Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1060.Pada akhir zaman Kerajaan Allah akan sampai pada kesempurnaannya. Lalu orang-orang benar akan dimuliakan dengan jiwa dan badan, akan memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya, dan alam semesta material akan diubah. Lalu dalam kemuliaan itu Allah akan "menjadi semua di dalam semua" (1 Kor 15:28).

1061.Seperti Buku terakhir Kitab Suci Bdk. Why 22:21., demikian pula syahadat berakhir dengan perkataan Ibrani "Amin". Perkataan ini sering terdapat pada akhir doa-doa Perjanjian Baru. Demikian pula Gereja mengakhiri doa-doanya dengan "Amin".

1062.Perkataan Ibrani "Amin" berhubungan dengan akar kata yang sama seperti kata "percaya". Dan akar kata itu berarti keteguhan, keandalan, kesetiaan. Dengan demikian orang mengerti bahwa Amin berarti kesetiaan Allah terhadap kita dan kepercayaan kita kepada-Nya.

1063.Dalam Kitab nabi Yesaya terdapat ungkapan "Allah kebenaran" (secara harfiah "Allah Amin"), artinya Allah yang setia kepada janji-janji-Nya: "Orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia" (Yes 65:16). Tuhan kita sering memakai perkataan "Amin" Bdk. Mat 6:2.5.16., sering diulang Bdk. Yoh 5:19., untuk menekankan ajaran-Nya yang dapat diandalkan, dan wewenang yang berdasarkan kebenaran Allah.

1064.Dengan demikian "Amin" pada akhir syahadat menanggapi dan memperkuat lagi dua kata pertama - "Aku percaya" - : percaya berarti mengatakan Amin pada kata-kata, janji-janji, perintah-perintah Allah, secara penuh mengandalkan Dia, yang adalah Amin dari cinta yang tidak terbatas dan kesetiaan yang sempurna. Hidup keseharian Kristen lalu merupakan "Amin" atas "Aku percaya" dari pengakuan iman Pembaptisan kita.
"Semoga syahadatmu merupakan cermin bagimu. Pandanglah dirimu di dalamnya, untuk melihat, apakah engkau juga benar-benar percaya segala sesuatu, yang engkau harus percaya. Dan bergembiralah setiap hari akan imanmu" (Agustinus, serm. 58,11,13).

<<   >>