Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1348.Semua orang datang berkumpul. Warga Kristen datang berkumpul di suatu tempat untuk merayakan Ekaristi. Kristus sendiri mengetuainya; Ia adalah pelaku utama Ekaristi. Ia adalah Imam Agung Perjanjian Baru. Secara tidak kelihatan Ia sendiri memimpin tiap upacara Ekaristi. Sebagai wakil-Nya, Uskup atau imam (yang bertindak "atas nama Kristus, Kepala") memimpin umat, mengangkat bicara sesudah bacaan, menerima bahan persembahan dan mengucapkan doa syukur agung. Semua orang ikut mengambil bagian secara aktif dalam perayaan itu, tiap orang menurut caranya sendiri-sendiri: para lektor, mereka yang membawa bahan persembahan, pembagi komuni, dan seluruh umat yang menyatakan keikutsertaannya dengan perkataan "amin".

1349.Ibadat Sabda mencakup bacaan-bacaan dari "Kitab para nabi", artinya dari Perjanjian Lama, dan dari "tulisan-tulisan para Rasul", yaitu dari surat-suratnya dan dari Injil. Satu homili mengajak, supaya menerima kata-kata ini, yang benar-benar adalah Sabda Allah Bdk. 1 Tes 2:13., dan melaksanakannya. Lalu menyusul doa-doa untuk semua orang, sesuai dengan perkataan Rasul: "Pertama-tama aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan" (1 Tim 2:1-2).

1350.Persiapan persembahan [offertorium]. Orang membawa, kadang-kadang dalam satu prosesi, roti dan anggur ke altar, untuk dipersembahkan imam atas nama Kristus dalam kurban Ekaristi, di mana mereka berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Inilah tindakan Kristus sendiri, yang dalam perjamuan malam terakhir "mengambil roti dan piala". "Hanya Gereja yang dengan rasa syukur mempersembahkan kepada Pencipta kurban yang murni ini, yang diambil dari ciptaan-Nya" (Ireneus, haer. 4,18,4) Bdk. Mal 1:11.. Penyampaian bahan persembahan di altar mengangkat ke permukaan tindakan Melkisedek dan meletakkan pemberian Pencipta itu ke dalam tangan Kristus. Di dalam kurban-Nya, Yesus menyempurnakan segala usaha manusiawi untuk membawa kurban.

1351.Sejak awal, umat Kristen membawa, di samping roti dan anggur untuk Ekaristi, juga sumbangan untuk membantu orang yang memerlukannya. Kebiasaan kolekte Bdk. 1 Kor 16:1. Ini digerakkan oleh contoh Kristus, yang menjadi miskin untuk menjadikan kita kaya Bdk. 2 Kor 8:9.?
"Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik, memberi sesuai dengan kemampuannya, apa yang ia kehendaki, dan apa yang dikumpulkan, diserahkan kepada pemimpin. Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda, atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan, membutuhkannya, para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat; singkatnya, ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan" (Yustinus, apol. 1,67,6).

1352.Anafora. Dengan Doa Syukur Agung, - doa syukur dan doa konsekrasi - kita sampai kepada jantung hati dan puncak perayaan.Di dalam prefasi Gereja berterima kasih kepada Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya, untuk penciptaan, penebusan dan pengudusan. Seluruh jemaat menggabungkan diri dalam pujian yang tak henti-hentinya dinyanyikan oleh Gereja surgawi para malaikat dan orang kudus bagi Allah yang tiga kali "kudus".

1353.Dalam epiklese Gereja memohon kepada Bapa, untuk mengirimkan Roh Kudus-Nya (atau "berkat sepenuh-penuhnya" Bdk. MR, Doa Syukur Agung Romawi 90.) atas roti dan anggur, supaya mereka dengan kekuatan-Nya menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus, sehingga mereka yang mengambil bagian dalam Ekaristi menjadi satu tubuh dan satu roh (beberapa liturgi menempatkan epiklese sesudah anamnese).Dalam kata-kata penetapan, kekuatan kata-kata dan tindakan Kristus dan kekuatan Roh Kudus menghadirkan tubuh dan darah Kristus, kurban-Nya di salib yang dipersembahkan-Nya satu kali untuk selamanya, di dalam rupa roti dan anggur.

1354.Dalam anamnese yang menyusul sesudah itu, Gereja mengenangkan sengsara, kebangkitan, dan kedatangan kembali Yesus Kristus dalam kemuliaan; ia menyampaikan kepada Bapa kurban Putera-Nya, yang mendamaikan kita dengan Dia.Dalam doa umat Gereja menyatakan bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan seluruh Gereja di surga dan di bumi, Gereja orang hidup dan orang mati, dan dalam persekutuan dengan para pemimpin Gereja, Paus, Uskup diosesan, para imamnya, dan diaken, dan dalam persekutuan dengan semua Uskup di seluruh dunia dan Gereja-gerejanya.

1355.Dalam komuni, yang didahului oleh doa Tuhan dan pemecahan roti, umat beriman menerima "roti surgawi" dan "piala keselamatan", tubuh dan darah Kristus, yang telah menyerahkan diri "untuk kehidupan dunia" (Yoh 6:51).
Karena roti dan anggur ini - sesuai dengan satu ungkapan lama - di"ekaristi"kan, kita "menamakan makanan ini ekaristi. Seorang pun tidak boleh mengambil bagian dalamnya, kecuali orang yang mengakui ajaran kita sebagai yang benar, telah menerima Pembaptisan untuk pengampunan dosa dan kelahiran kembali dan hidup sesuai dengan petunjuk Kristus" (Yustinus, apol. 1,66,1-2).

1356.Sejak awal, orang-orang Kristen merayakan Ekaristi di dalam satu bentuk yang tidak berubah dalam inti sarinya, walaupun zaman dan liturgi-liturgi beraneka ragam. Mereka merayakannya, karena merasa diwajibkan oleh perintah yang diberikan Tuhan pada malam sebelum sengsara-Nya: "Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku" (1 Kor 11:24-25).

1357.Kita memenuhi perintah Tuhan ini, kalau kita merayakan kenangan akan kurban-Nya. Dengan itu kita mempersembahkan kepada Bapa, apa yang Ia sendiri telah berikan: anugerah ciptaan-Nya, roti dan anggur, yang oleh perkataan Kristus dan oleh kekuatan Roh Kudus menjadi tubuh dan darah Kristus. Dengan demikian Kristus hadir atas cara yang penuh rahasia dan nyata.

1358.Dengan demikian kita harus memandang Ekaristi
- sebagai syukuran dan pujian kepada Bapa;
- sebagai kenangan akan kurban Kristus dan tubuh-Nya;
- sebagai kehadiran Kristus oleh kekuatan perkataan-Nya dan Roh-Nya.

1359.Ekaristi, Sakramen keselamatan kita yang dilaksanakan Kristus di salib, adalah juga kurban pujian untuk berterima kasih bagi karya penciptaan. Dalam kurban Ekaristi dipersembahkan seluruh ciptaan yang dikasihi Allah kepada Bapa melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Oleh Kristus, Gereja dapat mempersembahkan kurban pujian sebagai terima kasih untuk semua yang baik, yang indah dan yang benar, yang telah Allah laksanakan dalam ciptaan dan dalam umat manusia.

1360.Ekaristi adalah kurban syukur kepada Bapa. Ia adalah pujian, yang olehnya Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah untuk segala kebaikan-Nya: untuk segala sesuatu, yang Ia laksanakan dalam penciptaan, penebusan, dan pengudusan. Jadi, Ekaristi pertama-tama merupakan ucapan syukur.

1361.Ekaristi juga kurban pujian, olehnya Gereja memuliakan Allah atas nama seluruh ciptaan. Kurban pujian ini hanya mungkin melalui Kristus: Ia mempersatukan umat beriman dengan Diri-Nya, pujian-Nya, dan doa syafaat-Nya, sehingga kurban pujian kepada Bapa dipersembahkan oleh Kristus dan bersama Dia, untuk diterima di dalam Dia.

1362.Ekaristi adalah kenangan akan Paska Kristus, yang menghadirkan dan mempersembahkan secara sakramental kurban satu-satunya dalam liturgi Tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dalam semua Doa Syukur Agung, sesudah kata-kata penetapan, kita temukan sebuah doa yang dinamakan anamnese atau kenangan.

1363.Menurut pengertian Kitab Suci kenangan itu tidak hanya berarti mengenangkan peristiwa-peristiwa di masa lampau, tetapi mewartakan karya-karya agung yang telah dilakukan Allah untuk umat manusia Bdk. Kel 13:3.. Dalam perayaan liturgi peristiwa-peristiwa itu dihadirkan dan menjadi hidup lagi. Dengan cara ini umat Israel mengerti pembebasannya dari Mesir: Setiap kali apabila Paska dirayakan, peristiwa-peristiwa keluaran dihadirkan kembali dalam kenangan umat beriman, supaya mereka menata kehidupannya sesuai dengan peristiwa-peristiwa itu.

1364.Dalam Perjanjian Baru kenangan itu mendapat arti baru. Apabila Gereja merayakan Ekaristi, ia mengenangkan Paska Kristus; Paska ini dihadirkan. Kurban yang dibawakan Kristus di salib satu kali untuk selama-lamanya, selalu tinggal berhasil guna Bdk. Ibr 7:25-27.: "Setiap kali korban salib yang di dalamnya dipersembahkan Kristus, Anak Domba Paska, dirayakan di altar, terlaksanalah karya penebusan kita" (LG 3).

1365.Ekaristi juga satu kurban, karena ia suatu kenangan akan Paska Kristus. Sifat kurban ini sudah nyata dalam kata-kata Tuhan: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu", dan "cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu" (Luk 22:19-20). Dalam Ekaristi, Kristus mengaruniakan tubuh ini, yang telah Ia serahkan di kayu salib untuk kita, dan darah ini, "yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa" (Mat 26:28).

1366.Jadi, Ekaristi adalah satu kurban, karena ia meragakan kurban salib (dan karena itu.menghadirkannya), Ekaristi adalah.kenangan akan kurban itu dan memberikan buah-buahnya:
Kristus "memang hendak mengurbankan diri kepada Allah Bapa, satu kali untuk selama-lamanya di altar salib melalui kematian yang datang menjemput-Nya Bdk. Ibr 7:27., untuk memperoleh penebusan abadi bagi mereka [manusia]; tetapi karena imamat-Nya tidak dihapuskan oleh kematian-Nya Bdk. Ibr 7:24., maka dalam perjamuan malam terakhir, pada malam waktu Ia diserahkan (1 Kor 11:23), Ia meninggalkan bagi mempelai kekasih-Nya, Gereja, satu kurban yang kelihatan (seperti yang dibutuhkan kodrat manusia), yang olehnya, [kurban] berdarah itu, yang dibawakan di salib satu kali untuk selama-lamanya, dikenang sampai akhir zaman dan kekuatannya yang menyelamatkan dipergunakan untuk pengampunan dosa, yang kita lakukan setiap hari" (Konsili Trente: DS 1740).

1367.Kurban Kristus dan kurban Ekaristi hanya satu kurban: "karena bahan persembahan adalah satu dan sama; yang sama, yang dulu mengurbankan diri di salib, sekarang membawakan kurban oleh pelayanan imam; hanya cara berkurban yang berbeda". "Dalam kurban ilahi ini, yang dilaksanakan di dalam misa, Kristus yang sama itu hadir dan dikurbankan secara tidak berdarah... yang mengurbankan diri sendiri di kayu salib secara berdarah satu kali untuk selama-lamanya" (Konsili Trente: DS 1743).

1368.Ekaristi adalah juga kurban Gereja. Gereja, Tubuh Kristus, mengambil bagian dalam kurban Kepalanya. Bersama Dia ia sendiri dipersembahkan seluruhnya. Ia mempersatukan diri dengan doa syafaat-Nya kepada Bapa untuk semua manusia. Di dalam Ekaristi, kurban Kristus juga menjadi kurban anggota-anggota tubuh-Nya. Kehidupan umat beriman, pujian, kesengsaraan, doa dan karyanya dipersatukan dengan yang dimiliki Kristus dan dengan penyerahan diri-Nya secara menyeluruh, sehingga mendapat satu nilai baru. Kurban Kristus yang hadir di atas altar memberi kemungkinan kepada semua generasi Kristen, untuk bersatu dengan kurban-Nya.Di dalam katakombe, Gereja sering digambarkan seperti wanita yang sedang berdoa, dengan Lengan terbuka lebar, dalam sikap seorang Orante [sikap seorang berdoa]. Ia mengurbankan diri seperti Kristus, yang merentangkan tangan di salib, oleh Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, dan mendoakan kepentingan semua manusia. 618, 2031, 1109

1369.Seluruh Gereja dipersatukan dengan kurban dan doa syafaat Kristus. Karena kepada Paus diserahkan pelayanan Petrus di dalam Gereja, maka ia diikutsertakan dalam setiap perayaan Ekaristi, di mana ia disebut sebagai tanda dan pelayan kesatuan seluruh Gereja. Uskup setempat selalu bertanggung jawab atas perayaan Ekaristi, juga apabila seorang imam yang memimpin; namanya disebut, untuk menunjukkan bahwa ia berada di tengah para imamnya dan dengan bantuan para diaken, memimpin Gereja lokal. Umat juga mendoakan kepentingan semua yang berkecimpung dalam pelayanan Gereja, yang membawa kurban Ekaristi ini untuk dia dan bersama dia.
"Perayaan Ekaristi dapat diandalkan, apabila ia dipersembahkan oleh Uskup atau oleh seorang yang ditugaskannya" (Ignasius dari Antiokia, Smyrn. 8,1).
"Melalui pelayanan para imam kurban rohani kaum beriman mencapai kepenuhannya dalam persatuan dengan kurban Kristus Pengantara tunggal, melalui tangan para imam, atas nama seluruh Gereja, dipersembahkan secara tak berdarah dan sakramental dalam Ekaristi, sampai kedatangan Tuhan sendiri" (PO 2).

1370.Bukan hanya anggota-anggota Tubuh Kristus yang masih hidup di dunia ini bersatu dengan kurban Kristus, melainkan juga mereka, yang sudah berada dalam kemuliaan surga. Gereja membawa kurban Ekaristi dalam persatuan dengan Perawan Maria tersuci, demikian juga dalam kenangan akan dia dan akan semua orang kudus. Di dalam Ekaristi, Gereja seakan-akan berdiri bersama Maria di kaki salib, dipersatukan dengan kurban dan doa syafaat Kristus.

1371.Kurban Ekaristi juga dipersembahkan untuk umat beriman yang mati di dalam Kristus, "yang belum disucikan seluruhnya" (Konsili Trente: DS 1743), supaya mereka dapat masuk ke dalam Kerajaan Kristus, Kerajaan terang dan damai:
"Kuburkanlah badan ini di mana saja ia berada: kamu tidak perlu peduli dengannya. Hanya satu yang saya minta kepada kamu: Di mana pun kamu berada, kenangkan saya pada altar Tuhan" (Santa Monika sebelum wafatnya, kepada santo Augustinus dan saudaranya: Agustinus, conf. 9,11,27).
"Lalu kita berdoa [dalam anaforal untuk Paus dan Uskup yang telah meninggal, dan untuk semua orang yang telah meninggal pada umumnya. Karena kita percaya bahwa jiwa-jiwa yang didoakan dalam kurban yang kudus dan agung ini, akan mendapat keuntungan yang besar darinya... Kita menyampaikan kepada Allah doa-doa kita untuk orang-orang yang telah meninggal, walaupun mereka adalah orang-orang berdosa... Kita mengurbankan Kristus yang dikurbankan untuk dosa kita. Olehnya kita mendamaikan Allah yang penuh kasih sayang kepada manusia dengan mereka dan dengan kita" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5,9,10).

<<   >>