Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1279.Buah Pembaptisan atau rahmat Pembaptisan itu bermacam-macam: pengampunan dosa asal dan semua dosa pribadi; kelahiran untuk hidup baru, yang olehnya manusia menjadi anak angkat Allah, anggota Kristus dan kenisah Roh Kudus. Orang yang dibaptis digabungkan dengan Gereja, Tubuh Kristus, dan mengambil bagian dalam imamat Kristus.

1280.Pembaptisan mengukir di dalam jiwa satu tanda yang tidak terhapus meterai, yang menahbiskan orang yang dibaptis untuk menghormati Allah secara Kristen. Karena meterai ini, Pembaptisan tidak dapat diulangi Bdk. DS 1609 dan 1624.

1281.Siapa yang mati karena iman, demikian pula para katekumen dan semua orang, yang walaupun tidak mengenal Allah, dengan dorongan rahmat mencari Allah secara jujur dan berusaha melaksanakan kehendak-Nya, akan mencapai keselamatan, meskipun mati tanpa dibqptis Bdk. LG 16.

1282.Sejak dahulu kala Pembaptisan diberikan kepada anak-anak, karena ia adalah hadiah rahmat Allah, yang tidak mengandaikan jasa-jasa manusia. Anak-anak dibaptis dalam iman Gereja. Langkah masuk ke dalam hidup Kristen menghantar menuju kebebasan sejati.

1283.Mengenai anak-anak yang mati tanpa dibaptis, liturgi Gereja menuntun kita, agar berharap kepada belas kasihan ilahi dan berdoa untuk keselamatan anak-anak ini.

1284.Dalam keadaan darurat setiap orang dapat membaptis, sejauh ia mempunyai niat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja, dan menuangkan air di atas kepala orang yang dibaptis dan berkata: "Aku membaptis engkau atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus".

1285.Bersama dengan Pembaptisan dan Ekaristi, Sakramen Penguatan membentuk "Sakramen-sakramen Inisiasi Kristen", yang kesatuannya harus dipertahankan. Jadi, perlu dijelaskan kepada umat beriman bahwa penerimaan Penguatan itu perlu untuk melengkapi rahmat Pembaptisan Bdk. Ocf praenotanda 1.. "Berkat Sakramen Penguatan mereka terikat pada Gereja secara lebih sempurna, dan diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus yang istimewa; dengan demikian mereka semakin diwajibkan untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus yang sejati, dengan perkataan maupun perbuatan" (LG 11) Bdk. Ocf praenotanda 2.

1286.Di dalam Perjanjian Lama, para nabi memaklumkan, bahwa atas dasar perutusan keselamatan-Nya Bdk. Luk 4:16-22; Yes 61:1., Roh Tuhan akan tinggal Bdk. Yes 11:2. di atas Mesias yang dinantikan. Bahwa Roh Kudus turun ke atas Yesus ketika Ia dibaptis oleh Yohanes, adalah suatu tanda bahwa Dia itulah yang akan datang: Dialah Mesias, Putera Allah <<3>.. Karena Yesus dikandung melalui Roh Kudus, maka seluruh hidup dan perutusan-Nya berlangsung dalam persekutuan sempurna dengan Roh Kudus, yang diberikan kepada-Nya "dengan tidak terbatas" (Yoh 3:34).

1287.Tetapi kepenuhan Roh ini tidak hanya diberikan kepada Mesias, tetapi kepada seluruh umat mesianis Bdk. Yeh 36:25-27; Yi 3:1-2.. Berulang kali Kristus menjanjikan curahan Roh Bdk. Luk 12:12; Yoh 3:5-8; 7:37-39; 16:7-15; Kis 1:8. dan memenuhi janji-Nya itu untuk pertama kalinya pada hari Paska Bdk. Yoh 20:22. dan lebih nyata lagi pada hari Pentekosta Bdk. Kis 2:1-4.. Dipenuhi oleh Roh Kudus, para Rasul mulai mewartakan "perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah" (Kis 2:11). Petrus menjelaskan bahwa curahan Roh ini adalah tanda untuk saat mesianis Bdk. Kis 2:17-18.. Siapa yang percaya kepada khotbah para Rasul dan membiarkan diri dibaptis, menerima karunia Roh Kudus Bdk. Kis 2:38.

1288."Mulai dari saat ini para Rasul menyampaikan kepada mereka yang baru dibaptis, sesuai dengan kehendak Kristus, oleh peletakan tangan, karunia Roh demi penyempurnaan rahmat Pembaptisan Bdk. Kis 8:15-17;19:5-6.. Dengan demikian, di dalam surat kepada umat Ibrani disebutkan di antara unsur-unsur pengajaran Kristen pertama adalah pengajaran mengenai Pembaptisan dan mengenai peletakan tangan Bdk. Ibr 6:2.. Peletakan tangan ini di dalam tradisi Katolik tepat sekali dipandang sebagai awal Sakramen Penguatan, yang melanjutkan rahmat Pentekosta di dalam Gereja atas satu cara tertentu" (Paulus VI, Konst. Ap. "Divinae consortium naturae").

1289.Supaya menandai karunia Roh Kudus dengan lebih baik lagi, dengan cepat ditambahkan pada peletakan tangan pengurapan dengan minyak harum mewangi [krisma]. Pengurapan ini menjelaskan nama "Kristen" yang berarti "terurapi" dan disimpulkan dari Kristus sendiri, yang "Allah urapi dengan Roh Kudus" (Kis 10:38). Ritus pengurapan itu ada sampai sekarang baik di Timur maupun di Barat. Karena itu, di Timur orang menamakan Sakramen ini Khrismasi, urapan dengan krisma, atau Myron, yang berarti "krisma". Di Barat nama Penguatan pada satu pihak menunjuk kepada "peneguhan" Pembaptisan, yang dengannya inisiasi Kristen disempurnakan, dan di lain pihak kepada penguatan rahmat Pembaptisan - kedua-duanya adalah buah-buah Roh Kudus.

1290.Dalam abad-abad pertama pada umumnya Penguatan bersama dengan Pembaptisan hanya merupakan satu upacara saja, satu "Sakramen ganda" seperti yang dikatakan santo Siprianus. Pembaptisan anak-anak yang semakin sering dan malahan pada setiap waktu sepanjang tahun dan penambahan paroki-paroki, di samping alasan-alasan lain, tidak memungkinkan lagi bahwa Uskup hadir dalam semua upacara Pembaptisan. Karena orang menghendaki agar penyempurnaan Pembaptisan dikhususkan bagi Uskup, muncullah di dunia Barat kebiasaan bahwa waktu penerimaan kedua Sakramen itu dipisahkan satu dari yang lain. Dunia Timur mempertahankan kedua Sakramen itu dalam satu kesatuan; Penguatan diberikan oleh imam pembaptis. Namun ia hanya memberikannya dengan "Myron" yang telah diberkati oleh Uskup Bdk. CCEO, cann. 695,1;696,1.

1291.Satu kebiasaan Gereja Roma - satu pengurapan dengan krisma kudus sesudah Pembaptisan yang diberikan sebanyak dua kali - mendukung pengembangan praktik Barat. Pengurapan pertama untuk yang baru dibaptis dilakukan oleh imam langsung sesudah Pembaptisan dan kemudian dilengkapi dengan urapan kedua, pada waktu mana Uskup mengurapi dahi setiap orang yang baru dibaptis Bdk. Hipolit.trad.ap.21.. Pengurapan pertama dengan krisma yang dilakukan imam tetap dipertahankan dalam ritus Pembaptisan; itu menandakan keikutsertaan orang yang dibaptis dalam martabat Kristus sebagai nabi, imam, dan raja. Kalau Pembaptisan diberikan kepada seorang dewasa, maka sesudah Pembaptisan hanya ada satu urapan saja: Penguatan.

1292.Praktik Gereja Timur terutama menyatakan kesatuan inisiasi Kristen; sedangkan praktik Gereja Latin menyatakan persekutuan warga Kristen baru dengan Uskupnya, sebagai orang yang menjamin kesatuan Gerejanya, katolisitasnya dan apostolisitasnya, dan dengan demikian juga hubungan dengan asal-usul apostolik Gereja Kristus.

1293.Dalam ritus Sakramen ini perlu diperhatikan dua hal: tanda pengurapan dan apa yang pengurapan itu tandakan dan ukirkan, ialah meterai rohani.Pengurapan itu kaya arti, dalam bahasa biblis dan dalam gambar-gambar antik: minyak adalah tanda kelimpahan Bdk. Misalnya Ul 11:14. dan kegembiraan Bdk. Mzm 23:5; 104:15.; ia membersihkan (pengurapan sebelum dan sesudah mandi) dan membuat lentur (pengurapan untuk para olahragawan dan para pegulat); ia juga tanda penyembuhan, karena ia mengurangi rasa sakit karena memar dan luka Bdk. Yes 1:6; Luk 10:34.; ia juga membuat bersih dan kuat.

1294.Semua arti pengurapan dengan minyak ini ditemukan lagi dalam kehidupan sakramental. Pengurapan dengan minyak katekumen sebelum Pembaptisan berarti pembersihan dan penguatan; pengurapan orang sakit berarti penyembuhan dan penguatan. Pengurapan dengan krisma kudus sesudah Pembaptisan, pada waktu Penguatan dan Tahbisan adalah tanda konsekrasi. Oleh Penguatan, orang-orang Kristen - artinya orang-orang yang diurapi - menambah keikutsertaan dalam perutusan Yesus Kristus dan mengambil bagian dalam kepenuhan Roh Kudus, sehingga seluruh kehidupannya mengalirkan "keharuman Kristus" Bdk. 2 Kor 2:15.

1295.Oleh pengurapan ini, orang yang menerima Penguatan menerima tanda meterai Roh Kudus. Meterai adalah lambang pribadi Bdk. Kej 38:18; Kid 8:6., tanda otoritasnya, hak miliknya atas sesuatu benda Bdk. Kej 41:42. - para serdadu misalnya ditandai dengan meterai komandannya dan para hamba dengan meterai tuannya. Meterai mengesahkan tindakan hukum atau satu dokumen Bdk. Yer 32:10. dan dalam keadaan tertentu membuatnya menjadi rahasia Bdk. Yes 29:11.

1296.Kristus sendiri menerangkan tentang diri-Nya bahwa Bapa telah mengesahkan-Nya dengan satu meterai Bdk. Yoh 6:27.. Juga warga Kristen ditandai oleh suatu meterai: Tuhanlah, yang "memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita" (2 Kor 1:22) Bdk. Ef 1:13; 4:30.. Meterai Roh Kudus ini berarti bahwa orang sepenuhnya menjadi milik Kristus, ditempatkan dalam pelayanan-Nya untuk selamanya, tetapi juga bahwa perlindungan ilahi dijanjikan kepada seseorang dalam percobaan besar pada akhirat Bdk. Why 7:2-3; 9:4; Yeh 9:4-6.

<<   >>