| 127. | Injil berganda empat itu menduduki tempat istimewa di dalam Gereja. Ini dibuktikan oleh penghormatan terhadapnya di dalam liturgi dan daya tarik yang tidak ada bandingnya, yang mempengaruhi orang kudus dari setiap zaman."Tidak ada satu ajaran yang lebih baik, lebih bernilai dan lebih indah daripada teks Injil. Lihatlah dan peganglah teguh, apa yang tuan dan guru kita Kristus ajarkan dalam kata-kata-Nya dan lakukan dalam karya-karya-Nya" (Sesaria Muda)."Terutama Injil sangat mengesankan bagi saya sewaktu saya melakukan doa batin; di dalamnya saya menemukan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh jiwa saya yang lemah ini. Di dalamnya saya selalu menemukan pandangan baru, dan makna yang tersembunyi dari penuh rahasia" (Teresia dari Anak Yesus. ms autob. A 83v).
|
| 128. | Sudah sejak zaman para Rasul Bdk. 1Kor 10:6,11; Ibr 10:1; 1Ptr 3:21. dan juga dalam seluruh tradisi, kesatuan rencana ilahi dalam kedua Perjanjian itu dijelaskan oleh Gereja melalui tipologi. Penafsiran macam ini menemukan dalam karya Tuhan dalam Perjanjian Lama "Prabentuk" (tipologi) dari apa yang dilaksanakan Tuhan dalam kepenuhan waktu dalam pribadi Sabda-Nya yang menjadi manusia.
|
| 129. | Jadi umat Kristen membaca Perjanjian Lama dalam terang Kristus yang telah wafat dan bangkit. Pembacaan tipologis ini menyingkapkan kekayaan Perjanjian Lama yang tidak terbatas. Tetapi tidak boleh dilupakan, bahwa Perjanjian Lama memiliki nilai wahyu tersendiri yang Tuhan kita sendiri telah nyatakan tentangnya Bdk. Mrk 12:29-31.. Selain itu Perjanjian Baru juga perlu dibaca dalam cahaya Perjanjian Lama. Katekese perdana Kristen selalu menggunakan Perjanjian Lama Bdk. 1 Kor 5:6- 8; 10:1-11.. Sesuai dengan sebuah semboyan lama Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru: "Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet" (Agustinus, Hept. 2,73) Bdk. DV 16.
|
| 130. | Tipologi berarti adanya perkembangan rencana ilahi ke arah pemenuhannya, sampai akhirnya "Allah menjadi semua di dalam semua" (1 Kor 15:28). Umpamanya panggilan para bapa bangsa dan keluaran dari Mesir tidak kehilangan nilai sendiri dalam rencana Allah, karena mereka juga merupakan tahap-tahap sementara di dalam rencana itu.
|
| 131. | "Adapun sedemikian besarlah daya dan kekuatan Sabda Allah, sehingga bagi Gereja merupakan tumpuan serta kekuatan, dan bagi putera-putera Gereja menjadi kekuatan iman, santapan jiwa, sumber jernih dan kekal hidup rohani" (DV 21). "Bagi kaum beriman kristiani jalan menuju Kitab Suci harus terbuka lebar-lebar" (DV 22).
|
| 132. | "Maka dari itu pelajaran Kitab Suci hendaklah bagaikan jiwa teologi suci. Namun dengan sabda Kitab Suci juga pelayanan sabda, yakni pewartaan pastoral, katekese, dan semua pelajaran kristiani - di antaranya homili liturgis harus sungguh diistimewakan - mendapat bahan yang sehat dan berkembang dengan suci" (DV 24).
|
| 133. | Gereja "menasihati seluruh umat Kristen dengan sangat, agar melalui pembacaan buku-buku ilahi sampai kepada 'pengenalan Yesus Kristus secara menonjol' (Flp 3:8). 'Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus' (Hieronimus, Is. prol.)" (DV 25).
|
| 134. | "Seluruh Kitab Suci adalah satu buku saja dan buku yang satu ini adalah Kristus, karena seluruh Kitab ilahi ini berbicara tentang Kristus, dan seluruh Kitab ilahi terpenuhi dalam Kristus. "(Hugo dari San Viktor, Noe 2,8).
|
| 135. | "Kitab Suci mengemban Sabda Allah, dan karena diilhami, memang sungguh-sungguh Sabda Allah " (DV 24).
|
| 136. | Allah adalah penyebab Kitab Suci: Ia mengilhami pengarang-pengarang manusia: Ia bekerja dalam mereka dan melalui mereka. Dengan demikian Ia menjamin, bahwa buku-buku mereka mengajarkan kebenaran keselamatan tanpa kekeliruan Bdk. DV 11.
|
| 137. | Penafsiran buku-buku yang diilhami terutama harus memperhatikan, apa yang hendak dikatakan Tuhan melalui penulis-penulis kudus demi keselamatan kita. "Apa yang berasal dari Roh, hanya dapat dimengerti sepenuhnya oleh karya Roh" (Origenes, hom.in Ex. 4,5).
|
| 138. | Ke-46 buku Perjanjian Lama dan ke-27 buku Perjanjian Baru diakui dan dihormati oleh Gereja sebagai diilhami.
|
| 139. | Keempat Injil menduduki tempat sentral, karena Yesus Kristus adalah pusatnya.
|
| 140. | Kesatuan kedua Perjanjian mengalir dari kesatuan rencana dan wahyu Allah. Perjanjian Lama mempersiapkan yang Baru, sedangkan yang Baru menyempurnakan yang Lama. Kedua-duanya saling menjelaskan. Kedua-duanya adalah Sabda Allah yang benar.
|
| 141. | "Kitab-kitab ilahi seperti juga - Tubuh Tuhan sendiri selalu dihormati oleh Gereja" (DV 21). Kedua-duanya memelihara dan mengarahkan seluruh kehidupan Kristen. "Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku, terang untuk menerangi jalanku " (Mzm 119:105) Bdk. Yes 50:4.
|
| 142. | Melalui wahyu-Nya, "Allah yang tidak kelihatan (lih. Kol 1:15; 1 Tim 1:17) dari kelimpahan cinta kasih-Nya menyapa manusia sebagai sahabat-sahabat-Nya (lih. Kel 33:11; Yoh 15:14-15), dan bergaul dengan mereka (lih. Bar 3:38), untuk mengundang mereka ke dalam persekutuan dengan diri-Nya dan menyambut mereka di dalamnya" (DV 2). Jawaban yang pantas untuk undangan itu ialah iman.
|
| 143. | Melalui iman, manusia menaklukkan seluruh pikiran dan kehendaknya kepada Allah. Dengan segenap pribadinya manusia menyetujui Allah yang mewahyakan Diri Bdk. DV 5.. Kitab Suci menamakan jawaban manusia atas undangan Tuhan yang mewahyukan Diri itu "ketaatan iman" Bdk. Rm 1:5; 16:26.
|
| 144. | Taat [ob-audire] dalam iman berarti menaklukkan diri dengan sukarela kepada Sabda yang didengar, karena kebenarannya sudah dijamin oleh Allah, yang adalah kebenaran itu sendiri. Sebagai contoh ketaatan ini Kitab Suci menempatkan Abraham di depan kita. Perawan Maria melaksanakannya atas cara yang paling sempurna.
|