Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1076.Dengan pencurahan Roh Kudus Gereja dinyatakan kepada dunia pada hari Pentekosta. Pencurahan Roh Kudus menampilkan satu era baru dalam "penyampaian misteri": era Gereja, di mana Kristus mengumumkan, menghadirkan dan menyampaikan karya keselamatan-Nya melalui liturgi Gereja-Nya, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26). Dalam era Gereja ini, Kristus hidup dan bertindak dalam dan bersama (Gereja-Nya atas satu cara baru yang sesuai dengan zaman baru ini. Ia bertindak melalui Sakramen-sakramen. Tradisi bersama dari Gereja Timur dan Barat menamakan cara baru ini "tata sakramental". Tata ini merupakan penyampaian buah-buah misteri Paska Kristus dalam perayaan liturgi Gereja yang "sakramental".Maka kita menjelaskan terlebih dahulu "pemberian sakramental" (Bab 1) dan sesudah itu menampilkan dengan lebih jelas kodrat dan ciri-ciri hakiki dari perayaan liturgi (Bab II).

1077."Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga. Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasih-Nya" (Ef 1:3-6).

1078.Memberkati adalah satu tindakan ilahi, yang memberi hidup, dan asal mulanya adalah Bapa. Berkat-Nya [bene-dictio, eu-logia] adalah serentak sabda dan anugerah. Kalau dihubungkan dengan manusia, maka perkataan "berkat" itu berarti penyembahan dan penyerahan diri kepada Pencipta dengan ucapan terima kasih.

1079.Sejak awal mula sampai akhir zaman seluruh karya Allah adalah berkat. Mulai dari kidung liturgi tentang penciptaan pertama sampai kepada lagu pujian di dalam Yerusalem surgawi, para pengarang yang diilhami mewartakan rencana keselamatan sebagai berkat ilahi yang tidak ada batasnya.

1080.Sejak awal, Allah memberkati makhluk hidup, terutama pria dan wanita. Perjanjian dengan Nuh dan dengan segala makhluk hidup membaharui berkat kesuburan ini kendati oleh dosa manusia tanah "dikutuk". Tetapi sejak Abraham berkat ilahi meresapi sejarah manusia yang berjalan menuju kematian, supaya mengarahkannya kembali menuju kehidupan, menuju asalnya. Oleh ketaatan Abraham, bapa "orang-orang yang percaya" yang menerima berkat itu, dimulailah sejarah keselamatan.

1081.Berkat-berkat ilahi tampak kelihatan dalam peristiwa-peristiwa yang mengagumkan dan yang membawa keselamatan: dalam kelahiran Ishak, keluaran dari Mesir (Paska dan Exodus), penyerahan tanah terjanji, pemilihan Daud, kehadiran Allah dalam kenisah, pembuangan yang membersihkan dan kembalinya satu "sisa kecil". Hukum, para nabi dan mazmur-mazmur yang meresapi liturgi umat terpilih, mengingatkan berkat-berkat ilahi dan menjawabnya dalam pujian dan terimakasih.

1082.Dalam liturgi Gereja, berkat Allah dinyatakan dan dibagikan secara sempurna: Bapa diakui dan disembah sebagai asal dan tujuan segala berkat dalam tata ciptaan dan tata keselamatan; dalam Sabda-Nya yang menjadi manusia, yang mati untuk kita dan bangkit lagi Ia menyelubungi kita dengan berkat-berkat-Nya. Melalui Sabda-Nya Ia meletakkan di dalam hati kita anugerah di atas segala anugerah, yakni Roh Kudus.

1083.Oleh sebab itu, kita dapat mengerti dimensi ganda liturgi Kristen sebagai jawaban iman dan cinta atas berkat-berkat rohani, yang Bapa hadiahkan kepada kita. Disatukan dengan Tuhannya dan "dipenuhi oleh Roh Kudus" (Luk 10:21 ), Gereja itu di satu pihak berterima kasih kepada Bapa "karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu" (2 Kor 9:15) dalam sembah sujud, pujian dan syukur. Di lain pihak sampai kepada kepenuhan rencana keselamatan Allah, Gereja tidak henti-hentinya mempersembahkan kepada Bapa "persembahan anugerah-anugerah-Nya" dan mohon kepada-Nya, supaya mengutus Roh Kudus ke atas kurban, Gereja, umat beriman, dan ke atas seluruh dunia, supaya melalui persekutuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus, Imam Agung, dan melalui kekuasaan Roh, berkat-berkat ilahi ini menghasilkan buah yang hidup, supaya "terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia" (Ef 1:6).

1084.Kristus, yang duduk di sebelah kanan Bapa dan yang mencurahkan Roh Kudus di dalam Tubuh-Nya, Gereja, kini bertindak melalui Sakramen-sakramen, yang Ia tetapkan untuk membagi-bagikan rahmat-Nya. Sakramen-sakramen adalah tanda-tanda (kata-kata dan tindakan) yang dapat ditangkap oleh panca indera, yang terjangkau untuk kodrat manusia. Berkat karya Kristus dan kuasa Roh Kudus, mereka menghasilkan rahmat yang mereka tandakan.

1085.Di dalam liturgi Gereja, Kristus menyatakan dan melaksanakan misteri Paska-Nya. Selama hidup-Nya di dunia Yesus menyatakan dalam ajaran-Nya misteri Paska dan mengantisipasinya dalam tindakan-Nya. Dan setelah saat-Nya tiba Bdk. Yoh 13:1; 17:1., ia mengalami peristiwa sejarah satu-satunya yang tidak akan hilang: Yesus wafat "satu kali dan untuk selama-lamanya" (Rm 6:10; Ibr 7:27; 9:12), dimakamkan, dibangkitkan dari antara orang mati, dan duduk di sebelah kanan Bapa. Peristiwa yang sungguh terjadi dalam sejarah kita ini, bersifat unik: semua peristiwa yang lain terjadi satu kali, lantas berlalu, terbenam dalam masa lampau. Sebaliknya misteri Paska Kristus tidak dapat tinggal dalam masa lampau, karena oleh kematian-Nya Ia mengalahkan maut. Segala sesuatu yang ada pada Kristus dan segala sesuatu yang Ia lakukan dan derita untuk semua manusia, mengambil bagian dalam keabadian Allah, dengan demikian mengatasi segala zaman dan hadir di dalamnya. Peristiwa salib dan kebangkitan adalah sesuatu yang tetap dan menarik segala sesuatu menuju kehidupan.

1086."Seperti Kristus diutus oleh Bapa, begitu pula Ia mengutus para Rasul yang dipenuhi Roh Kudus. Mereka itu diutus bukan hanya untuk mewartakan Injil kepada semua makhluk, dan memberitakan bahwa Putera Allah dengan wafat dan kebangkitan-Nya telah membebaskan kita dari kuasa setan dan maut, dan telah memindahkan kita ke Kerajaan Bapa; melainkan juga untuk mewujudkan karya keselamatan yang mereka wartakan itu melalui kurban dan Sakramen-sakramen, sebagai pusat seluruh hidup liturgis" (SC 6).

<<   >>