Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1174.Misteri Kristus - Inkarnasi dan Paska-Nya - kita rayakan di dalam Ekaristi, terutama dalam himpunan pada hari Minggu. Misteri yang sama meresapi dan menyinari jam-jam setiap hari oleh perayaan Ibadat Harian, "ofisi ilahi" Bdk. SC 83-101.. Sambil mengikuti nasihat-nasihat apostolik, agar berdoa tanpa henti-hentinya Bdk. 1 Tes 5:17; Ef 6:18., perayaan ini "disusun sedemikian rupa, sehingga seluruh kurun hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah" (SC 84). Ia adalah "doa resmi Gereja" (SC 98) di mana kaum beriman (klerus, kaum biara, dan awam) menjalankan imamat rajawi dari orang-orang yang telah dibaptis. Dirayakan dalam bentuk yang sudah disetujui oleh Gereja, Ibadat Harian ini "sungguh merupakan suara sang mempelai sendiri, yang berwawancara dengan Mempelai Pria, bahkan juga doa Kristus beserta Tubuh-Nya kepada Bapa" (SC 84).

1175.Ibadat Harian hendaknya menjadi doa seluruh Umat Allah. Di dalamnya Kristus melanjutkan "tugas imamat itu melalui Gereja-Nya" (SC 83). Setiap orang mengambil bagian dalamnya, sesuai dengan tempatnya di dalam Gereja dan keadaan hidupnya: para imam, yang membaktikan diri untak pelayanan pastoral, karena mereka diajak untuk tekun dalam doa dan dalam pelayanan Sabda Bdk. SC 86; 96; PO 5.; para biarawan-biarawati atas dasar karisma hidup bakti mereka Bdk. SC 98., semua orang beriman sesuai dengan kemungkinan mereka: Karena itu "para gembala jiwa hendaknya berusaha, supaya ibadat-ibadat pokok, terutama Ibadat Sore, pada hari Minggu dan hari-hari raya yang lebih meriah, dirayakan bersama di Gereja. Dianjurkan agar para awam pun mengucapkan Ibadat Harian, entah bersama para imam, entah antar mereka sendiri, atau bahkan secara perorangan" (SC 100).

1176.Merayakan Ibadat Harian menuntut tidak hanya mencocokkan suara dengan hati yang berdoa, tetapi juga "hendaknya mereka mengusahakan pembinaan yang lebih mendalam tentang liturgi dan Kitab Suci, terutama mazmur-mazmur" (SC 90).

1177.Madah dan doa permohonan dari Ibadat Harian memasukkan mazmur di dalam waktu Gereja sekian, sehingga mereka menyatakan arti simbolik dari waktu harian, masa liturgi atau pesta yang dirayakan. Pembacaan Sabda Allah, yang terjadi di tiap-tiap ibadat (dengan susulan responsoria [lagu singkat] atau troparion), dan pada ibadat bacaan pembacaan teks-teks bapa-bapa Gereja dan guru-guru rohani, mengantar lebih jauh ke dalam arti misteri yang dirayakan, membantu mengerti mazmur dan mempersiapkan doa meditasi. Dengan demikian pembacaan Kitab Suci [lectio divina], di mana Sabda Allah dibaca dan direnungkan untuk menjadi doa, berakar dalam perayaan liturgi.

1178.Ibadat Harian yang seakan-akan merupakan kelanjutan perayaan Ekaristi, tidak ingin menyingkirkan berbagai devosi Umat Allah, tetapi menghendakinya sebagai pelengkap, terutama penyembahan dan penghormatan kepada Sakramen maha kudus (Salve).

1179.Ibadat "dalam roh dan kebenaran" (Yoh 4:24) dari Perjanjian Baru tidak terikat hanya pada satu tempat saja. Seluruh dunia adalah suci dan diserahkan kepada anak-anak manusia. Kalau kaum beriman berkumpul di suatu tempat, maka sangat penting bahwa mereka membiarkan diri "dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani" (1 Ptr 2:5). Tubuh Kristus yang telah bangkit adalah bait rohani, dari mana sumber air kehidupan mengalir. Dihubungkan dengan Kristus oleh Roh Kudus, kita sendiri adalah "bait dari Allah yang hidup" (2 Kor 6:16).

1180.Apabila pelaksanaan kebebasan beragama tidak dihalang-halangi Bdk. DH4., warga Kristen membangun gedung-gedung, yang ditentukan untuk ibadat. Gereja-gereja yang kelihatan ini bukanlah tempat berhimpun yang biasa, melainkan melukiskan dan menyaksikan Gereja, yang hidup di tempat ini, tempat tinggal Allah di antara manusia-manusia yang didamaikan dan disatukan dalam Kristus.

1181."Rumah ibadat, tempat Ekaristi suci dirayakan dan disemayamkan, umat beriman berkumpul, serta kehadiran Putera Allah Penyelamat kita, yang dikurbankan di atas altar bagi kita, dihormati dengan sembah sujud demi bantuan serta penghiburan umat beriman, harus rapi teratur dan sungguh cocok untuk upacara-upacara ibadat" (PO 5) Bdk. SC 122-127.. Di "rumah Allah" ini, kebenaran dan keserasian tanda-tanda yang melambangkannya, harus mewartakan Kristus yang hadir dan berkarya di tempat ini Bdk. SC 7.

1182.Altar Perjanjian Baru adalah salib Tuhan Bdk. Ibr 13:10., dari mana Sakramen-sakramen misteri Paska mengalir di atas altar, yang adalah pusat gereja, kurban salib dihadirkan di bawah tanda-tanda sakramental. Kita juga adalah meja Tuhan, ke mana Umat Allah diundang Bdk. IGMR 259.. Dalam beberapa liturgi Timur, altar adalah juga lambang makam (Kristus sungguh telah wafat dan telah bangkit).

<<   >>