KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1228. | Jadi, Pembaptisan adalah permandian dalam air, di mana "benih yang tidak fana", yakni Sabda Allah, menghasilkan daya yang menghidupkan Bdk. 1 Ptr 1:23; Ef 5:26.. Santo Agustinus mengatakan tentang Pembaptisan: "Perkataan ditambah pada unsur [materi], dan terjadilah Sakramen" (ev. Jo. 80,3).
| | 1229. | Orang menjadi Kristen - sudah sejak zaman para Rasul - dengan mengikuti jalan inisiasi dalam beberapa tahap. Jalan ini dapat ditempuh cepat atau perlahan. Tetapi ia harus selalu mempunyai beberapa unsur hakiki: pewartaan Sabda, penerimaan Injil yang menuntut pertobatan, pengakuan iman, Pembaptisan itu sendiri, pemberian Roh Kudus, dan penerimaan ke dalam persekutuan Ekaristi.
| | 1230. | Inisiasi ini, dalam peredaran waktu dan sesuai dengan pelbagai situasi, dilaksanakan atas cara berbeda. Dalam abad-abad pertama Gereja, inisiasi Kristen ini mengalami pengembangan yang luas: waktu yang lama untuk katekumenat, dan satu deretan ritus, yang menandakan jalan persiapan secara liturgis, akhirnya mengantar ke perayaan Sakramen-sakramen inisiasi Kristen.
| | 1231. | Ditempat dimana Pembaptisan anak-anak sudah menjadi bentuk yang sangat biasa untuk pemberian Pembaptisan, perayaan ini sangat dipersingkat menjadi satu upacara, yang mencakup juga tahap-tahap awal menuju inisiasi Kristen dalam bentuk sangat singkat. Pembaptisan anak-anak menuntut dengan sendirinya katekumenat sesudah Pembaptisan. Pada kesempatan itu tidak hanya diperhatikan pengajaran iman yang perlu sesudah Pembaptisan, tetapi juga pengembangan rahmat Pembaptisan dalam perkembangan pribadi orang yang dibaptis. Di sinilah pelajaran katekese mendapat tempatnya.
| | 1232. | Konsili Vatikan II mengadakan kembali "katekumenat bertahap untuk orang dewasa" dalam Gereja Latin (SC 64). Ritusnya dapat ditemukan dalam Ordo Initiationis Christianae Adultorum (1972). Di samping itu Konsili memperbolehkan, supaya "di daerah-daerah misi... dimasukkan juga unsur-unsur inisiasi yang terdapat sebagai kebiasaan pada masing-masing bangsa, sejauh itu dapat disesuaikan dengan upacara kristiani" (SC 65) Bdk. SC 37-40. 1204
| | 1233. | Dalam segala ritus Latin dan Gereja Timur dewasa ini, inisiasi Kristen untuk orang dewasa mulai dengan penerimaan ke dalam katekumenat, sampai memuncak dalam perayaan ketiga Sakramen, - Pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi - dalam satu upacara Bdk. AG 13; CIC, cann. 851; 865; 866.. Dalam ritus Gereja Timur inisiasi Kristen untuk anak-anak mulai dengan Pembaptisan, yang langsung disusul oleh Penguatan dan penerimaan Ekaristi. Sedangkan dalam ritus Roma inisiasi berjalan terus selama tahun-tahun katekumenat, supaya kemudian diselesaikan oleh penerimaan Penguatan dan Ekaristi, puncak inisiasi Kristen Bdk. CIC, cann. 851,20; 868.
| | 1234. | Arti dan rahmat Sakramen Pembaptisan tampak dengan jelas dalam ritus perayaan. Kalau umat beriman dengan penuh perhatian mengikuti perbuatan dan perkataan dari perayaan ini mereka diantar ke dalam kekayaan-kekayaan, yang ditandakan dan dikerjakan Sakramen ini dalam tiap penerima baptis yang baru.
| | 1235. | Tanda Salib pada awal perayaan menyatakan bahwa Kristus mengukir tanda-Nya pada orang yang akan bergabung dengan-Nya. Ia menandakan rahmat penebusan, yang Kristus telah beroleh bagi kita dengan salib-Nya.
| | 1236. | Pewartaan Sabda Allah menerangi penerima baptis dan jemaat oleh kebenaran yang diwahyukan dan memancing jawaban iman. Iman tidak dapat dipisahkan dari Pembaptisan. Pembaptisan itu atas cara yang khusus adalah "Sakramen iman", karena melalui dia orang masuk secara sakramental ke dalam kehidupan iman.
| << >>
|