KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1102. | "Umat Allah pertama-tama dihimpun oleh Sabda Allah yang hidup.... Sebab oleh Sabda Penyelamat, iman... dipupuk dalam hati mereka yang percaya" (PO 4) Pewartaan Sabda Allah tidak hanya membataskan diri pada pengajaran semata mata, tetapi juga mengundang jawaban yang penuh kepercayaan sebagai persetujuan dan komitmen terhadap perjanjian antara Allah dan Umat-Nya. Lagi-lagi Roh Kudus yang memberi rahmat iman ini, menguatkannya dan menumbuhkannya di dalam jemaat. Jadi, perhimpunan liturgi pertama-tama adalah persekutuan dalam iman.
| | 1103. | Anamnese [peringatan]. Perayaan liturgi selalu berhubungan dengan campur tangan Allah yang membawa keselamatan dalam sejarah. "Tata perwahyuan itu terlaksana melalui perbuatan dan perkataan yang amat erat terjalin sehingga... kata-kata menyiarkan karya-karya dan menerangkan rahasia yang tercantum di dalanmya" (DV 2). Dalam ibadat sabda, Roh Kudus mengingatkan jemaat kepada segala sesuatu, yang Kristus telah lakukan untuk kita. Sesuai dengan kodriat tindakan-tindakan liturgi dan ritus-ritus dalam pelbagai Gereja, perayaan liturgi "memperingatkan" - dalam satu anamnese yang lebih atau kurang rinci - karya-karya agung Allah. Roh Kudus, yang cara demikian membangkitkan kenangan dalam Gereja, mengajak untuk berterima kasih dan memuja [doksologi].
| | 1104. | Liturgi Kristen tidak hanya mengingatkan kita akan peristiwa-peristiwa yang menyelamatkan kita, tetapi menghadirkannya juga. Misteri Paska Kristus dirayakan bukan diulangi; hanya perayaan-perayaan itu yang diulangi. Di dalam setiap perayaan terjadi curahan Roh Kudus yang membuat misteri yang terjadi hanya satu kali itu, menyata dalam waktu sekarang.
| | 1105. | Epiklese adalah permohonan di mana imam memohon kepada Bapa, agar mengutus Roh Kudus, supaya bahan persembahan menjadi tubuh dan darah Kristus, dan umat beriman yang menerimanya menjadi persembahan yang hidup bagi Allah.
| | 1106. | Bersama dengan anamnese, epiklese merupakan jantung setiap perayaan sakramental, terutama Ekaristi:
"Anda menanyakan, bagaimana roti menjadi tubuh Kristus dan anggur menjadi darah Kristus. Dan saya mengatakan kepadamu: Roh Kudus datang melakukan hal yang melampaui setiap kata dan setiap pikiran... Cukuplah bagimu untuk mendengar bahwa itu terjadi karena Roh Kudus, sebagaimana halnya Tuhan dari Perawan dan oleh Roh Kudus menjadi daging melalui dan dalam diri-Nya sendiri (Yohanes dari Damaskus, f.o. 4,13).
| | 1107. | Kekuatan transformatif Roh Kudus di dalam liturgi mengarah kepada kedatangan Kerajaan Allah dan penyelesaian misteri keselamatan. Dalam ketabahan dan pengharapan Ia menyanggupkan kita, benar-benar mengantisipasi persekutuan sempurna dengan Tritunggal Mahakudus. Dikirim oleh Bapa, yang mendengarkan epiklese Gereja, Roh memberi kepada mereka yang menerima-Nya, kehidupan dan bagi mereka ini sekarang Ia sudah merupakan "panjar" dari warisan mereka Bdk. Ef 1:14.
| | 1108. | Perutusan Roh Kudus bermaksud dalam setiap tindakan liturgi, untuk mempersatukan umat beriman dengan Kristus, supaya mereka membentuk Tubuh-Nya. Roh Kudus adalah sebagai getah dari pokok anggur Bapa, yang menghasilkan buah pada cabang-cabangnya Bdk. Yoh 15:1-17; Gal 5:22.. Di dalam liturgi, Roh Kudus bekerja sama dengan Gereja atas cara yang seerat-eratnya. Ia, Roh persekutuan, tinggal tanpa henti-hentinya di dalam Gereja, dan karena itu Gereja adalah Sakramen agung persekutuan dengan Allah, yang mengumpulkan anak-anak Allah yang tercerai-berai menjadi satu. Buah Roh di dalam liturgi adalah serentak persekutuan dengan Tritunggal Mahakudus dan persekutuan persaudaraan Bdk. 1 Yoh 1:3-7.
| | 1109. | Di dalam epiklese juga didoakan, agar persatuan jemaat dengan misteri Kristus diwujudkan secara sempurna. "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus" (2 Kor 13:13) harus selalu tinggal beserta kita dan harus juga menghasilkan buah-buah sesudah perayaan Ekaristi. Karena itu, Gereja memohon kepada Bapa supaya mengirimkan Roh Kudus, agar Ia membuat kehidupan umat beriman menjadi persembahan yang hidup bagi Bapa: oleh perubahan rohani menurut citra Kristus, oleh keprihatinan akan kesatuan Gereja dan oleh keikutsertaan dalam perutusan-Nya dengan memberikan kesaksian dan pelayanan cinta.
| | 1110. | Di dalam liturgi Gereja, Allah Bapa dipuja dan disembah sebagai asal mula segala berkat ciptaan dan keselamatan, yang dengannya Ia memberkati kita dalam Putera-Nya, supaya memberikan kepada kita Roh menjadi anak angkat.
| << >>
|