Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1204.Perayaan liturgi harus sesuai dengan jiwa dan kebudayaan bangsa yang berbeda-beda Bdk. SC 37-40.. Supaya misteri Kristus diwartakan kepada semua bangsa, "untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman" (Rm 16:26), haruslah ia diwartakan, dirayakan dan dihidupkan dalam semua kebudayaan. Sementara itu kebudayaan tidak dihapus oleh misteri, tetapi dibebaskan dan disempurnakan Bdk. CT 53.. Oleh kebudayaan manusiawi yang mereka miliki yang diterima dan diubah Kristus, anak-anak Allah dapat masuk kepada Bapa dan memuliakan Dia dalam satu Roh.

1205."Penyesuaian harus memperhatikan kenyataan bahwa di dalam liturgi, dan terutama dalam liturgi Sakramen-sakramen, terdapat satu bagian yang tidak berubah, karena ia berasal dari Allah, sehingga Gereja harus melindunginya. Di samping itu ada bagian-bagian yang dapat diubah dan kadang-kadang harus disesuaikan Gereja dengan kebudayaan bangsa-bangsa yang baru menerima Injil Bdk. SC 21." (Yohanes Paulus II, Sur. Ap. "Vicesimus quintus annus" 16).

1206."Keanekaragaman liturgi dapat memperkaya, tetapi dapat juga menimbulkan ketegangan, salah paham, dan malahan perpecahan. Memang perbedaan dalam bidang ini tidak boleh merugikan kesatuan. Ia hanya dapat mengungkapkan diri sambil memegang teguh iman bersama, tanda-tanda sakramental yang Gereja telah terima dari Kristus, dan persekutuan hierarki. Penyesuaian kepada kebudayaan menuntut pertobatan hati dan, kalau perlu, kerelaan melepaskan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak dapat disatupadukan dengan iman Katolik" (ibid.).

<<   >>