KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1097. | Di dalam liturgi Perjanjian Baru, tiap kegiatan liturgi, terutama perayaan Ekaristi dan Sakramen-sakramen, adalah satu pertemuan antara Kristus dan (Gereja. Perhimpunan liturgi merupakan kesatuan berkat "persekutuan Roh Kudus", yang mengumpulkan anak-anak Allah dalam Tubuh Kristus yang tunggal. Ia melampaui segala ikatan manusiawi, nasional, budaya, dan sosial.
| | 1098. | Jemaat harus mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan Tuhan, menjadi satu "umat yang rela". Persiapan hati ini adalah karya bersama Roh Kudus dan jemaat, terutama pejabat-pejabatnya. Rahmat Roh Kudus berusaha untuk membangkitkan iman, pertobatan hati, dan penyesuaian kepada kehendak Bapa. Sikap-sikap batin ini diandaikan, supaya rahmat-rahmat yang dianugerahkan dalam perayaan liturgi itu sendiri, dapat diterima dan dengan demikian perayaan ini dapat menghasilkan buah-buah untuk kehidupan baru.
| | 1099. | Roh dan Gereja bekerja sama, supaya menunjukkan Kristus dan karya keselamatan-Nya dalam liturgi. Pada tempat pertama, dalam perayaan Ekaristi, dan - atas cara yang mirip - dalam Sakramen-Sakramen lain, liturgi adalah perayaan kenangan akan misteri keselamatan. Roh Kudus adalah ingatan Gereja yang hidup Bdk. Yoh 14:26.
| | 1100. | Sabda Allah. Roh Kudus mengingatkan perhimpunan liturgi pertama-tama Akan arti dari peristiwa keselamatan, dengan memberi kehidupan kepada Sabda Allah, supaya ia dapat diterima dan dilaksanakan dalam kehidupan.
"Dalam perayaan liturgi, Kitab Suci sangat penting. Sebab dari Kitab Sucilah dikutip bacaan-bacaan, yang dibacakan dan dijelaskan dalam homili, serta mazmur-mazmur yang dinyanyikan. Dan karena ilham serta jiwa Kitab Sucilah dilambungkan permohonan, doa-doa dan madah-madah liturgi; dari padanya pula upacara serta lambang-lambang memperoleh maknanya (SC 24).
| << >>
|