KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1317. | Seperti Pembaptisan, Penguatan juga mengukir satu tanda rohani, satu meterai yang tidak terhapus di dalam jiwa orang Kristen; karena itu orang hanya menerima Sakramen ini satu kali saja.
| | 1318. | Di Timur, Penguatan langsung diberikan sesudah Pembaptisan; menyusul keikutsertaan dalam Ekaristi - satu tradisi, yang menonjolkan kesatuan dari ketiga Sakramen inisiasi Kristen. Dalam Gereja Latin orang baru menerima Penguatan kalau sudah mencapai usia yang dapat berpikir rasional; biasanya upacara itu dikhususkan untuk Uskup, untuk menandaskan bahwa Sakramen ini memperkuat hubungan dengan Gereja.
| | 1319. | Seorang penerima Penguatan yang telah mencapai usia yang dapat berpikir rasional, harus mengakui iman, berada dalam suasana rahmat, mempunyai maksud menerima Penguatan, dan harus siap menanggung tugasnya sebagai murid dan saksi Kristus dalam persekutuan Gereja dan dalam dunia.
| | 1320. | Ritus hakiki dari Penguatan ialah bahwa yang dibaptis diurapi dengan krisma kudus pada dahi (di Timur diurapi juga bagian-bagian tubuh yang lain). Sementara itu pemberi meletakkan tangan di atasnya dan dalam ritus Roma berkata: "Semoga dimeterai oleh anugerah Allah, Roh Kudus", dalam ritus Bisantin: "Meterai anugerah Roh Kudus".
| | 1321. | Jikalau upacara Penguatan dirayakan terpisah dari Pembaptisan, maka hubungan dengan Pembaptisan antara lain dinyatakan dengan pembaharuan janji-janji Pembaptisan. Penerimaan Penguatan dalam perayaan Ekaristi turut membantu memperjelas kesatuan dari Sakramen-sakramen inisiasi Kristen.
| | 1322. | Ekaristi kudus menyempurnakan inisiasi Kristen. Oleh Pembaptisan orang diangkat ke martabat imamat rajawi dan oleh Penguatan makin dijadikan serupa dengan Kristus, oleh Ekaristi ia mengambil bagian dalam kurban Tuhan bersama seluruh jemaat.
| | 1323. | "Pada perjamuan terakhir, pada malam Ia diserahkan, Penyelamat kita mengadakan kurban Ekaristi tubuh dan darah-Nya. Dengan demikian Ia mengabadikan kurban salib untuk selamanya, dan mempercayakan kepada Gereja. mempelai-Nya yang terkasih, kenangan wafat dan kebangkitan-Nya: Sakramen cinta kasih, lambang kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan Paska. Dalam perjamuan itu Kristus disambut, jiwa dipenuhi rahmat, dan kita dikaruniai jaminan kemuliaan.
| << >>
|