Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2618.Injil menyatakan kepada kita, bagaimana Maria berdoa dan menjadi perantara dalam iman: di Kana Bdk. Yoh 2:1-12. ibu Yesus meminta apa yang dibutuhkan untuk perjamuan perkawinan. Perjamuan ini adalah tanda bagi satu perjamuan lain: yakni perjamuan perkawinan Anak Domba, di mana Kristus, atas permohonan Gereja sebagai mempelai-Nya, menyerahkan tubuh dan darah-Nya. Pada saat Perjanjian Baru, Maria didengarkan pada kaki salib . Karena ia adalah wanita, Hawa baru, "ibu semua orang hidup", yang benar.

2619.Karena itu, madah pujian Maria Bdk. Luk 1:46-55. (dalam bahasa Latin "Magnificat", dalam bahasa latin "Megalinarion") sekaligus merupakan - madah pujian Bunda Allah.dan Gereja, madah pujian Puteri Sion dan Umat Allah yang baru. Ia adalah madah syukur atas kepenuhan rahmat yang diberikan dalam tata keselamatan, satu kidung "orang miskin", yang harapannya dipenuhi berlimpah ruah, karena janji-janji, yang diberikan "kepada Abraham. dan keturunannya untuk selama-lamanya", dipenuhi.

2620.Dalam Perjanjian Baru, doa Yesus, Putera Allah, adalah contoh sempurna bagi setiap doa. Doa Yesus - sering kali dalam kesunyian dan tersembunyi - merupakan persetujuan penuh cinta kepada kehendak Bapa sampai di salib dan dalam kepercayaan absolut bahwa Ia akan didengarkan.

2621.Di dalam ajaran-Nya, Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa dengan hati yang bersih, dengan iman yang hidup dan tabah, serta dengan keberanian seorang anak. Ia meminta dengan sangat, supaya berwaspada dan mengundang mereka untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah dalam nama-Nya. Yesus Kristus sendiri mengabulkan permohonan-permohonan yang disampaikan kepada-Nya.

2622.Doa Perawan Maria dalam "Fiat "nya dan dalam "Magnificat " ditandai dengan penyerahan seluruh diri dalam iman.

2623.Pada hari Pentekosta dicurahkanlah atas para murid, Roh yang dijanjikan. Mereka "semua berkumpul di satu tempat" (Kis 2:1), "bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama" (Kis 1:14) dan menantikan Roh Kudus. Roh yang mengajarkan Gereja dan yang mengingatkan dia akan segala sesuatu yang telah dikatakan Yesus Bdk. Yoh 14:26., serta mendidiknya menuju suatu kehidupan doa.

2624.Orang beriman dari umat perdana di Yerusalem "bertekun dalam pengajaran Rasul-Rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kis 2:42). Urutan ini sangat berarti: doa Gereja berdasarkan atas iman para Rasul, disahkan oleh cinta kasih, dan dipelihara dalam Ekaristi.

2625.Umat beriman pada mulanya mempertahankan doa-doa yang mereka dengar dan baca dalam Kitab Suci. Tetapi mereka menghubungkannya dengan waktu sekarang. Ini berlaku terutama untuk mazmur-mazmur yang sudah dipenuhi di dalam Kristus Bdk. Luk 24:27.44.. Roh Kudus yang memperingatkan Gereja-Nya yang berdoa kepada Kristus, mengantar dia juga ke dalam seluruh kebenaran. Ia mengajak, agar mengungkapkan secara baru misteri Kristus yang tidak terduga, yang sedang bekerja dalam kehidupan, dalam Sakramen-sakramen dan dalam perutusan Gereja. Cara ungkapan yang baru ini berkembang dalam tradisi-tradisi liturgis dan rohani yang besar. Bentuk-bentuk doa yang ditradisikan dalam buku-buku kanonis para Rasul menjadi patokan bagi doa Kristen.

2626.Berkat merupakan tindakan dasariah doa Kristen: pertemuan antara Allah dan manusia. Di dalam berkat itu, anugerah Allah dan penerimaannya oleh manusia bersatu dalam sapaan timbal balik. Doa yang memberkati adalah jawaban manusia atas anugerah-anugerah Allah. Karena Allah memberkati, maka hati manusia dapat memuja Dia yang adalah sumber segala berkat Perkataan Latin "benedicere" mempunyai arti ganda "memberkati" dan "memuji" (catatan penerjemah).

2627.Pertemuan ini pada hakikatnya mempunyai dua arah: pada satu pihak ia naik - dibawa oleh Roh Kudus - melalui Kristus kepada Bapa: kita memuja Dia, karena Ia memberkati kita Bdk. Ef 1:3-14; 2 Kor 1:3-7; 1 Ptr 1:3-9.. Di lain pihak, kita memohon rahmat Roh Kudus yang turun dari Bapa melalui Kristus: Allah memberkati kita Bdk. 2 Kor 13:13; Rm 15:5-6.13; Ef 6:23-24.

2628.Penyembahan adalah sikap pertama manusia, yang mengakui diri sebagai makhluk di depan Pencipta-Nya. Ia memuliakan kebesaran Tuhan yang menciptakan kita Bdk. Mzm 95:1-6., dan kemahakuasaan Penyelamat yang membebaskan kita dari yang jahat. Dalam penyembahan, roh menundukkan diri di depan "Raja kemuliaan" (Mzm 24:9-10). Penyembahan Allah yang kudus dan yang harus dicintai di atas segala-galanya, memenuhi kita dengan kerendahan hati dan memberi kepercayaan teguh kepada permohonan kita.

2629.Dalam Perjanjian Baru kita temukan pelbagai kata untuk permohonan: memohon, meminta, meminta dengan sangat, menyeru, menjerit, berteriak, malahan juga "bergumul dalam doa"Bdk. Rm 15:30; Ko14:12.. Tetapi ungkapan yang paling biasa dan paling cocok adalah "memohon". Dalam doa permohonan terungkap kesadaran akan hubungan kita dengan Allah. Kita adalah makhluk, dan karena itu, bukan asal-usul kita sendiri, bukan tuan atas keberadaan kita, dan juga bukan tujuan kita yang terakhir. Sebagai orang berdosa, kita orang Kristen pun tahu bahwa kita selalu saja memalingkan diri dari Bapa kita. Permohonan itu sendiri sudah merupakan langkah berbalik kepada Allah.

2630.Perjanjian Baru hampir tidak mengenal doa keluhan, seperti yang sering ditemukan dalam Perjanjian Lama. Dalam Kristus yang bangkit, doa Gereja diwarnai oleh harapan, meskipun kita masih menanti dan masih harus menobatkan diri hari demi hari. Doa Kristen muncul dari kedalaman yang lebih besar. Santo Paulus menamakan asal doa ini "mengeluh"; yang ia maksudkan, ciptaan yang "mengeluh dan merasa sakit bersalin" (Rm 8:22). Ia juga maksudkan kita, karena kita "mengeluh dalam hati sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam harapan" (Rm 8:23-24). Akhirnya santo Paulus juga maksudkan Roh Kudus, yang, menggantikan kita "dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rm 8:26).

<<   >>