Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1003.Umat beriman telah disatukan dengan Kristus melalui Pembaptisan dan karena itu sekarang juga telah mengambil bagian dalam kehidupan surgawi Kristus yang telah dibangkitkan Bdk. Flp 3:20.. Tetapi kehidupan ini "tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah" (Kol 3:3). "Di dalam Kristus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di surga" (Ef 2:6). Sebagai orang yang telah dipuaskan dengan tubuh-Nya di dalam Ekaristi, kita sudah termasuk Tubuh Kristus. Kalau kita bangkit pada hari kiamat, kita pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan" (Kol 3:4).

1004.Sambil merindukan hari itu, jiwa dan badan umat beriman sudah mengambil bagian dalam "martabat Kristus". Karena itu, kita harus memelihara tubuh kita dengan hormat, tetapi juga tubuh orang lain, terlebih mereka yang menderita:
"Tubuh adalah untuk Tuhan... dan Tuhan untuk tubuh. Allah yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota-anggota Kristus?... Kamu bukan milik kamu sendiri... Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu" (1 Kor 6:13-15.19-20).

1005.Supaya bangkit bersama Kristus, kita harus mati bersama Kristus; untuk itu perlu "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Kor 5:8). Dalani "kepergian" ini (Flp 1:23), dalam kematian, jiwa dipisahkan dari tubuh. Ia akan disatukan kembali dengan tubuhnya pada hari kebangkitan orang-orang yang telah meninggal Bdk. SPF 28.

1006."Di hadapan mautlah teka-teki kenyataan manusia mencapai puncaknya" (GS 18). Dalam arti tertentu kematian badani itu sifatnya alami; tetapi untuk iman, itu adalah "upah dosa" (Rm 6:23) Bdk. Kej 2:17.. Dan untuk mereka yang mati dalam rahmat Kristus, kematian adalah "keikut-sertaan" dalam kematian Kristus, supaya dapat juga mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya Bdk. Rm 6:3-9; Flp 3:10-11.

1007.Kematian adalah akhir kehidupan duniawi. Kehidupan kita berlangsung selama waktu tertentu, dan di dalam peredarannya kita berubah dan menjadi tua. Kematian kita, seperti pada semua makhluk hidup di dunia ini, adalah berakhirnya kehidupan alami. Aspek kematian ini memberi kepada kehidupan kita sesuatu yang mendesak: keyakinan akan kefanaan dapat mengingatkan kita bahwa untuk menjalankan kehidupan kita, hanya tersedia bagi kita suatu jangka waktu terbatas
"Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu... sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula, dan napas kembali kepada Allah, yang mengaruniakannya" (Pkh 12:1.7).

1008.Kematian adalah akibat dosa. Sebagai penafsir otentik atas pernyataan Kitab Suci Bdk. Kej 2:17; 3:3; 3:19; Keb 1:13; Rm 5:12; 6:23. dan tradisi, magisterium Gereja mengajarkan bahwa kematian telah masuk ke dalam dunia, karena manusia telah berdosa Bdk. DS 1511.. Walaupun manusia mempunyai kodrat yang dapat mati, namun Pencipta menentukan supaya ia tidak mati. Dengan demikian kematian bertentangan dengan keputusan Allah Pencipta. Kematian masuk ke dunia sebagai akibat dosa Bdk. Keb 2:23-24.. "Kematian badan, yang dapat dihindari seandainya manusia tidak berdosa" (GS 18), adalah "musuh terakhir" manusia yang harus dikalahkan Bdk. 1 Kor 15:26.

1009.Kematian telah diubah Kristus. Juga Yesus, Putera Allah, telah mengalami kematian, yang termasuk bagian dari eksistensi manusia. Walaupun Ia merasa takut akan maut Bdk. Mrk 14:33-34; Ibr 5:7-8., namun Ia menerimanya dalam ketaatan bebas kepada kehendak Bapa-Nya. Ketaatan Yesus telah mengubah kutukan kematian menjadi berkat Bdk. Rm 5:19-21.

1010.Oleh Kristus kematian Kristen mempunyai arti positif. "Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" (Flp 1:21). "Benarlah perkataan ini: jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia" (2 Tim 2:11). Aspek yang sungguh baru pada kematian Kristen terdapat di dalam hal ini: Oleh Pembaptisan warga Kristen secara sakramental sudah "mati bersama Kristus", supaya dapat menghidupi satu kehidupan baru. Kalau kita mati dalam rahmat Kristus, maka kematian badani menyelesaikan "mati bersama Kristus" ini dan dengan demikian melaksanakan secara definitif penggabungan kita dalam Dia oleh karya penebusan-Nya:
"Lebih baiklah bagiku untuk mati karena Kristus, daripada hidup sebagai raja atas segala ujung bumi. Aku mencari Dia, yang wafat untuk kita; aku menghendaki Dia, yang bangkit demi kita. Kelahiran aku nantikan... biarlah aku menerima sinar yang cerah. Setelah tiba di sana, aku akan menjadi manusia" (Ignasius dari Antiokia, Rom 6,1-2).

1011.Dalam kematian, Allah memanggil manusia kepada diri-Nya. Karena itu, seperti Paulus, warga Kristen dapat merindukan kematian: "Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus" (Flp 1:23). Dan ia dapat mengubah kematiannya menjadi perbuatan ketaatan dan cinta kepada Bapa, sesuai dengan contoh Kristus Bdk. Luk 23:46.
"Kerinduan duniawiku sudah disalibkan... Di dalam aku ada air yang hidup dan berbicara, yang berbisik dan berkata kepada aku: Mari menuju Bapa" (Ignasius dari Antiokia, Rom 7,2).
"Aku hendak melihat Allah, dan untuk melihat Dia, orang harus mati" (Teresia dari Yesus. vida 1).
"Aku tidak mati; aku masuk ke dalam kehidupan" (Teresia dari Anak Yesus, verba).

<<   >>