KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1346. | Perayaan Ekaristi berlangsung sesuai dengan kerangka dasar yang sepanjang sejarah tetap sama hingga sekarang. Ia terbentuk dari dua bagian besar, yang pada hakikatnya merupakan satu kesatuan:
? Perkumpulan ibadat Sabda dengan bacaan-bacaan, homili, dan doa umat;
? upacara Ekaristi dengan persembahan roti dan anggur, yang konsekrasinya terjadi dalam ucapan terima kasih (ekaristi), dan komuni.Ibadat Sabda dan upacara Ekaristi merupakan "satu tindakan ibadat" (SC 56). Meja, yang disiapkan untuk kita dalam Ekaristi adalah sekaligus meja Sabda Allah dan meja tubuh Kristus Bdk. DV 21.
| | 1347. | Bukankah ini sesuai dengan acara perjamuan paska, yang dilakukan Yesus yang telah bangkit dengan murid-murid-Nya ? Sementara mereka berjalan-jalan, Ia menjelaskan Kitab Suci kepada mereka lalu duduk makan dengan mereka. "Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka" (Luk 24:30) Bdk. Luk 24:13-35.
| | 1348. | Semua orang datang berkumpul. Warga Kristen datang berkumpul di suatu tempat untuk merayakan Ekaristi. Kristus sendiri mengetuainya; Ia adalah pelaku utama Ekaristi. Ia adalah Imam Agung Perjanjian Baru. Secara tidak kelihatan Ia sendiri memimpin tiap upacara Ekaristi. Sebagai wakil-Nya, Uskup atau imam (yang bertindak "atas nama Kristus, Kepala") memimpin umat, mengangkat bicara sesudah bacaan, menerima bahan persembahan dan mengucapkan doa syukur agung. Semua orang ikut mengambil bagian secara aktif dalam perayaan itu, tiap orang menurut caranya sendiri-sendiri: para lektor, mereka yang membawa bahan persembahan, pembagi komuni, dan seluruh umat yang menyatakan keikutsertaannya dengan perkataan "amin".
| | 1349. | Ibadat Sabda mencakup bacaan-bacaan dari "Kitab para nabi", artinya dari Perjanjian Lama, dan dari "tulisan-tulisan para Rasul", yaitu dari surat-suratnya dan dari Injil. Satu homili mengajak, supaya menerima kata-kata ini, yang benar-benar adalah Sabda Allah Bdk. 1 Tes 2:13., dan melaksanakannya. Lalu menyusul doa-doa untuk semua orang, sesuai dengan perkataan Rasul: "Pertama-tama aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan" (1 Tim 2:1-2).
| | 1350. | Persiapan persembahan [offertorium]. Orang membawa, kadang-kadang dalam satu prosesi, roti dan anggur ke altar, untuk dipersembahkan imam atas nama Kristus dalam kurban Ekaristi, di mana mereka berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Inilah tindakan Kristus sendiri, yang dalam perjamuan malam terakhir "mengambil roti dan piala". "Hanya Gereja yang dengan rasa syukur mempersembahkan kepada Pencipta kurban yang murni ini, yang diambil dari ciptaan-Nya" (Ireneus, haer. 4,18,4) Bdk. Mal 1:11.. Penyampaian bahan persembahan di altar mengangkat ke permukaan tindakan Melkisedek dan meletakkan pemberian Pencipta itu ke dalam tangan Kristus. Di dalam kurban-Nya, Yesus menyempurnakan segala usaha manusiawi untuk membawa kurban.
| | 1351. | Sejak awal, umat Kristen membawa, di samping roti dan anggur untuk Ekaristi, juga sumbangan untuk membantu orang yang memerlukannya. Kebiasaan kolekte Bdk. 1 Kor 16:1. Ini digerakkan oleh contoh Kristus, yang menjadi miskin untuk menjadikan kita kaya Bdk. 2 Kor 8:9.?
"Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik, memberi sesuai dengan kemampuannya, apa yang ia kehendaki, dan apa yang dikumpulkan, diserahkan kepada pemimpin. Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda, atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan, membutuhkannya, para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat; singkatnya, ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan" (Yustinus, apol. 1,67,6).
| << >>
|