KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1063. | Dalam Kitab nabi Yesaya terdapat ungkapan "Allah kebenaran" (secara harfiah "Allah Amin"), artinya Allah yang setia kepada janji-janji-Nya: "Orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia" (Yes 65:16). Tuhan kita sering memakai perkataan "Amin" Bdk. Mat 6:2.5.16., sering diulang Bdk. Yoh 5:19., untuk menekankan ajaran-Nya yang dapat diandalkan, dan wewenang yang berdasarkan kebenaran Allah.
| | 1064. | Dengan demikian "Amin" pada akhir syahadat menanggapi dan memperkuat lagi dua kata pertama - "Aku percaya" - : percaya berarti mengatakan Amin pada kata-kata, janji-janji, perintah-perintah Allah, secara penuh mengandalkan Dia, yang adalah Amin dari cinta yang tidak terbatas dan kesetiaan yang sempurna. Hidup keseharian Kristen lalu merupakan "Amin" atas "Aku percaya" dari pengakuan iman Pembaptisan kita.
"Semoga syahadatmu merupakan cermin bagimu. Pandanglah dirimu di dalamnya, untuk melihat, apakah engkau juga benar-benar percaya segala sesuatu, yang engkau harus percaya. Dan bergembiralah setiap hari akan imanmu" (Agustinus, serm. 58,11,13).
| | 1065. | Yesus Kristus sendiri adalah "Amin" (Why 3:14). Ia adalah Amin dari cinta Bapa yang definitif terhadap kita; Ia mengambil alih dan menyelesaikan Amin kita kepada Bapa: "Sebab Kristus adalah "Ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah" (2 Kor 1:20).Dengan perantaraan Kristus dan bersama Dia serta bersatu dalam Roh Kudus,kami menyampaikan kepada-Mu,Allah Bapa yang mahakuasa,segala hormat dan pujian,kini dan sepanjang masa.A M I N.
| | 1066. | Dalam syahadat iman Gereja mengakui misteri Tritunggal Mahakudus dan "keputusan-Nya yang berbelas kasih" untuk seluruh ciptaan: Bapa menyelesaikan "rahasia kesukaan Allah" (Ef 1:9), dengan menganugerahkan Putera-Nya yang kekasih dan Roh Kudus demi keselamatan dunia dan demi kehormatan nama-Nya. Inilah misteri Kristus Bdk. Ef 3:4.. Ini diwahyukan dalam sejarah dan dilaksanakan menurut satu rencana, artinya menurut satu "tata" yang dipikirkan secara bijaksana, yang oleh santo Paulus dinamakan "tata misteri" (Ef 3:9), oleh tradisi para Bapa "tata Sabda yang menjadi daging atau "tata keselamatan".
| | 1067. | "Adapun karya penebusan umat manusia dan pemuliaan Allah yang, sempurna itu telah diawali dengan karya agung Allah di tengah umat Perjanjian Lama. Karya itu diselesaikan oleh Kristus Tuhan, terutama dengan misteri Paska: sengsara-Nya yang suci, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan kenaikan-Nya dalam kemuliaan. Dengan misteri itu Kristus menghancurkan maut kita dengan wafat Nya, dan membangun kembali hidup kita dengan kebangkitan-Nya. Sebab dari lambung Kristus yang beradu di salib muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan" (SC 5). Karena itu dalam liturgi, Gereja merayakan terutama misteri Paska, yang olehnya Kristus menyelesaikan karya keselamatan kita.
| | 1068. | Di dalam liturgi, Gereja mewartakan dan merayakan misteri ini, sehingga umat beriman hidup darinya dan memberi kesaksian tentangnya di dalam dunia:
"Sebab melalui liturgilah, terutama dalam kurban ilahi Ekaristi, terlaksana karya penebusan kita. Liturgi merupakan upaya yang sangat membantu kaum beriman untuk dengan penghayatan Gereja yang sejati" (SC2).
| | 1069. | Kata "liturgi" pada mulanya berarti "karya publik", "pelayanan dari rakyat dan untuk rakyat". Dalam tradisi Kristen, kata itu berarti bahwa Umat Allah mengambil bagian dalam "karya Allah" Bdk. Yoh 17:4.. Melalui liturgi, Kristus Penebus dan Imam Agung kita, melanjutkan karya penebusan-Nya di dalam Gereja-Nya, bersama dia dan oleh dia.
| | 1070. | Dalam Perjanjian Baru kata - liturgi - tidak hanya berarti "perayaan ibadat" Bdk. Kis 13:2; Luk 1:23 Yn., tetapi juga pewartaan Injil Bdk. Rm 15: 16; Flp 2:14-17; 2:30. dan cinta kasih yang melayani. Bdk. Rm 15:27; 2 Kor 9:12; Flp 2:25. Segala hal itu menyangkut pelayanan kepada Allah dan manusia. Dalam perayaan liturgi, Gereja adalah pelayan menurut teladan Tuhamya, "pelayan" Bdk. Ibr 8:2.6 Yn. satu-satunya, karena dalam ibadat, pewartaan, dan pelayanan cinta ia mengambil bagian pada martabat Kristus sebagai imam, nabi, dan raja.
"Maka memang sewajarnya juga liturgi dipandang bagaikan pelaksanaan tugas imamat Yesus Kristus; di situ pengudusan manusia dilambangkan dengan tanda-tanda lahir serta dilaksanakan dengan cara yang khas bagi masing-masing; di situ pula dilaksanakan ibadat umum yang seutuhnya oleh Tubuh Mistik Yesus Kristus, yakni Kepala beserta para anggota-Nya. Oleh karena itu setiap perayaan liturgis, sebagai karya Kristus Sang Imam serta Tubuh-Nya yakni Gereja, merupakan kegiatan suci yang sangat istimewa. Tidak ada tindakan Gereja lainnya yang menandingi daya dampaknya dengan dasar yang sama serta dalam tingkatan yang sama" (SC 7).
| | 1071. | Sebagai karya Kristus, liturgi itu juga tindakan Gereja-Nya. Liturgi melaksanakan dan menyatakan Gereja sebagai tanda persekutuan antara Allah dan manusia melalui Kristus. Ia mendorong umat beriman ke dalam persekutuan hidup baru. Ia mengandaikan bahwa semua orang mengambil bagian dalam liturgi kudus dengan "sadar, aktif, dan penuh makna" (SC 11).
| | 1072. | "Liturgi kudus tidak mencakup seluruh kegiatan Gereja" (SC 9); penginjilan, iman dan pertobatan harus mendahuluinya; barulah ia dapat menghasilkan buahnya dalam kehidupan umat beriman: kehidupan baru dalam Roh Kudus, keterlibatan yang aktif dalam perutusan Gereja, dan pelayanan pada kesatuannya.
| | 1073. | Liturgi adalah juga keikut-sertaan dalam doa yang Kristus sampaikan kepada Bapa dalam Roh Kudus. Di dalamnya segala doa Kristen menemukan sumber dan penyelesaiannya. Oleh liturgi manusia batin akan berakar dalam "kasih yang besar", yang dengannya Bapa telah mengasihi kita dalam Putera-Nya yang kekasih (Ef 2:4) serta berdasar pada kasih itu Bdk. Ef 3:16-17.. "Perbuatan Allah yang besar" ini dihidupkan dan diresapkan ke dalam batin, kalau orang "setiap waktu" "berdoa di dalam Roh" (Ef 6:18).
| | 1074. | "Liturgi itu puncak yang dituju oleh kegiatan Gereja dan serta-merta sumber segala daya-kekuatannya" (SC 10). Dengan demikian ia adalah tempat yang paling istimewa untuk katekese Umat Allah. "Katekese mempunyai hubungan batin dengan seluruh kegiatan liturgis dan sakramental; sebab dalam Sakramen-sakramen dan terutama dalam Ekaristi, Yesus Kristus berkarya sepenuhnya untuk mengubah manusia" (Yohanes Paulus II, CT 23).
| | 1075. | Katekese liturgis bermaksud untuk mengantar orang ke dalam misteri Kristus (ia adalah "mistagogi"), dengan melangkah dari yang tampak kepada yang tidak tampak, dari tanda kepada yang ditandai, dari "sakramen-sakramen" kepada "misteri". Untuk katekese ini perlu disiapkan katekismus lokal dan regional Katekismus ini yang ingin melayani seluruh Gereja dalam keanekaragaman ritus dan budaya Bdk. SC 3-4., akan mengemukakan apa yang mendasar dan yang sama dalam seluruh Gereja: liturgi sebagai misteri dan sebagai upacara (Seksi satu) dan sesudah itu tujuh Sakramen dan sakramentali (Seksi dua).
| | 1076. | Dengan pencurahan Roh Kudus Gereja dinyatakan kepada dunia pada hari Pentekosta. Pencurahan Roh Kudus menampilkan satu era baru dalam "penyampaian misteri": era Gereja, di mana Kristus mengumumkan, menghadirkan dan menyampaikan karya keselamatan-Nya melalui liturgi Gereja-Nya, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26). Dalam era Gereja ini, Kristus hidup dan bertindak dalam dan bersama (Gereja-Nya atas satu cara baru yang sesuai dengan zaman baru ini. Ia bertindak melalui Sakramen-sakramen. Tradisi bersama dari Gereja Timur dan Barat menamakan cara baru ini "tata sakramental". Tata ini merupakan penyampaian buah-buah misteri Paska Kristus dalam perayaan liturgi Gereja yang "sakramental".Maka kita menjelaskan terlebih dahulu "pemberian sakramental" (Bab 1) dan sesudah itu menampilkan dengan lebih jelas kodrat dan ciri-ciri hakiki dari perayaan liturgi (Bab II).
| | 1077. | "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga. Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasih-Nya" (Ef 1:3-6).
| | 1078. | Memberkati adalah satu tindakan ilahi, yang memberi hidup, dan asal mulanya adalah Bapa. Berkat-Nya [bene-dictio, eu-logia] adalah serentak sabda dan anugerah. Kalau dihubungkan dengan manusia, maka perkataan "berkat" itu berarti penyembahan dan penyerahan diri kepada Pencipta dengan ucapan terima kasih.
| | 1079. | Sejak awal mula sampai akhir zaman seluruh karya Allah adalah berkat. Mulai dari kidung liturgi tentang penciptaan pertama sampai kepada lagu pujian di dalam Yerusalem surgawi, para pengarang yang diilhami mewartakan rencana keselamatan sebagai berkat ilahi yang tidak ada batasnya.
| | 1080. | Sejak awal, Allah memberkati makhluk hidup, terutama pria dan wanita. Perjanjian dengan Nuh dan dengan segala makhluk hidup membaharui berkat kesuburan ini kendati oleh dosa manusia tanah "dikutuk". Tetapi sejak Abraham berkat ilahi meresapi sejarah manusia yang berjalan menuju kematian, supaya mengarahkannya kembali menuju kehidupan, menuju asalnya. Oleh ketaatan Abraham, bapa "orang-orang yang percaya" yang menerima berkat itu, dimulailah sejarah keselamatan.
| << >>
|