa Prapaskah, hari ini kita akan mendengarkan ceritera Injil Lukas, di mana Yesus dengan tegas berkata: “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua pun akan binasa dengan cara demikian” (Luk 13:5). Pesan yang ingin disampaikan kepada kita menjelang perayaan Paskah ialah mutlak perlu adanya pertobatan bagi orang yang ingin diselamatkan.
HOMILI
Seperti diceriterakan dalam Injil Lukas hari ini Yesus secara tegas, dengan menunjukkan dua peristiwa mengerikan.Ia mau menekankan perlunya pertobatan bila orang ingin diselamatkan. Pada kesempatan diselenggarakannya suatu upacara korban keagamaan dengan penjembelihan binatang, Pilatus memerintahkan membunuh sejumlah orang-orang Galilea, karena dianggap memberontak. Darah mereka dicampurkan dengan darah binatang. Dan di Yerusalem suatu menara dekat kolam Siloam runtuh dan 18 orang tertimpa olehnya dan mati. Berkenaan dengan dua peristiwa itu orang-orang menganggap bahwa semua itu adalah akibat dosa-dosa yang dilakukan korban-korban tersebut.
Yesus dengan tegas menolak anggapan itu. Mereka yang menjadi korban dan mati itu bukan lebih buruk dari mereka yang masih hidup!
Bencana atau kecelakaan bukanlah suatu hukuman, melainkan suatu per-ingatan. Ibaratnya Yesus mau mengatakan “Bila kamu tidak bertobat, kamu pun akan binasa”. Yesus juga mau menunjukkan, bahwa Yerusalem, kota suci orang-orang Yahudi, akan dihancurkan oleh pasukan Romawi. Ia mau meng-ingatkan orang-orang sezaman untuk menyadarinya. Tetapi Yesus juga meng-ingatkan semua orang akan akhir zaman. Karena itu setiap generasi kapan dan di mana pun harus menyadari kedatangan akhir hidupnya.
Tanpa selalu dapat diketahui, setiap kali bisa terjadi bencana, kecelakaan atau peristiwa yang mengirikan, seperti bencana banjir, kebarakan, kecelekaan bis atau mobil, kapal ataupun pesawat. Teristimewa dipanggil Tuhan secara mendadak! Kita tidak boleh hidup penuh ketakutan atau kekecewaan, namun sebaliknya jangan sampai kita merasa sungguh aman sentosa dan acuh tak acuh terhadap bahaya. Kita tidak pernah tahu dengan pasti kapan hidup kita akan berakhir. Karena itu kita harus waktu tersedia, yang telah diberikan Tuhan kepada kita harus kita pikirkan dan manfaatkan sebaik mungkin. Nah, khususnya untuk hidup kita di masa depan, yakni hidup abadi! Untuk itu kita harus memeriksa diri kita sendiri secara jujur, menyadari kedosaan kita dan sungguh menyelasi dan bertobat.
Apakah sebenarnya yang disebut bertobat? Apakah pertobatan itu?
Yang disebut bertobat bukanlah sekadar merasa berdosa, lalu menyesal dan mengaku dosa kepada Tuhan melalui seorang imam. Tindakan itu benar dan baik. Tetapi bukan hanya sekian belaka! Sebab dosa yang sama dapat berulang kita lakukan lagi.
Pertobatan sejati ialah suatu transformasi total atau perubahan diri yang mendasar! Orang yang sungguh bertobat tahu dan sadar akan kedosaannya. Namun berkat belaskasihan Tuhan lewat Yesus Kristus dapat diperjuangkan dan dimiliki setiap orang, yang berkehendak baik.
Namun, transformasi total itu bukanlah suatu anugerah rahmat yang sekali jadi, melainkan merupakan perjuangan selama hidup kita! Kesung-guhan tekad mengalami transformasi diri total itu hanya dapat dibuktikan dengan kesediaan bersikap rendah hati. Hanya orang yang rendah hati akan memahami kerahiman Allah. Dan hanya dengan kerendahan hati inilah orang mau memohon kerahiman Allah melalui sakramen pertobatan atau sakramen pengakuan.
Dengan kedatangan Yesus Kristus, Kerajaan Allah sudah datang dan sudah terwujud meskipun setapak demi setapak. Yesus telah mewartakan sabda untuk mengajar. Ia berbuat dengan menolong orang yang menderita, apapun bentuknya. Ia telah mengusir setan. Ia sendiri mengalami ditolak banyak orang. Ia telah menderita. Ia telah mati di salib. Namun Ia bangkit kembali. Paskah, - itulah peresmian Kerajaan-Nya. Hanya orang yang beriman akan mengakui Kerajaan Kasih Yesus Kristus itu. Namun, iman kita hanya ada artinya dan berdayaguna, apabila kita sebagai orang beriman sungguh mau bertobat.
Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm
kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm