KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1012. | Pandangan Kristen mengenai kematian Bdk. 1 Tes 4:13-14. dilukiskan dengan sangat bagus dalam liturgi Gereja:
"Bagi umat beriman-Mu, ya Tuhan, hidup hanyalah diubah, bukannya dilenyapkan. Dan sesudah roboh rumah kami di dunia ini, akan tersedia bagi kami kediaman abadi di surga" (MR, Prefasi Arwah).
| | 1013. | Kematian adalah titik akhir penziarahan manusia di dunia, titik akhir dari masa rahmat dan belas kasihan, yang Allah berikan kepadanya, supaya melewati kehidupan dunia ini sesuai dengan rencana Allah dan dengan demikian menentukan nasibnya yang terakhir. "Apabila jalan hidup duniawi kita yang satu-satunya sudah berakhir" (LG 48), kita tidak kembali lagi, untuk hidup beberapa kali lagi di dunia. "Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi" (Ibr 9:27). Sesudah kematian tidak ada "reinkarnasi".
| | 1014. | Gereja mengajak kita, supaya kita mempersiapkan diri menghadapi saat kematian ("Luputkanlah kami dari kematian yang mendadak ya Tuhan" - Litani semua orang kudus), supaya mohon kepada Bunda Allah agar ia mendoakan kita "pada waktu kita mati" (doa "Salam Maria") dan mempercayakan diri kepada santo Yosef, pelindung orang-orang yang menghadapi kematian:
"Dalam segala perbuatanmu, dalam segala pikiranmu, hendaklah kamu bertindak seakan-akan hari ini kamu akan mati. Jika kamu mempunyai hati nurani yang bersih, kamu tidak akan terlalu takut mati. Lebih baik menjauhkan diri dari dosa, daripada menghindari kematian. Jika hari ini kamu tidak siap, apakah besok kamu akan siap?" (Mengikuti Jejak Kristus 1,23, 1).
"Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena saudari kami, Maut Jasmani darinya tiada insan hidup terlepas.Malanglah yang mati dalam dosa. Bahagialah yang didapati dalam kehendak suci-Mu,maut kedua takan mencelakakannya" (Fransiskus dari Asisi Gita Sang Surya).
| | 1015. | "Caro salutis est cardo - daging adalah poros keselamatan" (Tertulianus, res.8,2). Kita percaya akan Allah, Pencipta daging; kita percaya akan Sabda, yang sudah menjadi daging, supaya menebus daging; kita percaya akan kebangkitan daging, di mana penciptaan dan penebusan daging disempurnakan.
| | 1016. | Oleh kematian, jiwa dipisahkan dari badan; tetapi dalam kebangkitan, Allah akan memberi kehidupan abadi kepada badan yang telah diubah, dengan mempersatukannya kembali dengan jiwa kita. Seperti Kristus telah bangkit dan hidup untuk selamanya, demikian juga kita semua akan bangkit pada hari kiamat.
| | 1017. | "Kami percaya akan kebangkitan yang sesungguhnya dari daging ini, yang sekarang kita miliki" (DS 854). Tubuh yang dapat binasa ditaburkan dalam makam, tubuh yang tidak dapat binasa akan dibangkitkan Bdk. I Kor 15:42., satu "tubuh rohani" (1 Kor 15:44).
| | 1018. | Sebagai akibat dosa asal, manusia harus mengalami kematian badani "yang darinya manusia akan lolos, andai kata ia tidak berdosa" (GS 18).
| | 1019. | Yesus, Putera Allah, telah menderita kematian untuk kita secara suka rela dalam ketaatan penuh dan bebas kepada kehendak Allah, Bapa-Nya. Oleh kematian-Nya Ia mengalahkan maut dan dengan demikian membuka pintu masuk menuju keselamatan untuk semua manusia.
| | 1020. | Warga Kristen yang menyatukan kematiannya dengan kematian Yesus, menganggap kematian sebagai pertemuan dengan Yesus dan sebagai langkah masuk ke dalam kehidupan abadi. Kalau Gereja mengucapkan - untuk terakhir kalinya - kata-kata pengampunan atas nama Kristus untuk warga Kristen yang dalam sakratul maut, dan memeteraikannya - untuk terakhir kalinya - dengan pengurapan yang menguatkan, dan memberikan kepadanya Kristus dalam bekal perjalanan sebagai makanan untuk pejalanan, ia berkata kepadanya dengan ketegasan yang lemah lembut:
"Bertolaklah dari dunia ini, hai saudara (saudari) dalam Kristus, atas nama Allah Bapa yang maha kuasa, yang menciptakan engkau; atas nama Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup, yang. menderita sengsara untuk engkau; atas nama Roh Kudus, yang dicurahkan atas dirimu; semoga pada hari ini engkau ditempatkan dalam ketenteraman dan memperoleh kediaman bersama Allah di dalam Sion yang suci, bersama Maria Perawan yang suci dan Bunda Allah, bersama santo Yosef dan bersama semua malaikat dan orang kudus Allah. ... Kembalilah kepada Penciptamu, yang telah mencipta engkau dari debu tanah. Apabila engkau berpisah dari kehidupan ini, semoga Maria bersama semua malaikat dan orang kudus datang menyongsong engkau. ... Engkau akan melihat Penebusmu dari muka ke muka..." (Doa penyerahan jiwa).
| << >>
|