KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1064. | Dengan demikian "Amin" pada akhir syahadat menanggapi dan memperkuat lagi dua kata pertama - "Aku percaya" - : percaya berarti mengatakan Amin pada kata-kata, janji-janji, perintah-perintah Allah, secara penuh mengandalkan Dia, yang adalah Amin dari cinta yang tidak terbatas dan kesetiaan yang sempurna. Hidup keseharian Kristen lalu merupakan "Amin" atas "Aku percaya" dari pengakuan iman Pembaptisan kita.
"Semoga syahadatmu merupakan cermin bagimu. Pandanglah dirimu di dalamnya, untuk melihat, apakah engkau juga benar-benar percaya segala sesuatu, yang engkau harus percaya. Dan bergembiralah setiap hari akan imanmu" (Agustinus, serm. 58,11,13).
| | 1065. | Yesus Kristus sendiri adalah "Amin" (Why 3:14). Ia adalah Amin dari cinta Bapa yang definitif terhadap kita; Ia mengambil alih dan menyelesaikan Amin kita kepada Bapa: "Sebab Kristus adalah "Ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah" (2 Kor 1:20).Dengan perantaraan Kristus dan bersama Dia serta bersatu dalam Roh Kudus,kami menyampaikan kepada-Mu,Allah Bapa yang mahakuasa,segala hormat dan pujian,kini dan sepanjang masa.A M I N.
| | 1066. | Dalam syahadat iman Gereja mengakui misteri Tritunggal Mahakudus dan "keputusan-Nya yang berbelas kasih" untuk seluruh ciptaan: Bapa menyelesaikan "rahasia kesukaan Allah" (Ef 1:9), dengan menganugerahkan Putera-Nya yang kekasih dan Roh Kudus demi keselamatan dunia dan demi kehormatan nama-Nya. Inilah misteri Kristus Bdk. Ef 3:4.. Ini diwahyukan dalam sejarah dan dilaksanakan menurut satu rencana, artinya menurut satu "tata" yang dipikirkan secara bijaksana, yang oleh santo Paulus dinamakan "tata misteri" (Ef 3:9), oleh tradisi para Bapa "tata Sabda yang menjadi daging atau "tata keselamatan".
| << >>
|