Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1055.Berkat "persekutuan para kudus" Gereja menyerahkan orang-orang mati kepada belas kasihan Allah dan berdoa untuk mereka, terutama mempersembahkan kurban Ekaristi suci.

1056.Sambil mengikuti contoh Kristus, Gereja mengingatkan para beriman akan "kenyataan kematian kekal yang menyedihkan dan memilukan" (DCG 69), yang orang namakan "neraka".

1057.Siksa neraka yang paling buruk ialah perpisahan abadi dengan Allah. Hanya di dalam Allah, manusia dapat menemukan kehidupan dan kebahagiaan. Untuk itulah ia diciptakan dan itulah juga kerinduannya.

1058.Karena itu Gereja berdoa, agar tidak seorang pun hilang: "Tuhan, jangan biarkan aku berpisah dari-Mu ". Memang, tidak seorangpun dapat meluputkan diri sendiri, tetapi Allah "mau, bahwa semua orang diselamatkan" (1 Tim 2:4), dan untuk Dia, "segalanya mungkin" (Mat 19:26).

1059."Gereja Roma yang suci percaya teguh dan menjelaskan dengan tegas bahwa... pada hari pengadilan semua manusia akan tampil dalam tubuhnya di depan takhta pengadilan Kristus, supaya mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka" (DS 859) Bdk. DS 1549.

1060.Pada akhir zaman Kerajaan Allah akan sampai pada kesempurnaannya. Lalu orang-orang benar akan dimuliakan dengan jiwa dan badan, akan memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya, dan alam semesta material akan diubah. Lalu dalam kemuliaan itu Allah akan "menjadi semua di dalam semua" (1 Kor 15:28).

1061.Seperti Buku terakhir Kitab Suci Bdk. Why 22:21., demikian pula syahadat berakhir dengan perkataan Ibrani "Amin". Perkataan ini sering terdapat pada akhir doa-doa Perjanjian Baru. Demikian pula Gereja mengakhiri doa-doanya dengan "Amin".

1062.Perkataan Ibrani "Amin" berhubungan dengan akar kata yang sama seperti kata "percaya". Dan akar kata itu berarti keteguhan, keandalan, kesetiaan. Dengan demikian orang mengerti bahwa Amin berarti kesetiaan Allah terhadap kita dan kepercayaan kita kepada-Nya.

1063.Dalam Kitab nabi Yesaya terdapat ungkapan "Allah kebenaran" (secara harfiah "Allah Amin"), artinya Allah yang setia kepada janji-janji-Nya: "Orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia" (Yes 65:16). Tuhan kita sering memakai perkataan "Amin" Bdk. Mat 6:2.5.16., sering diulang Bdk. Yoh 5:19., untuk menekankan ajaran-Nya yang dapat diandalkan, dan wewenang yang berdasarkan kebenaran Allah.

1064.Dengan demikian "Amin" pada akhir syahadat menanggapi dan memperkuat lagi dua kata pertama - "Aku percaya" - : percaya berarti mengatakan Amin pada kata-kata, janji-janji, perintah-perintah Allah, secara penuh mengandalkan Dia, yang adalah Amin dari cinta yang tidak terbatas dan kesetiaan yang sempurna. Hidup keseharian Kristen lalu merupakan "Amin" atas "Aku percaya" dari pengakuan iman Pembaptisan kita.
"Semoga syahadatmu merupakan cermin bagimu. Pandanglah dirimu di dalamnya, untuk melihat, apakah engkau juga benar-benar percaya segala sesuatu, yang engkau harus percaya. Dan bergembiralah setiap hari akan imanmu" (Agustinus, serm. 58,11,13).

1065.Yesus Kristus sendiri adalah "Amin" (Why 3:14). Ia adalah Amin dari cinta Bapa yang definitif terhadap kita; Ia mengambil alih dan menyelesaikan Amin kita kepada Bapa: "Sebab Kristus adalah "Ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah" (2 Kor 1:20).Dengan perantaraan Kristus dan bersama Dia serta bersatu dalam Roh Kudus,kami menyampaikan kepada-Mu,Allah Bapa yang mahakuasa,segala hormat dan pujian,kini dan sepanjang masa.A M I N.

1066.Dalam syahadat iman Gereja mengakui misteri Tritunggal Mahakudus dan "keputusan-Nya yang berbelas kasih" untuk seluruh ciptaan: Bapa menyelesaikan "rahasia kesukaan Allah" (Ef 1:9), dengan menganugerahkan Putera-Nya yang kekasih dan Roh Kudus demi keselamatan dunia dan demi kehormatan nama-Nya. Inilah misteri Kristus Bdk. Ef 3:4.. Ini diwahyukan dalam sejarah dan dilaksanakan menurut satu rencana, artinya menurut satu "tata" yang dipikirkan secara bijaksana, yang oleh santo Paulus dinamakan "tata misteri" (Ef 3:9), oleh tradisi para Bapa "tata Sabda yang menjadi daging atau "tata keselamatan".

1067."Adapun karya penebusan umat manusia dan pemuliaan Allah yang, sempurna itu telah diawali dengan karya agung Allah di tengah umat Perjanjian Lama. Karya itu diselesaikan oleh Kristus Tuhan, terutama dengan misteri Paska: sengsara-Nya yang suci, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan kenaikan-Nya dalam kemuliaan. Dengan misteri itu Kristus menghancurkan maut kita dengan wafat Nya, dan membangun kembali hidup kita dengan kebangkitan-Nya. Sebab dari lambung Kristus yang beradu di salib muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan" (SC 5). Karena itu dalam liturgi, Gereja merayakan terutama misteri Paska, yang olehnya Kristus menyelesaikan karya keselamatan kita.

1068.Di dalam liturgi, Gereja mewartakan dan merayakan misteri ini, sehingga umat beriman hidup darinya dan memberi kesaksian tentangnya di dalam dunia:
"Sebab melalui liturgilah, terutama dalam kurban ilahi Ekaristi, terlaksana karya penebusan kita. Liturgi merupakan upaya yang sangat membantu kaum beriman untuk dengan penghayatan Gereja yang sejati" (SC2).

<<   >>