KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1073. | Liturgi adalah juga keikut-sertaan dalam doa yang Kristus sampaikan kepada Bapa dalam Roh Kudus. Di dalamnya segala doa Kristen menemukan sumber dan penyelesaiannya. Oleh liturgi manusia batin akan berakar dalam "kasih yang besar", yang dengannya Bapa telah mengasihi kita dalam Putera-Nya yang kekasih (Ef 2:4) serta berdasar pada kasih itu Bdk. Ef 3:16-17.. "Perbuatan Allah yang besar" ini dihidupkan dan diresapkan ke dalam batin, kalau orang "setiap waktu" "berdoa di dalam Roh" (Ef 6:18).
| | 1074. | "Liturgi itu puncak yang dituju oleh kegiatan Gereja dan serta-merta sumber segala daya-kekuatannya" (SC 10). Dengan demikian ia adalah tempat yang paling istimewa untuk katekese Umat Allah. "Katekese mempunyai hubungan batin dengan seluruh kegiatan liturgis dan sakramental; sebab dalam Sakramen-sakramen dan terutama dalam Ekaristi, Yesus Kristus berkarya sepenuhnya untuk mengubah manusia" (Yohanes Paulus II, CT 23).
| | 1075. | Katekese liturgis bermaksud untuk mengantar orang ke dalam misteri Kristus (ia adalah "mistagogi"), dengan melangkah dari yang tampak kepada yang tidak tampak, dari tanda kepada yang ditandai, dari "sakramen-sakramen" kepada "misteri". Untuk katekese ini perlu disiapkan katekismus lokal dan regional Katekismus ini yang ingin melayani seluruh Gereja dalam keanekaragaman ritus dan budaya Bdk. SC 3-4., akan mengemukakan apa yang mendasar dan yang sama dalam seluruh Gereja: liturgi sebagai misteri dan sebagai upacara (Seksi satu) dan sesudah itu tujuh Sakramen dan sakramentali (Seksi dua).
| | 1076. | Dengan pencurahan Roh Kudus Gereja dinyatakan kepada dunia pada hari Pentekosta. Pencurahan Roh Kudus menampilkan satu era baru dalam "penyampaian misteri": era Gereja, di mana Kristus mengumumkan, menghadirkan dan menyampaikan karya keselamatan-Nya melalui liturgi Gereja-Nya, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26). Dalam era Gereja ini, Kristus hidup dan bertindak dalam dan bersama (Gereja-Nya atas satu cara baru yang sesuai dengan zaman baru ini. Ia bertindak melalui Sakramen-sakramen. Tradisi bersama dari Gereja Timur dan Barat menamakan cara baru ini "tata sakramental". Tata ini merupakan penyampaian buah-buah misteri Paska Kristus dalam perayaan liturgi Gereja yang "sakramental".Maka kita menjelaskan terlebih dahulu "pemberian sakramental" (Bab 1) dan sesudah itu menampilkan dengan lebih jelas kodrat dan ciri-ciri hakiki dari perayaan liturgi (Bab II).
| | 1077. | "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga. Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasih-Nya" (Ef 1:3-6).
| | 1078. | Memberkati adalah satu tindakan ilahi, yang memberi hidup, dan asal mulanya adalah Bapa. Berkat-Nya [bene-dictio, eu-logia] adalah serentak sabda dan anugerah. Kalau dihubungkan dengan manusia, maka perkataan "berkat" itu berarti penyembahan dan penyerahan diri kepada Pencipta dengan ucapan terima kasih.
| | 1079. | Sejak awal mula sampai akhir zaman seluruh karya Allah adalah berkat. Mulai dari kidung liturgi tentang penciptaan pertama sampai kepada lagu pujian di dalam Yerusalem surgawi, para pengarang yang diilhami mewartakan rencana keselamatan sebagai berkat ilahi yang tidak ada batasnya.
| | 1080. | Sejak awal, Allah memberkati makhluk hidup, terutama pria dan wanita. Perjanjian dengan Nuh dan dengan segala makhluk hidup membaharui berkat kesuburan ini kendati oleh dosa manusia tanah "dikutuk". Tetapi sejak Abraham berkat ilahi meresapi sejarah manusia yang berjalan menuju kematian, supaya mengarahkannya kembali menuju kehidupan, menuju asalnya. Oleh ketaatan Abraham, bapa "orang-orang yang percaya" yang menerima berkat itu, dimulailah sejarah keselamatan.
| << >>
|