KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1336. | Pernyataan pertama mengenai Ekaristi, memisahkan murid-murid-Nya dalam dua kelompok, sebagaimana juga penyampaian mengenai sengsara-Nya menimbulkan reaksi menolak pada mereka: "Perkataan ini keras, siapakah sanggup mendengarkannya?" (Yoh 6:60). Ekaristi dan salib adalah batu-batu sandungan. Keduanya membentuk misteri yang sama, yang tidak berhenti menjadi sebab perpecahan. "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" (Yoh 6:67). Pertanyaan Tuhan ini bergema sepanjang masa; melalui pertanyaan ini cinta-Nya mengundang kita, supaya mengakui bahwa hanya Dialah memiliki "perkataan hidup kekal" (Yoh 6:68) dan bahwa siapa yang menerima anugerah Ekaristi-Nya dengan penuh iman, menerima Dia sendiri.
| | 1337. | Karena Tuhan mengasihi murid-murid-Nya, Ia mengasihi mereka sampai kesudahannya. Karena Yesus tahu bahwa saat-Nya telah tiba untuk beralih dari dunia ini dan kembali kepada Bapa, maka pada waktu makan Ia membasuh kaki murid-murid-Nya dan memberi kepada mereka perintah cinta kasih Bdk. Yoh 13:1-17.. Untuk meninggalkan bagi mereka suatu jaminan cinta kasih ini, dan mengundang mereka mengambil bagian dalam Paska-Nya, Ia menetapkan Ekaristi sebagai kenangan akan kematian dan kebangkitan-Nya dan menugaskan Rasul-rasul-Nya, waktu itu Ia tahbiskan sebagai imam-imam Perjanjian Baru" (Konsili Trente: DS 1740), untuk merayakannya sampai Ia datang kembali.
| | 1338. | Ketiga Injil sinoptik dan santo Paulus telah menyampaikan kepada kita berita tentang penetapan Ekaristi, sedangkan Yohanes mengisahkan kembali kata-kata Yesus di sinagoga Kapernaum, yang mempersiapkan penetapan Ekaristi: Kristus menamakan diri roti kehidupan yang turun dari surga Bdk. Yoh 6.
| | 1339. | Yesus telah memilih waktu Paska untuk melakukan apa yang telah Ia maklumkan di Kapernaum: memberikan tubuh dan darah-Nya kepada murid-murid-Nya:
"Maka tibalah hari raya Roti Tak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paska. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paska bagi kita, supaya kita makan... Maka berangkatlah mereka... lalu mereka mempersiapkan Paska. Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan Rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: Aku sangat rindu makan Paska ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah... Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka kata-Nya: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu" (Luk 22:7-8. 13-16. 19-20) Bdk. Mat 26:17-29; Mrk 14:12-25; 1 Kor 11:23-26.
| | 1340. | Dengan merayakan perjamuan malam terakhir bersama murid-murid-Nya dalam rangka perjamuan Paska, Yesus memberi arti yang definitif kepada paska Yahudi, Kepergian Yesus kepada Bapa-Nya dalam kematian dan kebangkitan - Paska baru - diantisipasi dalam perjamuan malam. Dan itu dirayakan dalam Ekaristi. Ini menyempurnakan paska Yahudi dan mengantisipasi paska abadi Gereja dalam kemuliaan Kerajaan.
| | 1341. | Perintah Yesus untuk mengulangi perbuatan dan perkataan-Nya, "sampai Ia datang kembali" (1 Kor 11:26) menghendaki tidak hanya mengenangkan Yesus dan apa yang telah Ia lakukan. Perintah itu bertujuan agar para Rasul dan para penggantinya merayakan secara liturgis kenangan akan Kristus, hidup-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan akan pembelaan-Nya bagi kita di depan Bapa.
| | 1342. | Gereja tetap setia kepada perintah Tuhan sejak awal. Tentang Gereja di Yerusalem diberitakan:
"Mereka bertekun dalam pengajaran Rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa... Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati" (Kis 2:42.46).
| | 1343. | Warga Kristen biasanya berkumpul "pada hari pertama dalam minggu", artinya pada hari Minggu, hari kebangkitan Yesus, "untuk memecahkan roti" (Kis 20:7). Sampai sekarang perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan cara yang sama, sehingga dewasa ini ia ditemukan di mana-mana di dalam Gereja dengan kerangka dasar yang sama. Ia tetap merupakan inti kehidupan Gereja.
| | 1344. | Dari perayaan ke perayaan umat Allah yang sedang berziarah mewartakan misteri Paska, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26), dan "menempuh jalan salib yang sempit" (AG 1) menuju perjamuan pesta surgawi, di mana semua orang terpilih akan duduk di meja dalam Kerajaan Allah.
| << >>
|