KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1219. | Gereja memandang bahtera Nuh sebagai pratanda keselamatan oleh Pembaptisan. Di dalam bahtera Nuh hanya "sedikit yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu" (1 Ptr 3:20):
"Malahan air bah adalah tanda Pembaptisan, karena air membawa keruntuhan bagi dosa dan satu awal baru untuk kehidupan kudus" (MR, Malam Paska 42: Pemberkatan air pembaptisan).
| | 1220. | Air dari mata air adalah- lambang kehidupan, air laut lambang kematian. Oleh karena itu, air juga dapat menunjuk kepada misteri salib. Atas dasar lambang ini lalu Pembaptisan merupakan satu keikutsertaan di dalam kematian Kristus.
| | 1221. | Terutama penyeberangan melalui Laut Merah - pembebasan Israel yang sebenarnya dari perhambaan Mesir - menyatakan pembebasan yang dilaksanakan oleh Pembaptisan:
"Ketika anak-anak Abraham, setelah dibebaskan dari perhambaan Firaun, melewati Laut Merah dengan kaki kering, mereka adalah pratanda bagi umat beriman, yang oleh air pembaptisan dibebaskan dari perhambaan yang jahat" (MR. Malam Paska 42: Pemberkatan air pembaptisan).
| | 1222. | Akhirnya pratanda Pembaptisan juga adalah penyeberangan sungai Yordan, yang olehnya Umat Allah menerima hadiah tanah, yang dijanjikan kepada keturunan Abraham - satu pratanda kehidupan abadi. Janji akan warisan yang membahagiakan ini terpenuhi dalam Perjanjian Baru.
| | 1223. | Semua pratanda Perjanjian Lama mendapatkan penyempurnaannya di dalam Yesus Kristus. Ia memulai kehidupan-Nya di depan umum sesudah Pembaptisan-Nya di sungai Yordan Bdk. Mat 3:13 par.. Setelah kebangkitan-Nya Ia memberi perutusan kepada para Rasul: "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat 28:19-20) Bdk. Mrk 16:15-16.
| | 1224. | Untuk "menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Mat 3:15) Tuhan kita telah menerima dengan sukarela pembaptisan oleh Yohanes, yang ditentukan untuk para pendosa. Dalam tindakan ini terlihatlah "pengosongan diri" Yesus Bdk. Flp 2:7.. Roh, yang melayang-layang di atas air penciptaan pertama, turun ke atas Kristus, untuk menunjukkan penciptaan baru, dan Bapa memberi kesaksian tentang Yesus sebagai "Putera-Nya yang kekasih" (Mat 3:17).
| | 1225. | Di dalam Paska-Nya Kristus telah membuka sumber-sumber Pembaptisan untuk semua manusia. Ia berbicara mengenai kesengsaraan-Nya, yang akan Ia alami di Yerusalem, sebagai satu "pembaptisan", yang dengannya Ia harus "dibaptiskan" (Mrk 10:38) Bdk. Luk 12:50.. Darah dan air, yang mengalir dari lambung Yesus yang tertikam Bdk. Yoh 19:34., merupakan gambaran asli Pembaptisan dan Ekaristi, Sakramen kehidupan baru Bdk. 1 Yoh 5:6-8.. Dengan demikian kita dimungkinkan untuk "dilahirkan dalam air dan Roh", supaya masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh 3:5):
"Lihatlah, di mana engkau dibaptis, dari mana Pembaptisan datang, kalau bukan dari salib Kristus, dari kematian Kristus. Di dalamnya terletak seluruh misteri: Ia telah menderita untuk engkau. Di dalam Dia engkau telah ditebus, di dalam Dia engkau telah diselamatkan (Ambrosius, sacr. 2,6).
| | 1226. | Pada hari Pentekosta, Gereja sudah merayakan dan menerimakan Pembaptisan kudus. Santo Petrus berkata kepada rakyat, yang sangat terharu oleh khotbahnya: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus" (Kis 2:38). Para Rasul dan rekan kerjanya menawarkan Pembaptisan kepada semua orang yang percaya kepada Yesus: orang Yahudi, orang yang takut akan Allah, dan orang kafir Bdk. Kis 2:41; 8,12-13; 10:48; 16:15.. Pembaptisan selalu dihubung-hubungkan dengan iman: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu", demikian perkataan santo Paulus kepada kepala penjaranya di Filipi. Dan "seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis" (Kis 16:31.33).
| | 1227. | Menurut santo Paulus, seorang yang percaya diikutsertakan di dalam kematian Kristus oleh Pembaptisan; ia dimakamkan bersama Dia dan bangkit bersama Dia.
"Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru" (Rm 6:3-4) Bdk. Kol 2:12.
| | 1228. | Jadi, Pembaptisan adalah permandian dalam air, di mana "benih yang tidak fana", yakni Sabda Allah, menghasilkan daya yang menghidupkan Bdk. 1 Ptr 1:23; Ef 5:26.. Santo Agustinus mengatakan tentang Pembaptisan: "Perkataan ditambah pada unsur [materi], dan terjadilah Sakramen" (ev. Jo. 80,3).
| | 1229. | Orang menjadi Kristen - sudah sejak zaman para Rasul - dengan mengikuti jalan inisiasi dalam beberapa tahap. Jalan ini dapat ditempuh cepat atau perlahan. Tetapi ia harus selalu mempunyai beberapa unsur hakiki: pewartaan Sabda, penerimaan Injil yang menuntut pertobatan, pengakuan iman, Pembaptisan itu sendiri, pemberian Roh Kudus, dan penerimaan ke dalam persekutuan Ekaristi.
| | 1230. | Inisiasi ini, dalam peredaran waktu dan sesuai dengan pelbagai situasi, dilaksanakan atas cara berbeda. Dalam abad-abad pertama Gereja, inisiasi Kristen ini mengalami pengembangan yang luas: waktu yang lama untuk katekumenat, dan satu deretan ritus, yang menandakan jalan persiapan secara liturgis, akhirnya mengantar ke perayaan Sakramen-sakramen inisiasi Kristen.
| | 1231. | Ditempat dimana Pembaptisan anak-anak sudah menjadi bentuk yang sangat biasa untuk pemberian Pembaptisan, perayaan ini sangat dipersingkat menjadi satu upacara, yang mencakup juga tahap-tahap awal menuju inisiasi Kristen dalam bentuk sangat singkat. Pembaptisan anak-anak menuntut dengan sendirinya katekumenat sesudah Pembaptisan. Pada kesempatan itu tidak hanya diperhatikan pengajaran iman yang perlu sesudah Pembaptisan, tetapi juga pengembangan rahmat Pembaptisan dalam perkembangan pribadi orang yang dibaptis. Di sinilah pelajaran katekese mendapat tempatnya.
| | 1232. | Konsili Vatikan II mengadakan kembali "katekumenat bertahap untuk orang dewasa" dalam Gereja Latin (SC 64). Ritusnya dapat ditemukan dalam Ordo Initiationis Christianae Adultorum (1972). Di samping itu Konsili memperbolehkan, supaya "di daerah-daerah misi... dimasukkan juga unsur-unsur inisiasi yang terdapat sebagai kebiasaan pada masing-masing bangsa, sejauh itu dapat disesuaikan dengan upacara kristiani" (SC 65) Bdk. SC 37-40. 1204
| | 1233. | Dalam segala ritus Latin dan Gereja Timur dewasa ini, inisiasi Kristen untuk orang dewasa mulai dengan penerimaan ke dalam katekumenat, sampai memuncak dalam perayaan ketiga Sakramen, - Pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi - dalam satu upacara Bdk. AG 13; CIC, cann. 851; 865; 866.. Dalam ritus Gereja Timur inisiasi Kristen untuk anak-anak mulai dengan Pembaptisan, yang langsung disusul oleh Penguatan dan penerimaan Ekaristi. Sedangkan dalam ritus Roma inisiasi berjalan terus selama tahun-tahun katekumenat, supaya kemudian diselesaikan oleh penerimaan Penguatan dan Ekaristi, puncak inisiasi Kristen Bdk. CIC, cann. 851,20; 868.
| | 1234. | Arti dan rahmat Sakramen Pembaptisan tampak dengan jelas dalam ritus perayaan. Kalau umat beriman dengan penuh perhatian mengikuti perbuatan dan perkataan dari perayaan ini mereka diantar ke dalam kekayaan-kekayaan, yang ditandakan dan dikerjakan Sakramen ini dalam tiap penerima baptis yang baru.
| | 1235. | Tanda Salib pada awal perayaan menyatakan bahwa Kristus mengukir tanda-Nya pada orang yang akan bergabung dengan-Nya. Ia menandakan rahmat penebusan, yang Kristus telah beroleh bagi kita dengan salib-Nya.
| | 1236. | Pewartaan Sabda Allah menerangi penerima baptis dan jemaat oleh kebenaran yang diwahyukan dan memancing jawaban iman. Iman tidak dapat dipisahkan dari Pembaptisan. Pembaptisan itu atas cara yang khusus adalah "Sakramen iman", karena melalui dia orang masuk secara sakramental ke dalam kehidupan iman.
| | 1237. | Karena Pembaptisan adalah tanda pembebasan dari dosa dan penggodanya, ialah setan, maka diucapkan satu atau beberapa eksorsisme ke atas orang yang dibaptis. Selebran mengurapi orang yang dibaptis atau meletakkan tangan di atasnya; sesudah itu orang yang dibaptis dengan tegas menyangkal setan. Dengan persiapan ini, ia dapat mengakui iman Gereja, yang dipercayakan kepadanya melalui Pembaptisan Bdk. Rm 6:17.
| | 1238. | Air pembaptisan diberkati dengan doa epiklese pada perayaan pembaptisan itu sendiri atau pada malam Paska. Gereja berdoa kepada Allah supaya kekuatan Roh Kudus turun ke atas air ini melalui Putera-Nya, sehingga semua orang yang menerima Pembaptisan di dalamnya, "dilahirkan dari air dan Roh" (Yoh 3:5).
| | 1239. | Sesudah itu menyusul ritus inti dari Sakramen ini: pembaptisan yang sebenarnya. Ia menandakan dan benar-benar menyebabkan kematian terhadap dosa serta menghantar masuk ke dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus, karena orang yang dibaptis itu diikutsertakan dalam misteri Paska Kristus. Atas cara yang paling nyata pembaptisan dilaksanakan melalui pencelupan ke dalam air pembaptisan sebanyak tiga kali. Tetapi sudah sejak zaman Kristen purba ia juga dapat diterimakan, dengan menuangkan air sebanyak tiga kali di atas kepala orang yang dibaptis.
| | 1240. | Dalam Gereja Latin pemberi Pembaptisan berkata : "N. aku membaptis engkau atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus", sambil mencurahkan air sebanyak tiga kali. Di dalam ritus Gereja Timur katekumen menghadap ke timur dan imam berkata: "Pelayan Allah N. dibaptis atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus". Dan setiap kali, ia mengucapkan nama seorang dari Tritunggal Mahakudus, ia mencelupkan orang yang dibaptis itu ke dalam air dan mengeluarkannya lagi.
| | 1241. | Pengurapan dengan minyak krisma yang kudus - satu minyak wangi yang diberkati Uskup - berarti bahwa Roh Kudus diserahkan kepada yang baru dibaptis. Ia menjadi seorang Kristen, artinya seorang yang "diurapi" oleh Roh Kudus, digabungkan sebagai anggota dalam Kristus, yang telah diurapi menjadi imam, nabi, dan raja Bdk. OBP 62.
| | 1242. | Dalam liturgi Gereja-gereja Timur pengurapan sesudah pembaptisan adalah Sakramen Krisma (Penguatan). Dalam Liturgi Roma ia menunjuk kepada pengurapan kedua dengan krisma kudus, yang akan diberikan Uskup: Sakramen Penguatan, yang dalam arti tertentu "menguatkan" dan menyelesaikan urapan Pembaptisan.
| | 1243. | Kain putih berarti, bahwa orang yang telah dibaptis mengenakan "Kristus [sebagai busana]" (Gal 3:27): ia telah bangkit bersama Kristus. Lilin baptis, yang dinyalakan pada lilin Paska berarti bahwa Kristus telah menerangi orang yang baru dibaptis. Di dalam Kristus, orang-orang yang dibaptis adalah "terang dunia" (Mat 5:14) Bdk. Flp 2:15.. Sekarang orang yang baru dibaptis itu, dalam Putera tunggal dijadikan anak Allah. Ia dapat mendoakan doa anak-anak Allah: Bapa Kami.
| | 1244. | Komuni kudus pertama. Setelah menjadi anak Allah dan menerima pakaian perkawinan, orang yang baru dibaptis diterima dalam "perjamuan kawin Anak Domba" dan menerima makanan kehidupan baru, tubuh dan darah Kristus. Gereja-gereja Timur sangat sadar akan kesatuan inisiasi Kristen dan karena itu mereka memberi komuni kudus kepada semua orang yang baru dibaptis dan dikuatkan, malahan juga kepada anak-anak, dengan mengingat Sabda Tuhan: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku; jangan menghalang-halangi mereka" (Mrk 10:14). Gereja Latin mengkhususkan langkah menerima komuni kudus bagi mereka yang telah mencapai usia memadai untuk berpikir, tetapi menyatakan hubungan Pembaptisan dengan Ekaristi dengan cara bahwa anak yang baru dibaptis, dibawa ke altar untuk doa Bapa Kami.
| | 1245. | Berkat mulia mengakhiri upacara Pembaptisan. Dalam Pembaptisan anak-anak kecil, pemberkatan ibu mempunyai arti yang khusus.
| | 1246. | "Yang dapat dibaptis ialah setiap orang dan hanya orang yang belum dibaptis" (CIC, can. 864; CCEO, can. 679).
| | 1247. | Sejak awal Gereja, Pembaptisan orang-orang dewasa diberikan paling sering di tempat, di mana Injil belum lama diwartakan. Karena itu katekumenat [persiapan Pembaptisan] mendapat tempat yang penting. Sebagai bimbingan ke dalam iman dan kehidupan Kristen, ia harus mempersiapkan orang untuk menerima rahmat Allah di dalam Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi.
| | 1248. | Waktu persiapan ini, bertujuan membantu katekumen untuk memberi jawaban kepada tawaran keselamatan ilahi dan untuk mematangkan pertobatan dan imannya dalam kesatuan dengan persekutuan Gereja. Yang dipentingkan di sini ialah suatu "pembinaan dalam seluruh hidup kristiani dan masa percobaan yang lamanya memadai, yang membantu para murid untuk bersatu dengan Kristus Guru mereka. Maka hendaknya para katekumen diantar sebagaimana harusnya untuk memasuki rahasia keselamatan, menghayati cara hidup menurut Injil, dan ikut serta dalam upacara-upacara suci, yang harus dirayakan dari masa ke masa. Hendaknya mereka diajak memulai hidup dalam iman, merayakan liturgi dan mengamalkan cinta kasih Umat Allah" (AG 14) Bdk. OICA 19 dan 98.
| << >>
|