KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1162. | "Keindahan dan warna gambar-gambar merangsang doaku. Mereka merupakan pesta bagi mataku, sebagaimana gambar dari suatu pemandangan alam tnerangsang hatiku, untuk memuja Allah" (Yohanes dari Damaskus, imag. 1,27). Melihat gambar-gambar suci, bersama dengan renungan mengenai Sabda Allah dan dengan nyanyian madah gerejani, membentuk keserasian tanda-tanda liturgi, sehingga misteri yang dirayakan meresap ke dalam kenangan hati, lalu tampak dengan jelas dalam cara hidup baru umat beriman.
| | 1163. | "Bunda Gereja yang penuh kasih memandang sebagai tugasnya: pada hari-hari tertentu di sepanjang tahun merayakan karya penyelamatan mempelai ilahinya dengan kenangan suci. Sekali seminggu, pada hari yang disebut hari Tuhan, Gereja mengenangkan kebangkitan Tuhan, yang sekali setahun, pada hari raya agung Paska, juga dirayakannya bersama dengan sengsara-Nya yang suci. Namun selama kurun waktu setahun Gereja memaparkan seluruh misteri Kristus. ... Dengan mengenangkan misteri-misteri penebusan itu, Gereja membuka bagi kaum beriman kekayaan keutamaan serta pahala Tuhannya sedemikian rupa, sehingga rahasia-rahasia itu senantiasa hadir dengan cara tertentu. Umat mencapai misteri-misteri itu dan dipenuhi dengan rahmat keselamatan" (SC 102).
| | 1164. | Sejak hukum Musa, Umat Allah telah mengenal pesta-pesta tertentu berhubungan dengan Paska, untuk memperingati karya agung Allah Penyelamat, berterima kasih kepada-Nya untuk itu, menghidupkan terus kenangan akan karya itu dan mengajarkannya kepada generasi-generasi baru, guna menjadikannya pedoman hidup. Pada masa Gereja, antara Paska Kristus yang dilakukan satu kali untuk selama-lamanya dan penyelesaiannya di dalam Kerajaan Allah, liturgi yang dirayakan pada hari-hari pesta tertentu, diwarnai oleh sifat baru dari misteri Kristus.
| << >>
|