Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1130.Gereja merayakan misteri Tuhannya, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26) dan "Allah menjadi semua dalam semua1 (1 Kor 15:28). Sejak para Rasul, liturgi diarahkan kepada tujuannya oleh hembusan Roh di dalam Gereja: "Marana tha" (1 Kor 16:22). Liturgi juga mengambil bagian dalam kerinduan Yesus: "Aku sangat rindu makan Paska ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita... sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah" (Luk 22:15-16). Dalam Sakramen-sakramen Kristus, Gereja sekarang ini sudah menerima panjar warisannya. Ia sudah mengambil bagian dalam kehidupan abadi, "dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juru Selamat kita Yesus Kristus" (Tit 2:13). "Roh dan pengantin perempuan itu berkata: Marilah... datanglah, Tuhan Yesus" (Why 22:17.20).
Santo Tomas merangkumkan pelbagai arti dari tanda sakramental sebagai berikut: "Sakramen adalah tanda yang mengingatkan apa yang sudah terjadi ialah kesengsaraan Kristus; juga tanda yang menunjukkan apa yang dilaksanakan di dalam kita oleh kesengsaraan Kristus ialah rahmat: demikian juga tanda yang mengantisipasi apa yang penderitaan itu sudah nyatakan lebih dahulu yakni kemuliaan yang akan datang" (s.th. 3,60,3).

1131.Sakramen-sakramen ditetapkan Kristus dan dipercayakan kepada Gereja sebagai tanda berdaya guna yang menghasilkan rahmat dan memberikan kehidupan ilahi kepada kita. Ritus yang tampak, dengan mana Sakramen-sakramen itu dirayakan, menyatakan dan menghasilkan rahmat, yang dimiliki setiap Sakramen. Bagi umat beriman yang menerimanya dengan sikap batin yang wajar, mereka menghasilkan buah.

1132.Gereja merayakan Sakramen-sakramen itu sebagai persekutuan imami yang dibagikan atas imamat yang diterima dalam Pembaptisan, dan imamat para pejabat tertahbis.

1133.Roh Kudus mempersiapkan umat beriman untuk Sakramen-sakramen. Ia melakukan itu dengan perantaraan Sabda Allah dan dengan perantaraan iman, yang menerima Sabda dengan hati terbuka. Dengan demikian Sakramen-sakramen memperkuat iman dan menyatakannya.

1134.Kehidupan sakramental menghasilkan buah, baik untuk perorangan maupun untuk Gereja. Untuk setiap warga beriman buah ini berarti bahwa ia hidup untuk Allah dalam Yesus Kristus, sedangkan untuk Gereja, bahwa ia bertumbuh dalam cinta dan dalam perutusannya demi kesaksian.

1135.Katekese mengenai liturgi menuntut pertama-tama pengertian tentang susunan dasar Sakramen (Bab I). Dalam terang ini menjadi nyatalah sifat baru dari perayaan. Karena itu dalam bab ini dibicarakan tentang perayaan Sakramen-sakramen Gereja. Dijelaskan apa yang - di dalam semua tradisi liturgi yang berbeda-beda - dimiliki bersama oleh ketujuh Sakramen itu. Yang khusus di setiap Sakramen akan dijelaskan kemudian. Katekese dasar mengenai liturgi, Sakramen-sakramen ini menjawab pertanyaan-pertanyaan pertama, yang diajukan kaum beriman dalam hubungan dengan ini :
? Siapa merayakan liturgi?
? Bagaimana ia dirayakan?
? Bilamana ia dirayakan?
? Di mana ia dirayakan?

<<   >>