KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1081. | Berkat-berkat ilahi tampak kelihatan dalam peristiwa-peristiwa yang mengagumkan dan yang membawa keselamatan: dalam kelahiran Ishak, keluaran dari Mesir (Paska dan Exodus), penyerahan tanah terjanji, pemilihan Daud, kehadiran Allah dalam kenisah, pembuangan yang membersihkan dan kembalinya satu "sisa kecil". Hukum, para nabi dan mazmur-mazmur yang meresapi liturgi umat terpilih, mengingatkan berkat-berkat ilahi dan menjawabnya dalam pujian dan terimakasih.
| | 1082. | Dalam liturgi Gereja, berkat Allah dinyatakan dan dibagikan secara sempurna: Bapa diakui dan disembah sebagai asal dan tujuan segala berkat dalam tata ciptaan dan tata keselamatan; dalam Sabda-Nya yang menjadi manusia, yang mati untuk kita dan bangkit lagi Ia menyelubungi kita dengan berkat-berkat-Nya. Melalui Sabda-Nya Ia meletakkan di dalam hati kita anugerah di atas segala anugerah, yakni Roh Kudus.
| | 1083. | Oleh sebab itu, kita dapat mengerti dimensi ganda liturgi Kristen sebagai jawaban iman dan cinta atas berkat-berkat rohani, yang Bapa hadiahkan kepada kita. Disatukan dengan Tuhannya dan "dipenuhi oleh Roh Kudus" (Luk 10:21 ), Gereja itu di satu pihak berterima kasih kepada Bapa "karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu" (2 Kor 9:15) dalam sembah sujud, pujian dan syukur. Di lain pihak sampai kepada kepenuhan rencana keselamatan Allah, Gereja tidak henti-hentinya mempersembahkan kepada Bapa "persembahan anugerah-anugerah-Nya" dan mohon kepada-Nya, supaya mengutus Roh Kudus ke atas kurban, Gereja, umat beriman, dan ke atas seluruh dunia, supaya melalui persekutuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus, Imam Agung, dan melalui kekuasaan Roh, berkat-berkat ilahi ini menghasilkan buah yang hidup, supaya "terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia" (Ef 1:6).
| << >>
|