KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1100. | Sabda Allah. Roh Kudus mengingatkan perhimpunan liturgi pertama-tama Akan arti dari peristiwa keselamatan, dengan memberi kehidupan kepada Sabda Allah, supaya ia dapat diterima dan dilaksanakan dalam kehidupan.
"Dalam perayaan liturgi, Kitab Suci sangat penting. Sebab dari Kitab Sucilah dikutip bacaan-bacaan, yang dibacakan dan dijelaskan dalam homili, serta mazmur-mazmur yang dinyanyikan. Dan karena ilham serta jiwa Kitab Sucilah dilambungkan permohonan, doa-doa dan madah-madah liturgi; dari padanya pula upacara serta lambang-lambang memperoleh maknanya (SC 24).
| | 1101. | Roh Kudus menganugerahkan kepada para lektor dan pendengar, sesuai dengan daya terima hatinya, pengertian rohani mengenai Sabda Allah. Oleh perkataan, tindakan, dan lambang, yang membentuk kerangka dasar perayaan liturgi, ia menghantar umat beriman dan para pejabat ke dalam hubungan yang hidup dengan Kristus, Sabda dan Citra Bapa. Dengan demikian umat beriman dapat merenungkan dan melaksanakan arti dari apa yang mereka dengarkan dalam perayaan, dan melaksanakannya dalam kehidupannya.
| | 1102. | "Umat Allah pertama-tama dihimpun oleh Sabda Allah yang hidup.... Sebab oleh Sabda Penyelamat, iman... dipupuk dalam hati mereka yang percaya" (PO 4) Pewartaan Sabda Allah tidak hanya membataskan diri pada pengajaran semata mata, tetapi juga mengundang jawaban yang penuh kepercayaan sebagai persetujuan dan komitmen terhadap perjanjian antara Allah dan Umat-Nya. Lagi-lagi Roh Kudus yang memberi rahmat iman ini, menguatkannya dan menumbuhkannya di dalam jemaat. Jadi, perhimpunan liturgi pertama-tama adalah persekutuan dalam iman.
| | 1103. | Anamnese [peringatan]. Perayaan liturgi selalu berhubungan dengan campur tangan Allah yang membawa keselamatan dalam sejarah. "Tata perwahyuan itu terlaksana melalui perbuatan dan perkataan yang amat erat terjalin sehingga... kata-kata menyiarkan karya-karya dan menerangkan rahasia yang tercantum di dalanmya" (DV 2). Dalam ibadat sabda, Roh Kudus mengingatkan jemaat kepada segala sesuatu, yang Kristus telah lakukan untuk kita. Sesuai dengan kodriat tindakan-tindakan liturgi dan ritus-ritus dalam pelbagai Gereja, perayaan liturgi "memperingatkan" - dalam satu anamnese yang lebih atau kurang rinci - karya-karya agung Allah. Roh Kudus, yang cara demikian membangkitkan kenangan dalam Gereja, mengajak untuk berterima kasih dan memuja [doksologi].
| | 1104. | Liturgi Kristen tidak hanya mengingatkan kita akan peristiwa-peristiwa yang menyelamatkan kita, tetapi menghadirkannya juga. Misteri Paska Kristus dirayakan bukan diulangi; hanya perayaan-perayaan itu yang diulangi. Di dalam setiap perayaan terjadi curahan Roh Kudus yang membuat misteri yang terjadi hanya satu kali itu, menyata dalam waktu sekarang.
| | 1105. | Epiklese adalah permohonan di mana imam memohon kepada Bapa, agar mengutus Roh Kudus, supaya bahan persembahan menjadi tubuh dan darah Kristus, dan umat beriman yang menerimanya menjadi persembahan yang hidup bagi Allah.
| << >>
|