KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1079. | Sejak awal mula sampai akhir zaman seluruh karya Allah adalah berkat. Mulai dari kidung liturgi tentang penciptaan pertama sampai kepada lagu pujian di dalam Yerusalem surgawi, para pengarang yang diilhami mewartakan rencana keselamatan sebagai berkat ilahi yang tidak ada batasnya.
| | 1080. | Sejak awal, Allah memberkati makhluk hidup, terutama pria dan wanita. Perjanjian dengan Nuh dan dengan segala makhluk hidup membaharui berkat kesuburan ini kendati oleh dosa manusia tanah "dikutuk". Tetapi sejak Abraham berkat ilahi meresapi sejarah manusia yang berjalan menuju kematian, supaya mengarahkannya kembali menuju kehidupan, menuju asalnya. Oleh ketaatan Abraham, bapa "orang-orang yang percaya" yang menerima berkat itu, dimulailah sejarah keselamatan.
| | 1081. | Berkat-berkat ilahi tampak kelihatan dalam peristiwa-peristiwa yang mengagumkan dan yang membawa keselamatan: dalam kelahiran Ishak, keluaran dari Mesir (Paska dan Exodus), penyerahan tanah terjanji, pemilihan Daud, kehadiran Allah dalam kenisah, pembuangan yang membersihkan dan kembalinya satu "sisa kecil". Hukum, para nabi dan mazmur-mazmur yang meresapi liturgi umat terpilih, mengingatkan berkat-berkat ilahi dan menjawabnya dalam pujian dan terimakasih.
| | 1082. | Dalam liturgi Gereja, berkat Allah dinyatakan dan dibagikan secara sempurna: Bapa diakui dan disembah sebagai asal dan tujuan segala berkat dalam tata ciptaan dan tata keselamatan; dalam Sabda-Nya yang menjadi manusia, yang mati untuk kita dan bangkit lagi Ia menyelubungi kita dengan berkat-berkat-Nya. Melalui Sabda-Nya Ia meletakkan di dalam hati kita anugerah di atas segala anugerah, yakni Roh Kudus.
| << >>
|