KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 798. | "Dalam segala bagian tubuh Roh Kudus adalah prinsip bagi setiap tindakan yang membawa kehidupan dan yang benar-benar menyelamatkan" (Pius XII Ens. "Mystici Corporis": DS 3808). Ia melaksanakan dengan berbagai macam cara pembangunan seluruh Tubuh dalam cinta Bdk. Ef 4:16.: oleh Sabda Allah "yang mempunyai kekuatan untuk membangun" (Kis 20:32); oleh Pembaptisan, yang olehnya Ia membangun Tubuh Kristus Bdk 1 Kor 12:13.; oleh Sakramen-sakramen lain, yang memberi kepada anggota-anggota Kristus pertumbuhan dan penyembuhan; oleh "rahmat para Rasul", yang "paling menonjol di antara anugerah-anugerah rahmat" (LG 7); oleh kebajikan-kebajikan, yang menyebabkan perbuatan-perbuatan baik; oleh aneka ragam karunia khusus, yang dinamakan karisma, yang menjadikan umat beriman "cakap dan bersedia untuk menerima pelbagai karya atau tugas, yang berguna untuk membaharui Gereja serta meneruskan pembangunannya" (LG 12) Bdk. AA 3.
| | 799. | Karisma-karisma ini, baik yang mencolok maupun yang sederhana dan biasa, adalah anugerah-anugerah rahmat Roh Kudus, yang langsung atau tidak langsung melayani Gereja: semuanya itu diberikan untuk pembangunan Gereja, untuk kesejahteraan manusia dan untuk kebutuhan dunia.
| | 800. | Karisma-karisma ini harus diterima dengan syukur oleh dia, yang memperolehnya, tetapi juga oleh semua anggota Gereja. Karena mereka adalah kekayaan rahmat yang mengagumkan untuk daya hidup apostolik dan untuk kekudusan seluruh Tubuh Kristus. Yang perlu diperhatikan di sini ialah anugerah-anugerah, yang dengan sesungguhnya berasal dari Roh Kudus, dan anugerah-anugerah itu harus dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga mereka menjawab secara penuh prakarsa Roh yang sebenarnya. Pendeknya, anugerah-anugerah itu harus dilaksanakan dalam cinta yang merupakan ukuran karisma yang sebenarnya Bdk. 1 Kor 13.
| | 801. | Dalam arti ini sungguh amat perlu untuk menguji karisma-karisma itu. Tidak ada satu karisma pun membebaskan dari kewajiban untuk menghormati gembala-gembala Gereja dan untuk mentaati mereka, karena "terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik" (LG 12). Semua karisma, yang dalam perbedaan-perbedaannya saling melengkapi, harus bekerja sama sedemikian, sehingga "berguna bagi kepentingan bersama" (1 Kor 12:7) Bdk. LG 30; CL 24.
| | 802. | Yesus Kristus "telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik" (Tit 2:14).
| | 803. | "Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri " (1 Ptr 2:9).
| | 804. | Langkah masuk ke dalam Umat Allah terjadi oleh iman dan Pembaptisan. "Semua manusia dipanggil kepada Umat Allah yang baru" (LG 13), supaya "menjadikan manusia satu keluarga dan satu bangsa dalam Kristus " (AG 1).
| | 805. | Gereja adalah Tubuh Kristus. Oleh Roh dan karya-Nya di dalam Sakramen-sakramen, terutama Ekaristi, Kristus yang telah mati dan bangkit membuat persekutuan umat beriman menjadi Tubuh-Nya.
| | 806. | Dalam kesatuan Tubuh ini terdapat perbedaan anggota dan tugas. Semua anggota berhubungan satu dengan yang lain, terutama dengan mereka yang menderita, yang miskin atau yang dihambat.
| | 807. | Gereja adalah Tubuh, dan Kepalanya adalah Kristus. Gereja hidup dari Dia, dalam Dia, dan untuk Dia, Ia hidup bersama Gereja dan dalamnya.
| | 808. | Gereja adalah mempelai wanita Kristus. Ia mengasihinya, dan menyerahkan diri-Nya untuk dia. Ia telah membersihkannya dengan darah-Nya. Ia telah menjadikannya ibu yang subur untuk semua anak Allah.
| | 809. | Gereja adalah kenisah Roh Kudus. Roh adalah sekaligus jiwa Tubuh Mistik, prinsip bagi kehidupannya, bagi kesatuan dalam perbedaan dan bagi kekayaan anugerah-anugerahnya dan karisma.
| | 810. | "Demikianlah seluruh Gereja tampak sebagai umat yang disatukan berdasarkan kesatuan Bapa dan Putera dan Roh Kudus (Siprianus)" (LG 4).
| << >>
|