KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1196. | Umat beriman yang merayakan Ibadat Harian menyatukan diri melalut doa mazmur, melalui renungan Sabda Allah, melalui madah dan pemberkatan dengan Kristus, Kepala kita. Dengan demikian mereka menggabungkan diri dengan doa Kristus yang terus-menerus dan yang mencakup seluruh dunia, yang memuliakan Bapa dan yang memohon anugerah Roh Kudus ke atas seluruh dunia.
| | 1197. | Kristus adalah bait Allah yang sebenarnya, "tempat, di mana kemuliaan-Nya tinggal". Oleh rahmat Allah, orang-orang Kristen pun menjadi bait Roh Kudus, menjadi batu-batu hidup, yang dengannya Gereja dibangun.
| | 1198. | Dalam keberadaannya di dunia, Gereja membutuhkan tempat-tempat, di mana jemaat dapat berkumpul: gereja-gereja kita yang kelihatan, tempat-tempat kudus, gambaran kota suci, Yerusalem surgawi, yang kita songsong dalam penziarahan kita.
| | 1199. | Di dalam gereja-gereja ini Gereja melaksanakan upacara ibadat secara resmi demi penghormatan kepada Tritunggal Mahakudus, mendengarkan Sabda Allah dan menyanyikan madah pujian, melambunggkan doanya dan membawa kurban Kristus, yang hadir di tengah jemaat secara sakramental. Gereja-gereja ini adalah juga tempat renungan batin dan doa pribadi.
| | 1200. | Mulai dari jemaat perdana di Yerusalem sampai kepada kedatangan Kristus kembali, Gereja-gereja Allah yang Setia kepada iman apostolik, merayakan di mana-mana misteri Paska yang sama. Misteri yang dirayakan dalam liturgi, tetap satu saja; hanya bentuk perayaannya yang berlainan.
| | 1201. | Misteri Kristus itu kaya tak terbatas, sehingga tidak ada satu liturgi yang dapat menyatakannya secara sempurna dan penuh. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan ritus-ritus memberi kesaksian mengenai keanekaragaman yang mengherankan dan saling melengkapi. Selama Gereja-gereja yang mempraktikkan tradisi-tradisi liturgi yang berbeda ini, hidup dalam persekutuan iman dan Sakramen-sakramen iman, mereka saling memperkaya dan menjadi lebih kuat dalam kesetiaan kepada tradisi dan kepada perutusan bersama seluruh Gereja Bdk. EN 63-64.
| << >>
|