KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1071. | Sebagai karya Kristus, liturgi itu juga tindakan Gereja-Nya. Liturgi melaksanakan dan menyatakan Gereja sebagai tanda persekutuan antara Allah dan manusia melalui Kristus. Ia mendorong umat beriman ke dalam persekutuan hidup baru. Ia mengandaikan bahwa semua orang mengambil bagian dalam liturgi kudus dengan "sadar, aktif, dan penuh makna" (SC 11).
| | 1072. | "Liturgi kudus tidak mencakup seluruh kegiatan Gereja" (SC 9); penginjilan, iman dan pertobatan harus mendahuluinya; barulah ia dapat menghasilkan buahnya dalam kehidupan umat beriman: kehidupan baru dalam Roh Kudus, keterlibatan yang aktif dalam perutusan Gereja, dan pelayanan pada kesatuannya.
| | 1073. | Liturgi adalah juga keikut-sertaan dalam doa yang Kristus sampaikan kepada Bapa dalam Roh Kudus. Di dalamnya segala doa Kristen menemukan sumber dan penyelesaiannya. Oleh liturgi manusia batin akan berakar dalam "kasih yang besar", yang dengannya Bapa telah mengasihi kita dalam Putera-Nya yang kekasih (Ef 2:4) serta berdasar pada kasih itu Bdk. Ef 3:16-17.. "Perbuatan Allah yang besar" ini dihidupkan dan diresapkan ke dalam batin, kalau orang "setiap waktu" "berdoa di dalam Roh" (Ef 6:18).
| | 1074. | "Liturgi itu puncak yang dituju oleh kegiatan Gereja dan serta-merta sumber segala daya-kekuatannya" (SC 10). Dengan demikian ia adalah tempat yang paling istimewa untuk katekese Umat Allah. "Katekese mempunyai hubungan batin dengan seluruh kegiatan liturgis dan sakramental; sebab dalam Sakramen-sakramen dan terutama dalam Ekaristi, Yesus Kristus berkarya sepenuhnya untuk mengubah manusia" (Yohanes Paulus II, CT 23).
| << >>
|