Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1243.Kain putih berarti, bahwa orang yang telah dibaptis mengenakan "Kristus [sebagai busana]" (Gal 3:27): ia telah bangkit bersama Kristus. Lilin baptis, yang dinyalakan pada lilin Paska berarti bahwa Kristus telah menerangi orang yang baru dibaptis. Di dalam Kristus, orang-orang yang dibaptis adalah "terang dunia" (Mat 5:14) Bdk. Flp 2:15.. Sekarang orang yang baru dibaptis itu, dalam Putera tunggal dijadikan anak Allah. Ia dapat mendoakan doa anak-anak Allah: Bapa Kami.

1244.Komuni kudus pertama. Setelah menjadi anak Allah dan menerima pakaian perkawinan, orang yang baru dibaptis diterima dalam "perjamuan kawin Anak Domba" dan menerima makanan kehidupan baru, tubuh dan darah Kristus. Gereja-gereja Timur sangat sadar akan kesatuan inisiasi Kristen dan karena itu mereka memberi komuni kudus kepada semua orang yang baru dibaptis dan dikuatkan, malahan juga kepada anak-anak, dengan mengingat Sabda Tuhan: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku; jangan menghalang-halangi mereka" (Mrk 10:14). Gereja Latin mengkhususkan langkah menerima komuni kudus bagi mereka yang telah mencapai usia memadai untuk berpikir, tetapi menyatakan hubungan Pembaptisan dengan Ekaristi dengan cara bahwa anak yang baru dibaptis, dibawa ke altar untuk doa Bapa Kami.

1245.Berkat mulia mengakhiri upacara Pembaptisan. Dalam Pembaptisan anak-anak kecil, pemberkatan ibu mempunyai arti yang khusus.

1246."Yang dapat dibaptis ialah setiap orang dan hanya orang yang belum dibaptis" (CIC, can. 864; CCEO, can. 679).

1247.Sejak awal Gereja, Pembaptisan orang-orang dewasa diberikan paling sering di tempat, di mana Injil belum lama diwartakan. Karena itu katekumenat [persiapan Pembaptisan] mendapat tempat yang penting. Sebagai bimbingan ke dalam iman dan kehidupan Kristen, ia harus mempersiapkan orang untuk menerima rahmat Allah di dalam Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi.

1248.Waktu persiapan ini, bertujuan membantu katekumen untuk memberi jawaban kepada tawaran keselamatan ilahi dan untuk mematangkan pertobatan dan imannya dalam kesatuan dengan persekutuan Gereja. Yang dipentingkan di sini ialah suatu "pembinaan dalam seluruh hidup kristiani dan masa percobaan yang lamanya memadai, yang membantu para murid untuk bersatu dengan Kristus Guru mereka. Maka hendaknya para katekumen diantar sebagaimana harusnya untuk memasuki rahasia keselamatan, menghayati cara hidup menurut Injil, dan ikut serta dalam upacara-upacara suci, yang harus dirayakan dari masa ke masa. Hendaknya mereka diajak memulai hidup dalam iman, merayakan liturgi dan mengamalkan cinta kasih Umat Allah" (AG 14) Bdk. OICA 19 dan 98.

1249.Para katekumen "sudah termasuk rumah (keluarga) Kristus, dan tidak jarang sudah menghayati kehidupan iman, harapan, dan cinta kasih" (AG 14). "Bunda Gereja sudah memeluk mereka sebagai putera-puteranya dengan cinta kasih dan perhatiannya (LG 14) Bdk. CIC, cann. 206; 788 ?3.

1250.Karena anak-anak dilahirkan dengan kodrat manusia yang jatuh dan dinodai dosa asal, maka mereka membutuhkan kelahiran kembali di dalam Pembaptisan Bdk. DS 1514., supaya dibebaskan dari kekuasaan kegelapan dan dimasukkan ke dalam kerajaan kebebasan anak-anak Allah Bdk. Kol 1:12-14., ke mana semua manusia dipanggil. Dalam Pembaptisan anak-anak dapat dilihat dengan jelas sekali bahwa rahmat keselamatan itu diberikan tanpa jasa kita. Gereja dan orang-tua akan menghalangi anak-anaknya memperoleh rahmat tak ternilai menjadi anak Allah, kalau mereka tidak dengan segera membaptisnya sesudah kelahiran Bdk. CIC, can. 867; CCEO, cann. 681; 686,1.

1251.Orang-tua Kristen harus mengerti bahwa kebiasaan ini sesuai dengan tugasnya, memajukan kehidupan yang Tuhan percayakan kepada mereka Bdk. LG 11; 41; GS 48; CIC, can 868.

1252.Adalah satu tradisi Gereja yang sangat tua membaptis anak-anak kecil. Dari abad kedua kita sudah memiliki kesaksian jelas mengenai kebiasaan ini. Barangkali sudah pada awal kegiatan khotbah para Rasul, bila seluruh "rumah" menerima Pembaptisan Bdk. Kis 16:15.33; 18:8; 1 Kor 1:16. anak-anak juga ikut dibaptis Bdk. CDF. Instr. "Pastoralis actio".

1253.Pembaptisan adalah Sakramen iman Bdk. Mrk 16:16.. Iman membutuhkan persekutuan umat beriman. Setiap orang beriman hanya dapat beriman dalam iman Gereja. Iman, yang dituntut untuk Pembaptisan, tidak harus sempurna dan matang; cukuplah satu tahap awal yang hendak berkembang. Kepada para katekumen atau walinya disampaikan pertanyaan: "Apa yang kamu minta dari Gereja Allah ?" Dan ia menjawab: "Iman".

1254.Pada semua orang yang sudah dibaptis, apakah anak-anak atau orang dewasa, iman masih harus tumbuh sesudah Pembaptisan. Persiapan Pembaptisan hanya menghantar sampai ke ambang kehidupan baru. Pembaptisan adalah sumber kehidupan baru dalam Kristus, yang darinya seluruh kehidupan Kristen mengalir. Karena itu, setiap tahun pada malam Paska, Gereja merayakan pembaharuan janji Pembaptisan.

1255.Supaya rahmat Pembaptisan dapat berkembang, bantuan orang-tua sangat penting. Juga bapa dan ibu wali harus turut bertanggung jawab. Mereka harus menjadi orang Kristen yang baik, yang mampu dan siap mendampingi anak dan orang dewasa yang baru dibaptis pada jalan kehidupan Kristen Bdk. CIC, cann. 872-874.. Tugas mereka adalah jabatan gerejani yang sebenarnya [officium] Bdk. SC 67.. Seluruh persekutuan Gereja ikut bertanggung jawab untuk pengembangan dan perlindungan rahmat Pembaptisan.

1256.Biasanya pelayan Pembaptisan adalah Uskup dan imam dan, dalam Gereja Latin, juga diaken Bdk. CIC, can. 861 ?1; CCEO, can. 677 ?1.. Dalam keadaan darurat setiap orang, malahan juga seorang yang belum dibaptis, dapat menerimakan Pembaptisan, asal saja ia mempunyai niat yang diperlukan: Ia harus bersedia melakukan, apa yang dilakukan Gereja , waktu Pembaptisan, dan memakai rumusan Pembaptisan yang trinitaris. Gereja melihat alasan untuk kemungkinan ini dalam kehendak keselamatan Allah yang mencakup semua orang Bdk. 1 Tim 2:4. dan perlunya Pembaptisan Bdk. DS 1315; 646; CIC, can. 861 ?2. demi keselamatan Bdk. Mrk 16:16.

1257.Tuhan sendiri mengatakan bahwa Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan Bdk. Yoh 3:5.. Karena itu, Ia memberi perintah kepada para murid-Nya, untuk mewartakan Injil dan membaptis semua bangsa Bdk. Mat 28:19-20; DS 1618; LG 14; AG 5.. Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan orang-orang, kepada siapa Injil telah diwartakan dan yang mempunyai kemungkinan untuk memohon Sakramen ini Bdk. Mrk 16:16.. Gereja tidak mengenal sarana lain dari Pembaptisan, untuk menjamin langkah masuk ke dalam kebahagiaan abadi. Karena itu, dengan rela hati ia mematuhi perintah yang diterimanya dari Tuhan, supaya membantu semua orang yang dapat dibaptis, untuk memperoleh "kelahiran kembali dari air dan Roh". Tuhan telah mengikatkan keselamatan pada Sakramen Pembaptisan, tetapi Ia sendiri tidak terikat pada Sakramen-sakramen-Nya.

1258.Gereja sudah sejak dahulu yakin bahwa orang-orang yang mengalami kematian karena iman, tanpa sebelumnya menerima Pembaptisan, telah dibaptis untuk dan bersama Kristus oleh kematiannya. Pembaptisan darah ini demikian pula kerinduan akan Pembaptisan menghasilkan buah-buah Pembaptisan walaupun tidak merupakan Sakramen.

1259.Bagi para katekumen yang mati sebelum Pembaptisan, kerinduan yang jelas untuk menerima Pembaptisan, penyesalan atas dosa-dosanya, dan cinta kasih sudah menjamin keselamatan yang tidak dapat mereka terima melalui Sakramen itu.

1260."Sebab karena Kristus telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan misteri Paska itu" (GS 22) Bdk. LG 16; AG 7.. Setiap manusia yang tidak mengenal Injil Kristus dan Gereja-Nya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan. Orang dapat mengandaikan bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.

<<   >>