KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1148. | Karena mereka diciptakan oleh Allah, maka kenyataan yang dapat ditangkap oleh indera ini menjadi tanda karya Allah, yang menguduskan manusia, dan juga karya manusia yang menyembah Allah. Demikian berlaku pula untuk tanda dan lambang dalam hidup sosial manusia: mencuci dan mengurapi, membagikan roti dan minum dari cawan yang sama dapat menjadi pernyataan kehadiran Allah yang menguduskan dan terima kasih manusia terhadap Penciptanya.
| | 1149. | Agama-agama besar umat manusia sering kali memberi kesaksian dengan sangat mengesankan mengenai arti ritus religius yang kosmis dan simbolik ini. Liturgi Gereja membutuhkan, mengintegrasikan, dan menguduskan unsur-unsur ciptaan dan kebudayaan manusia, dengan memberikan kepadanya martabat tanda-tanda rahmat, penciptaan baru dalam Yesus Kristus.
| | 1150. | Tanda-tanda perjanjian. Bangsa terpilih menerima dari Allah tanda-tanda dan lambang-lambang khusus, yang menandakan kehidupan liturginya. Mereka bukan lagi hanya gambaran tentang peraturan dalam kosmos dan bukan lagi hanya isyarat-isyarat sosial, melainkan tanda-tanda perjanjian dan lambang karya agung Allah untuk umat-Nya. Penyunatan, pengurapan, dan penahbisan para raja dan para imam, peletakan tangan, persembahan, dan terutama Paska, termasuk tanda-tlanda liturgis Perjanjian Lama ini. Gereja melihat di dalam tanda-tanda ini pratanda Sakramen-sakramen Perjanjian Baru.
| | 1151. | Tanda-tanda yang diangkat oleh Kristus. Dalam khotbah-khotbah-Nya Yesus Tuhan sering memakai tanda-tanda dari ciptaan, guna menjelaskan misteri Kerajaan Allah. Bdk. Luk 8:10. Ia menyembuhkan orang dan menopang ajaran-Nya melalui tanda yang kelihatan atau gerakan simbolik. Bdk. Yoh 9:6; Mrk 7:33-35; 8:22-25. Ia memberikan kepada peristiwa-peristiwa dan tanda-tanda Perjanjian Lama, terutama keluaran dari Mesir dan Paska, Bdk. Luk 9:31; 22:7-20. satu arti baru, karena Ia sendiri adalah arti dari semua lambang ini.
| | 1152. | Tanda-tanda sakramental. Sejak Pentekosta, Roh Kudus menguduskan dunia melalui tanda-tanda sakramental Gereja-Nya. Sakramen-sakramen Gereja tidak menghapus seluruh kekayaan tanda dan lambang kosmos dan kehidupan sosial, tetapi menyucikan dan mengintegrasikannya. Sekaligus mereka memenuhi apa yang Perjanjian Lama nyatakan lebih dahulu. Mereka melambangkan dan melaksanakan keselamatan yang diperoleh Kristus, mereka menggambarkan lebih dahulu kemuliaan surga dan dalam arti tertentu mengantisipasinya.
| | 1153. | Perayaan sebuah Sakramen adalah pertemuan anak-anak Allah dengan Bapanya di dalam Kristus dan Roh Kudus. Pertemuan itu merupakan dialog dan mendapat perwujudannya dalam perbuatan dan perkataan. Memang kegiatan liturgi dengan sendirinya sudah merupakan satu bahasa, tetapi Sabda Allah dan jawaban iman harus mengiringi dan menghidupkan kegiatan ini, supaya Sabda tentang Kerajaan Allah lebih dapat menghasilkan buah di tanah yang baik. Kegiatan liturgi menyatakan melalui tanda-tanda, apa yang Sabda Allah ungkapkan: penawaran rahmat Allah dan serentak jawaban iman umat-Nya.
| << >>
|