KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1226. | Pada hari Pentekosta, Gereja sudah merayakan dan menerimakan Pembaptisan kudus. Santo Petrus berkata kepada rakyat, yang sangat terharu oleh khotbahnya: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus" (Kis 2:38). Para Rasul dan rekan kerjanya menawarkan Pembaptisan kepada semua orang yang percaya kepada Yesus: orang Yahudi, orang yang takut akan Allah, dan orang kafir Bdk. Kis 2:41; 8,12-13; 10:48; 16:15.. Pembaptisan selalu dihubung-hubungkan dengan iman: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu", demikian perkataan santo Paulus kepada kepala penjaranya di Filipi. Dan "seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis" (Kis 16:31.33).
| | 1227. | Menurut santo Paulus, seorang yang percaya diikutsertakan di dalam kematian Kristus oleh Pembaptisan; ia dimakamkan bersama Dia dan bangkit bersama Dia.
"Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru" (Rm 6:3-4) Bdk. Kol 2:12.
| | 1228. | Jadi, Pembaptisan adalah permandian dalam air, di mana "benih yang tidak fana", yakni Sabda Allah, menghasilkan daya yang menghidupkan Bdk. 1 Ptr 1:23; Ef 5:26.. Santo Agustinus mengatakan tentang Pembaptisan: "Perkataan ditambah pada unsur [materi], dan terjadilah Sakramen" (ev. Jo. 80,3).
| | 1229. | Orang menjadi Kristen - sudah sejak zaman para Rasul - dengan mengikuti jalan inisiasi dalam beberapa tahap. Jalan ini dapat ditempuh cepat atau perlahan. Tetapi ia harus selalu mempunyai beberapa unsur hakiki: pewartaan Sabda, penerimaan Injil yang menuntut pertobatan, pengakuan iman, Pembaptisan itu sendiri, pemberian Roh Kudus, dan penerimaan ke dalam persekutuan Ekaristi.
| | 1230. | Inisiasi ini, dalam peredaran waktu dan sesuai dengan pelbagai situasi, dilaksanakan atas cara berbeda. Dalam abad-abad pertama Gereja, inisiasi Kristen ini mengalami pengembangan yang luas: waktu yang lama untuk katekumenat, dan satu deretan ritus, yang menandakan jalan persiapan secara liturgis, akhirnya mengantar ke perayaan Sakramen-sakramen inisiasi Kristen.
| | 1231. | Ditempat dimana Pembaptisan anak-anak sudah menjadi bentuk yang sangat biasa untuk pemberian Pembaptisan, perayaan ini sangat dipersingkat menjadi satu upacara, yang mencakup juga tahap-tahap awal menuju inisiasi Kristen dalam bentuk sangat singkat. Pembaptisan anak-anak menuntut dengan sendirinya katekumenat sesudah Pembaptisan. Pada kesempatan itu tidak hanya diperhatikan pengajaran iman yang perlu sesudah Pembaptisan, tetapi juga pengembangan rahmat Pembaptisan dalam perkembangan pribadi orang yang dibaptis. Di sinilah pelajaran katekese mendapat tempatnya.
| << >>
|