KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1283. | Mengenai anak-anak yang mati tanpa dibaptis, liturgi Gereja menuntun kita, agar berharap kepada belas kasihan ilahi dan berdoa untuk keselamatan anak-anak ini.
| | 1284. | Dalam keadaan darurat setiap orang dapat membaptis, sejauh ia mempunyai niat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja, dan menuangkan air di atas kepala orang yang dibaptis dan berkata: "Aku membaptis engkau atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus".
| | 1285. | Bersama dengan Pembaptisan dan Ekaristi, Sakramen Penguatan membentuk "Sakramen-sakramen Inisiasi Kristen", yang kesatuannya harus dipertahankan. Jadi, perlu dijelaskan kepada umat beriman bahwa penerimaan Penguatan itu perlu untuk melengkapi rahmat Pembaptisan Bdk. Ocf praenotanda 1.. "Berkat Sakramen Penguatan mereka terikat pada Gereja secara lebih sempurna, dan diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus yang istimewa; dengan demikian mereka semakin diwajibkan untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus yang sejati, dengan perkataan maupun perbuatan" (LG 11) Bdk. Ocf praenotanda 2.
| | 1286. | Di dalam Perjanjian Lama, para nabi memaklumkan, bahwa atas dasar perutusan keselamatan-Nya Bdk. Luk 4:16-22; Yes 61:1., Roh Tuhan akan tinggal Bdk. Yes 11:2. di atas Mesias yang dinantikan. Bahwa Roh Kudus turun ke atas Yesus ketika Ia dibaptis oleh Yohanes, adalah suatu tanda bahwa Dia itulah yang akan datang: Dialah Mesias, Putera Allah <<3>.. Karena Yesus dikandung melalui Roh Kudus, maka seluruh hidup dan perutusan-Nya berlangsung dalam persekutuan sempurna dengan Roh Kudus, yang diberikan kepada-Nya "dengan tidak terbatas" (Yoh 3:34).
| << >>
|