KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1154. | Ibadat Sabda merupakan bagian yang mutlak perlu dalam perayaan sakramental. Untuk membangkitkan iman umat beriman, tanda-tanda yang mengiringi Sabda Allah, diperjelas: Kitab Suci (buku bacaan atau buku Injil), penghormatannya (arak-arakan, dupa, terang), tempat pewartaan (ambo), pembacaannya yang harus didengarkan dan dimengerti dengan baik, homili yang disampaikan pejabat, yang menjelaskan lebih lanjut isi pewartaan, demikian pula jawaban umat yang hadir (seperti aklamasi, mazmur, litani dan pengakuan iman).
| | 1155. | Perkataan liturgi dan perbuatan liturgi sebagai pengajaran dan tanda tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain; juga sebagai perwujudan dari apa yang mereka artikan, mereka tidak terpisahkan. Roh Kudus tidak hanya menuntun menuju pengertian akan Sabda Allah, dengan membangkitkan iman, tetapi melalui Sakramen-sakramen Ia juga mewujudkan karya-karya agung Allah, yang diwartakan Sabda Allah. Ia menghadirkan dan menyampaikan pekerjaan, yang Bapa telah selesaikan melalui Putera-Nya yang kekasih.
| | 1156. | "Tradisi musik Gereja semesta merupakan kekayaan yang tak terperikan nilainya, lebih gemilang dari ungkapan-ungkapan seni lainnya, terutama karena nyanyian suci yang terikat pada kata-kata merupakan bagian Liturgi meriah yang penting atau integral" (SC 112). Syair-syair dan nyanyian mazmur-mazmur yang diilhami yang sering diiringi oleh alat-alat sudah berkaitan erat dengan perayaan liturgi dalam Pedanjian Lama. Gereja melanjutkan tradisi ini dan mengembangkannya: "Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian, dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati" (Ef 5:19) Bdk. Kol 3:16-17.. "Yang bermadah, berdoa ganda" Bdk. Agustinus, Psal. 72, 1.
| << >>
|